Articles by "Kotamobagu"
Tampilkan postingan dengan label Kotamobagu. Tampilkan semua postingan
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
FajarTotabuan.com Setelah menjalani pemeriksaan yang terbilang cukup panjang di ruang pemeriksaan Kantor KPK, Hi Aditya Anugrah "Didi" Moha SKed, MM (akrab dengan sapaan ADM) akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus Suap-menyuap bersama Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Saat keluar dari kantor KPK menuju rumah tahanan, Minggu (08/10) pukul 00.56 WIB tadi malam, ADM sempat diwawancarai sejumlah awak media. Dirinya pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Raya.
ADM saat diwawancarai awak Media, Minggu (08/10) sekitar pukul 00.56 WIB tadi malam.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Sulut khususnya Bolaang Mongondow Raya,”
 kata ADM, sebagaimana dilansir detiknews.com
ADM mengaku bahwa dirinya melakukan itu semata demi menyelamatkan sang ibunda Dra Hj Marlina Moha Siahaan (MMS) yang saat ini sedang melakukan upaya banding, di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara.
“Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin caranya yang belum terlalu tepat. Saya berjuang, saya berusaha maksimal, demi nama seorang ibu,” ucap Aditya kepada wartawan, sebelum masuk ke mobil tahanan KPK.
Sebelumnya, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara, Sudiwardono yang telah lebih dulu keluar pada pukul 00.40 WIB, tak mengeluarkan sepatah katapun dengan menggunakan kemeja batik biru dibalut rompi orange, Sudiwardono berjalan menuju mobil tahanan KPK.
(detiknews/svg)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

 Rasky Mokodompit/ist

FajarTotabuan.com - Pemilihan Walikota Kota Kotamobagu pada 2018 kian memanas dengan bermunculan sedert nama yang masuk pada bursa pencalonan.

Kini, figur muda pun mencuat di ingin mendapati bangku nomor satu di Kotamobagu tersebut. Figur tak lain, Rasky Mokodompit yang kini duduk di bangku DPRD Sulut resmi mengambil formulir pendaftaran di Partai Golkar.

"Mengambil formulir bakal calon wakil walikota, tentu sudah melalui pertimbangan. Termasuk izin dari keluarga," ujarnya kepada awak media.

Dirinya menambahkan, siap jika memang Partai Golkar akan mengarahkan dirinya tuk mengabdi di Kotamobagu. "Sebagai kader partai, saya punya visi misi untuk mengabdikan diri untuk Kota Kotamobagu," terangnya.

"Kalau Tuhan izinkan mudah-mudahan saya siap lahir bathin," tambahnya.
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Politisi Golkar, Rasky Mokodompit/ist

FajarTotabuan.com - Aroma balas dendam mulai tercium di Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Kotamobagu 2018. Pasalnya, Partai Golongan Karya (Golkar) siap kembali untuk merebut bangku milik Walikota Tatong Bara, yang sebelumnya bangku nomor satu itu, telah direbut pada Pilkada lalu.

Kesiapan tersebut, dibeberkan politisi Golkar yang duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). "Saat ini kita siap, karena Golkar memiliki Fraksi utuh di DPRD Kotamobagu. Jadi kita bisa mengusung meski tanpa koalisi," beber Rasky Mokodompit, senin (24/07/2017).

Anggota Komisi II ini juga tak ingin sesumbar untuk Partai Golkar sendiri bertarung di Pilwako nanti. "Tapi kita juga tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi. Bila nanti berkoalisi target kita menang," tambah dia diruang kerjanya.

Untuk figur, dirinya menjelaskan akan mengikuti mekanisme partai dan melihat hasil survey. "Golkar tidap menutup kemungkinan mengusung figur luar kader Golkar," jelasnya.

Meski begitu, katanya lagi, Golkar masih kaya figur untuk diusung guna merebut bangku Walikota Kota Kotamobagu. "Masyarakat sudah menilai saat pemimpin dari Golkar dan saat ini bukan dari partai Golkar," sindirnya.

Terlebih menurutnya, saat ini Fraksi Golkar di DPRD Kota Kotamobagu lagi konsisten mewakili rakyat. "Apa lagi saat ini Fraksi Golkar sangat konsen mengawal kebutuhan rakyat," pungkasnya. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Konni Balamba saat mengambil Formulir di DPC Hanura Kota Kotamobagu didampingi Panitia Penjaringan Balon Cawali dan Wawali Kota Kotamobagu bersama beberapa Sahabat Jurnalis, Sabtu (22/07) pukul 15.00
FajarTotabuan.com - Tinggal setahun lagi perhelatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Kotamobagu digelar. Sejumlah figur pun mulai nampak turun lapangan untuk memastikan bisa beradu dan berkompetisi pada pesta rakyat 5 Tahun sekali itu. 
Dari berbagai kalangan politisi, pengusaha dan birokrat, ada juga dari kalangan jurnalis yakni Konni Balamba. Jurnalis senior yang juga pimpinan redaksi di salah satu Media Cyber di wilayah Bolaang Mongondow Raya itu mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Walikota di DPC Hanura Kota Kotamobagu pada Sabtu (22/07) sekitar pukul 15.00 Wita. 
Kedatangan Koni yang didampingi beberapa sahabat Jurnalis, disambut oleh ketua DPC Hanura Kota Kotamobagu Agus Suprijanta dan panitia penjaringan.
Setelah selesai pengambilan formulir, Konni pun mengatakan bahwa sebagai warga negara, tentunya ia memiliki hak yang sama untuk ikut dalam Pilwako Kotamobagu tahun 2018.
“Tentunya sebagai warga negara, kita berhak untuk tampil di pilwako,” ucap Konni.
Menurutnya, keinginan dirinya untuk maju sebagai Wakil Walikota Kotamobagu ini sudah mendapat dukungan dari semua keluarga, sahabat, dan masyarakat Kotamobagu.
“Yang jelas sikap saya ini, sudah mendapat dukungan dari keluarga, sahabat saya dan khususnya masyarakat Kotamobagu,” katanya.
Selain di Hanura, Konni juga memastikan akan mendaftar di beberapa parpol diantaranya Golkar dan PKB. “Rencananya juga saya akan mendaftar sebagai bakal Calon Wakil Walikota di Golkar dan PKB,” ujarnya.
Ketua Panitia Penjaringan DPC Hanura Kotamobagu Agus Suprijanta mengatakan,  hingga Sabtu sore tadi, tercatat sudah ada 10 figur yang mendaftar di Hanura baik sebagai bakal calon Walikota maupun Wakil Walikota.
“Sudah ada 10 figur yang mengambil formulir pendaftaran Balon Walikota maupun Wakil Walikota diantaranya, Abdul Kadir Mangkat, Syahrial Damopolii, saya sendiri (Agus Suprijanta), Kadir Rumoroy, Mahipal Khan, Tatong Bara, Jainuddin Damopolii, Sumitro Lasabuda, Koni Balamba dan Dr Jusnan Mokoginta,” kata Suprijanta.
 (FTc)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
FajarTotabuan.com - Sekretaris Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Aditya Anugrah "Didi" Moha S.Ked MM rencananya bakal gelar 'Open House' se-Sulawesi Utara di kediamannya Jl Paloko Kinalang, Kelurahan Kotabangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu pada Senin besok, (26/06).

Putra sulung dari Mantan Bupati Bolaang Mongondow Dra Hj Marlina Moha Siahaan ini pun mengundang seluruh masyarakat yang ada di Sulawesi Utara khususnya masyarakat Bolaang Mongondow Raya dan yang berdomisili di Kota Kotamobagu.

"Undangan ini terbuka untuk masyarakat Sulawesi Utara dan khususnya untuk masyarakat BMR, tidak membatasi kehadiran masyarakat yang ingin bersilaturahmi," ucap ADM sapaan akrabnya saat dihubungi melalui akun WhatsAppnya, Senin malam (25/06).

Dirinya mengungkapkan bahwa 'Open House' ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat manusia apalagi sesama masyarakat Sulut khususnya Bolaang Mongondow Raya.

Rencananya, Open House' besok yang akan dihadiri oleh beberapa Pejabat dan mantan Pejabat se-Bolaang Mongondow Raya juga ini, digelar mulai dari pukul 10.00 Wita sampai dengan selesai.


SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
ADM bersama Alumni Angkatan 99 SMA/SMK se-Bolmong Raya di Kedai Kampoeng Bogani, Matali, Kotamobagu Timur, Rabu malam (21/06).

FajarTotabuan.com - Sekretaris Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked, MM menggelar buka puasa bersama (bukber) bersama Alumni Angkatan 99 SMA/SMK se-Bolaang Mongondow Raya (BMR), Rabu (21/06) di Kedai Kampoeng Bogani, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu.

Kedatangan Aditya 'Didi' Moha langsung mengubah suasana yang berawal sunyi kini menjadi penuh keceriaan dan bermakna religius. Pasalnya, Aditya merupakan figur yang Humanis, Sosialis, dan Intelektua tentunya sangat diidam-idamkan oleh sahabat-sahabat se-angkatannya, khususnya yang berdomisili di Kota Kotamobagu.

Disamping itu, ADM juga sempat diskusi dengan sahabat-sahabatnya tentang putaran perekoniam di Bolmong Raya yang kemarin telah di lakukan oleh Bank Indonesia dan Bank se Sulawesi Utara yang berinverstasi di Kota Kotamobagu.

Pantauan FajarTotabuan.com, sebelum berbuka bersama dengan Alumni Angkatan 99 se BMR, ADM sempat berbagi takjil kepada masyarakat yang datang membeli takjil untuk buka puasa di Kelurahan Kotamobagu, Kotamobagu Barat sekitar pukul 16.00 Wita.

ADM saat berbagi Takjil dengan Masyarakat Kotamobagu yang berniat sedang membeli Takjil di Pasar Takjil, Kelurahan Kotamobagu, Kotamobagu Barat sore tadi, Rabu (21/06).


SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Aditya Anugrah 'Didi' Moha, S.Ked, MM saat sedang berargumentasi sewaktu kegiatan Parlemen DPR RI, September 2012 (Dok: ADM)

FajarTotabuan.com - Sudah semakin dekat hajatan Pemilihan Walikota Kotamobagu. Muncul banyak wajah pendatang baru, serta nama-nama yang identik di dunia perpolitikan dengan suhu politik yang terbilang cukup berpengaruh saat melihat "Track Rackord" figur masing-masing. 

Dari hasil pantauan Media ini, konsep berfikir masyarakat kotamobagu berbeda-beda dan penuh retorika dalam menentukan sikap. Termasuk pandangan untuk Figur muda asal Kotamobagu Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked, MM yang dirumorkan akan maju dan mencalonkan diri di kancah Pilwako Kotamobagu 2018. 

"Berawal dari sebuah pemikiran spekulasi dan dikira seorang instanis, akhirnya terpesona dengan rasionalisasi ilmu organisasinya," seperti ucapan seorang warga Kelurahan Pobundayan Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jalong Mokoagow.

Dalam benak Jalong Mokoagow yang telah terdoktrin dengan kepesimisan terhadap seorang Tokoh Muda Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked MM, Ia pun berkomentar bahwa seorang anak muda yang tak kenal akan dunia parlementer berwajah politis, hanyalah bisa menjadi bingkai penghias wajah Sulawesi Utara.

"Saat itu kami pesimis dengan ADM, apalagi dia masih sangat muda dan minim pengalaman, tentunya dia akan sangat sulit bertarung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut dan khususnya Bolaang Mongondow," katanya sambil memegang cangkir kopi di Kedai Bogani, Selasa malam (20/06) saat berdiskusi dengan awak Media.

Berjalannya waktu kira-kira sekitar 6 Tahun lebih, ternyata menjadi solusi otentik dalam konsep berfikir Jalong Mokoagow. Bahkan menurutnya, kekeliruan ini ternyata haram untuk dipertahankan karena kerangka berfikir yang awalnya telah dijadikan dogma, hingga terlalu naif dan akhirnya semuanya tak ada yang terbukti.

ADM saat menyampaikan aspirasi ketika pembahasan Konsep Perekonomian Indonesia di Ruang Paripurna DPR RI, Mei 2017 (Dok: ADM)

"Sekarang, 'Didi' mampu membuktikan keraguan kami, 'Didi' mampu bertarung di level pusat dan menjadi Sekretaris Komisi XI di DPR RI. Itu adalah prestasi aleg perwakilan Sulut yang kami rasa sangat membangakan kami selaku warga Bolmong Raya," pungkasnya lagi sambil tersenyum.

Tak kalah dengan Jalong, seorang warga Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat pun berasumsi yang hampir mirip dan bisa dikatakan sekuler, sungguh aneh bila dicerna "mentah-mentah" apa yang dikatakannya.

Menurutnya, kepopuleran ADM tak lain karena pengaruh Sang Bunda Pembaharu Ny Hj Marlina Moha Siahaan. Konsep pasif seorang ADM tak bisa dipercaya masyarakat untuk meneruskan jenjang politiknya.

"Kami fikir Didi hanya anak-anak yang nantinya ketika di DPR RI,cuman Duduk,diam dan duit,tapi semuanya tertepis ketika kami melihat kinerjanya di DPR RI yang ternyata cukup memberikan kontribusi untuk masyarakat Bolaang Mongondow," kata Rahmat Lamusu sambil memegang Handphoe dan menyeriusi Game Online miliknya.

Saat yang bersamaan, muncul pernyataan yang diungkapkannya bahwa Aditya Moha sudah berhasil membuktikan pekerjaannya dan sukses di saat muda hingga bisa memiliki karakter yang energik, sosialis serta politis.


Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Sulut Peter Yacob saat memberikan Cindera Mata kepada Aditya Anugerah Didi Moha, S.Ked, MM – Anggota Komisi XI DPR RI, November 2015, (Dok: ADM)

"Didi adalah pemimpin masa depan kota. Didi orang yang energik dan memiliki link dan jaringan yang sangat kuat, kami tidak akan ragu dan salah kali ini," ujarnya.

Kecocokan seorang figur yang mumpuni di berbagai bidang tentunya menjadi esensi 'Good Governance'

"Harapan kami, ADM harus maju di Pilwako 2018, namun jika tidak maju, maka Insa Allah kami akan menjatuhkan pilihan ke Djainudin Damopolii," tutupnya.


Syamriel Van Gobel

Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak Aditya Moha bersama Walikota Tatong Bara, Perwakilan Bank Indonesia, Perwakilan Bank Sulut, dan Kodim 1303 Bolmong


FajarTotabuan - Sekretaris Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Aditya Anugrah 'Didi' Moha S Ked, MM siang tadi (19/06) sekitar pukul 11.45 Wita, menghadiri kegiatan penukaran Uang Rupiah baru yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dan 9 Perbankan Cabang Kotamobagu.
Kegiatan yang bertempat di Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu ini dihadiri oleh Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara beserta seluruh SKPD Kotamobagu, dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara.
Aditya Moha dalam sambutannya mengatakan bahwa perputaran uang di suatu daerah tentunya sangat penting demi terbukanya potensi perekenomian yang lebih baik.
“Semakin banyak masyarakat menukar uang, maka semakin besar peluang membuka ruang dalam perputaran uang tersebut di daerah,” ujar Sekretaris Komisi XI DPR RI Aditya Anugerah Didi Moha pada Senin, (19/06).
Aditya yang akrab disapa "Didi" juga menjelaskan, kegiatan penukaran uang ini seharusnya dibuatkan posko-posko. Menurutnya, hal ini dapat memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi daerah.
“Sebenarnya disini hanya menjadi posko penukaran, tetapi tentu kita harapkan seperti kemarin di Boaang Mongondow Selatan, bahwa Bank Indonesia mencoba masuk dalam kerangka penguatan. Disamping bicara penugasan dan menjaga inflasi, tujuan kegiatan ini, turut menjaga bagaimana kondisi moneter dari sektor pertumbuhan ekonomin di daerah tetap stabil,” jelasnya.
Dirinya juga menghimbau agar fungsi pengawasan perlu diberlakukan untuk menunjang terlaksananya program Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.

Saat ADM berdiskusi bersama Walikota Tatong Bara disela-sela kegiatan penukaran uang di Kotamobagu

“Fungsi pengawasan kita hari ini, agar bisa memastikan bahwa Indonesia bekerja sesuai dengan tupoksinya dan melakukan semua itu sesuai dengan harapan dan cita-cita bersama, tinggal bagaimana supaya ini lebih efektif lagi dan tersebar di semua wilayah,” harapnya.
Sebagai tambahan, Ia juga mengharapkan dengan adanya program Bank Indonesia (BI) tersebut, dapat mensejahterakan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bolaang Mongondow Raya.
"Kita berharap, semoga kondisi tahun ini, semakin besar angka pertumbuhan eknomi kita di BMR,” tutupnya.

SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Penulis: Firasat Mokodompit, SE

FajarTotabuan.com - Semua serba instans, dulunya mereka minta menutup Conch Cement saat ini justru sebaliknya nya bela Conch. Dulunya bangga akan tindakan seorang Pemimpin skarang justru mendorong Polda tuk bersikap.

Lepas salah atau benar sebagai bagian dari Orang MONGONDOW seharusnya punya sikap Kearifan dan EMPATY, Corsa Kemongondowan inilah seharusnya dikedepankan, bukan malah nimbrung bak pahlawan kesiangan dorong PROSES  Hukum. yang seharusnya begitu kasus dicabut Pelapor (Delik Aduan), maka pihak penegak hukum harus taat asas.

Benar didalamnya ada Pidana Pengrusakan, namun pihak pelapor telah mencabutnya, terus ada apa dengan Polda. Hukum Pidana kita ditetapkan atas dasar Konsensus/ Permusyawaratan Permufakatan, nak jika pihak Pelapor dan Terlapor telah tandatangani perdamaian dan cabut masalah ini apa masih diteruskan dengan pertimbangan Pidana tadi.

Terus terang secara pribadi saya harus patuh pada hukum sekaligus menegakkan Supremasi Hukum, namun jika sudah masuk wilayah Permufakatan damai, seharusnya itu yg di sikapi Polda dgn kedepankan Kesepahaman bersama kedua belah pihak.
Bupati dalam OADATAN IN MONGONDOW adalah Wali Adat, atau pemangku adat tertinggi di MONGONDOW, sebagaimana di berikan pada Hajjah Yasty sebelum jadi Bupati maupun saat 23 Mei 2017 dijemput ( Intum- Intum In Mongondow) saat ybs menjadi Bupati dan dijemput secara adat.
Konsekwensi dari pemberian Gelar adat ini tentu Berimplikasi RUKADAN NATON KOMINTAN. Bukan saling tunjukkan kehebatan yg tidak hebat dorong minta Kapolda Panggil Hajjah Yasty. Ada aturan main nya bro, tidak serta Merta pones Bupati bersalah dan dorong PROSES hukum.

DIMANA IDIALISMEMU SEBAGAI ANAK MONGONDOW ?

Case Conch Cement- Sulenco adalah akumulasi dari Permainan Kebijakan Pemerintahan sebelumnya, Tidak Kooperatifnya Conch Cement patuhi aturan dan Proses PEMBIARAN Pemerintahan Provinsi.

Mari kita sikapi tiga hal tersebut, ternyata pihak Instansi terkait mewakili Pemda cq. Bupati telah mengeluarkan perizinan dan rekomendasi 2015-2016 ( Kadaluarsa), dan kesemuanya tidak melalui kajian tehnis mendalam, contoh Lokasi pabrik Inobonto satu tertulis dlm izin Desa Solog, ini KEFATALAN apa disengaja atau memang dipermainkan keberadaan Conch Cement ini hingga dua tahun jalan tanpa izin yg benar ILEGAL.

Kedua, Posisi Conch Cement, sebagai Investment internasional kerjasama dgn perusahaan lainnya kal PT.Sulenco Bohusami Cement, dlm perjanjian kedua belah pihak jelas bahwa Sulenco lah yg akan urus Izin- Pembebasan tanah, ngatur Galian C Ilegal dan perizinan lain nya. Nah hingga dua tahun ternyata Izin yg diharapkan sesuai aturan tidak terbit terbit, bahkan IUP-OP, WIUP, Galian C serta Izin Pembangunan Pelabuhan Khusus tidak dimiliki Conch Cemwnt- Sulenco namun mereka tetap kerja hingga capai 40 Prosen.

Ketiga, adanya Proses PEMBIARAN,  Pemprov memang memiliki Kewenangan tuk keluarkan IUP- OP, WIUP, IZIN PELABUHAN KHUSUS DAN GALIAN C, nah hingga dua tahun juga entah dimana hambatan nya izin ini tidak pernah terbit bahkan adanya proses pembiaran Jutaan Kubik Galian C masuk Ilegal semua.

TINDAKAN BUPATI DGN KEWENANGAN SEBAGAI KEPALA DAERAH

05 JUNI 2017, setelah dilakukan koordinasi dgn SKPD terkait, dengan Forkompinda Bolmong dan dialog Masyarakat Lingkar tambang berdampak, Bupati mengambil langkah Tegas POLICE LINE lokasi Pabrik dan lakukan Penutupan sementara kegiatan pembangunan pabrik semen Krn dlm pertemuan tsb Pihak MANAGEMENT CONCH CEMENT tidak bisa menunjuk kan Perizinan, dan benar semua persyaratan administrasi ILEGAL alias habis masa berlakunya.

Bupati bersama staf dikawal sebagian satpol PP menuju Pelabuhan Khusus, ditepi pantai Inobonto satu lingkungan 10, nah saat itulah melalui HT terinfo adanya Pengrusakan, dan ini wujud  Ekses tidak dlm skenario dan Bupati minta HENTIKAN.
Namun apa dikata Nasi sudah menjadi bubur, terjadi Insiden tsb yg tak terkontrol, sebagai pimpinan daerah Bupati secara Gentlement tunjukkan Tanggung Jawab bahwa ini menjadi Attensi beliau dan siap hadapi jika ada proses hukum atau laporan polisi dari pihak Conch Cement.

LAHIRNYA KESEPAKATAN DAN KESEPAHAMAN BERSAMA

Direksi Conch Pusat dan Provinsi serta MANAGEMENT CONCH lakukan musyawarah dengan Bupati Instansi terkait, lahirlah Kesepakatan  8 Point yg mengakomodir kepentingan kita masyarakat MONGONDOW dan kepentingan Pemda KEDEPAN sebagai daerah Investasi, salah satu point PENCABUTAN LAPORAN POLISI OLEH CONCH atas Pengrusakan MESS KARYAWAN.

Jelas endingnya UNTUNGKAN kita di MONGONDOW, hanya saja pihak Polda lanjutkan proses hukum, 14 orang satpol.PP ditahan dan bsk Kaban, Sek, komdan operasi akan penuhi panggilan POLDA tuk diperiksa sbg TSK.

Banyak pihak atas nama Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow, para Aktifis berbagai latar belakang nimbrung bela Kapolda dan dorong terus proses hukum. Bagi saya sah sah saja itu, namun dimana Kemongondowan Anda yg selalu kedepankan Orang MONGONDOW justru berbalik serang Hajjah Yasty yang berkeinginan kuat Sejahterakan Rakyat MONGONDOW, akal sehat saya terusik, so sejahat inikah keadaan hingga harus sudutkan Bobato? Orang yang berjuang tuk tegakkan Wibawa Pemda dan Harga Diri orang MONGONDOW justru didorong dorong sebagai Aktor Intelektual.

Sudah jelas Pelapor Telah Menarik laporan polisi seharusnya jika mengerti hukum maka seharusnya kita semua mepertanyakan ada apa kok Polda bersikukuh lanjutkan proses hukum ???
Memang benar damai tidak menjatuhkan pidana, namun hukum juga seharusnya diletakkan pada Konsensus Permusyawaratan.

Saya merasakan kalian yang mengatasnamakan aktifis tidak cinta Bolaang Mongondow, apakah kalian inginkan Bolmong ini STAGNAN terus, atau ada keinginan Udang Dibalik Batu titipan serang Hajjah Yasty ?? 

Salah besar jika kalian berpikir seperti itu, Hajjah Yasty- Yanny Terlegitimasi dukungan 64 Persen Rakyat Pemilih Bolmong, nah yang menyikapi keberadaan ini kalian yg ada di Kotamobagu nimbrung masuk wilayah Conch yg sama SKALI kalian tidak tau isi perut Conch seperti apa hingga Bupati Tegas Menutup? Seharusnya kalian bangga bukan justru perkeruh masalah dan dorong dorong bela Kapolda.

Ironi memang Negeri MONGONDOW ini, terlalu banyak MANGAKU orang MONGONDOW namun tidak menjaga Marwah Kemongondowan, mana Corsamu, mana Oadatanmu, mana Mototompiayaanmu ?

Apapun yg dilakukan Hajjah Yasty sebagai Pemangku Adat tertinggi di MONGONDOW patut dibela atau minimal Diam, bukan sebaliknya memperlihatkan kehebatan ternyata INSTAN semua.

Sebagai pemangku adat apapun persoalan yang dihapi kita harus urun rembuk, Krn yg diperjuangkan Hajjah Yasty adalah untuk kepentingan Daerah Bolmong dan kepentingan Masyarakat bukan kepentingan pribadi Bupati.

Nah dari penyampaian diatas dapat saya simpulkan sbb :

1. Mari kita kembali ke Marwah dan Jati Diri orang MONGONDOW yg selalu kedepankan Bobahasaan, Oadatan bo Mototompiyaan. Mongondow butuh pemimpin tegas, pemimpin yg Ayomi rakyatnya pemimpin yg siap perjuangkan Kesejahteraan Rakyat.

2. Kapan kita bisa maju jika hari ini TUMPALAKITA mosi Turakan, mosi labuan, mosi genggengan.

3. Kritik.perlu, namun Konstruktif dengan tidak tinggalkan kaedah Kemongondowan naton tolu Motoluadi.

4. Jika masih gunakan Dendam Pilbup yang alami Kekalahan, sudah jo karna Hajjah Yasty telah sampaikan TUTUP BUKU, tidak ada lagi pro kontra, Bupati Terpilih adalah Bupati Naton Komintan kon Bolaang Mongondow

5. Sadarlah bahwa Bolaang Mongondow ini milik Kita Tolu, wajib hukumnya kita jaga bersama, sebab jika lakukan prose pembusukan terus maka tidak menutup kemungkinan mongondow tinggal nama, dan kita semua MOYAPU KON DODOP sesali perbuatan kita sendiri. Nauzubillaminzalik.

Bolaang Mongondow, Juni 2017
Dipostkan oleh Syamriel Van Gobel
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Parindo Potabuga

FajarTotabuan.com - Sungguh miris, ketenaran Paris Superstore yang merupakan Toko Swalayan Bonafit terbesar di Kotamobagu terkesan hanya  sebagai simbol semata. Pasalnya, sampai saat ini Paris Superstore Kotamobagu tidak pernah tunduk dengan aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia terkait UU Ketenagakerjaan tentang penerapan Upah Minimum Pekerja (UMP).
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mantan Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Bolmong Raya, Parindo Potabuga. Menurutnya, Paris Superstore merupakan perusahaan besar dan cukup lama bergerak di dunia perdagangan, tapi kenapa sampai saat ini tidak pernah menaati peraturan pemerintah.
“Jangan kangkangi UU Ketenagakerjaan, ini Negara Indonesia, jadi jangan seenaknya membuat ulah,” ungkap Potabuga, Sabtu kemarin (17/6) saat berbincang dengan sejumlah awak media, di kedai Kopi Korot, Kotamobagu.
Semestinya Perusahaan ini sudah insyaf, karena berdasarkan data yang dikantongi aktivis angkatan 2007 ini, Paris juga pernah bermasalah pada tahun 2009 silam dengan pokok persoalan yang sama.
“Tahun 2009, paris superstore pernah kami kritisi terkait persoalan itu (UMP dan Upah lembur karyawan) bahkan ditindak-lanjuti dengan aksi demo, tapi tetap saja mereka tidak mau tau dengan kritikan tersebut, karenanya saya menilai Paris Superstore merupakan Manifestasi kolonialisme,” kata dia.
Terpisah, Humas Paris Superstore Denny Mokodompit sangat menyayangkan pernyataan Parindo Potabuga. Ia menilai, pernyataan ini terlalu tendensius dan memaksakan opini pembusukan terhadap Paris Superstore.
“Jika niatnya Objektif tanpa tendensius, harusnya bicara secara umum. Bahwa, Ratusan Perusahaan di Kotamobagu, termasuk Pemerintah yg mempekerjakan Tenaga Honorer, Upah kerja yang diterima dibawah UMP. Itu baru bicara Objektif,” kata Denny.
Denny Mokodompit yang sering disapa DeMo juga menambahkan, jika dinilai secara objektif, seluruh perusahaan yang ada di Kotamobagu perlu untuk dikritisi.
“Kenapa Abdi Karya, Dragon dan lain-lain, yang terapkan kebijakan yang sama dengan Paris, justru didiamkan…? Gaya kritis yg subjektif dan Tendensius seperti ini yang merusak dunia investasi di BMR,” tutupnya.

SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kadis Perindagkop Herman J Aray

FajarTotabuan.com - Terciptanya kenyamanan bagi para pedagang dan pembeli di pasar senggol Poyowa Kecil, berbagai fasilitas yang dipersiapkan tentunya menjadi sebuah penilaian baik dari warga Kotamobagu dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Oleh sebab itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kotamobagu Herman J Aray mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam fasilitas bagi pengunjung, pembeli serta penjual di pasar senggol poyowa kecil..
“Diantanya mengstandbykan mobil Damkar, fasilitas lampu, tenda-tenda serta dijaga oleh pihak keamanan,” kata Kepala Disperindagkop Kotamobagu Herman J Aray, Sabtu kemarin (17/06).
Menurut Aray, Pemkot terus berupaya untuk membuat pedagang dan pembeli nyaman berada di pasar senggol Poyowa Kecil.


TN/SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas dan Ketua APKLI Kotamobagu Dolfie Paat, Sabtu malam (17/06), sekitar pukul 23.45 Wita, bertempat di Pasar 23 Maret Gogagoman, Kotamobagu Barat. Dok: PRD

FajarTotabuan.com - Sampai saat ini, upaya mediasi pembangunan Pasar Senggol Gogagoman belum mencapai titik klimaks. Hal ini tercermin ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu masih menutup diri terkait izin Pasar Senggol Gogagoman tersebut.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Kotamobagu Dolfie Paat mengatakan bahwa kurangnya respon Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara terhadap surat yang dilayangkan pihaknya membuat pihak warga semakin resah. Namun, pihaknya tetap akan melakukan mediasi berdasarkan prosedur administrasi di negeri ini.

"Sampai detik ini, kami tidak mendapatkan jawaban dari Walikota Kotamobagu, tapi kami tetap akan terus menyurat sampai adanya keputusan dari Walikota," pungkas Dolfie setelah diwawancarai awak Media, Sabtu malam (17/06).

Kericuhan yang terjadi antara Satpol PP dan Warga Gogagoman sempat menjadi "Tranding Topic" beberapa hari lalu di berbagai Media Cetak, Media Online, dan Media Sosial (FB, BBM, dan lain sebagainya). Hal ini tentunya sangat merugikan kedua belah pihak yang bersangkutan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Bolaang Mongondow (Bolmong) AKP Hanny Lukas yang hadir ditengah-tengah warga Gogagoman mengungkapkan bahwa jika sampai saat ini surat yang dilayangkan APKLI untuk Walikota Kotamobagu belum dikonfirmasi, maka buatlah surat permohonan lagi ke Pemkot Kotamobagu dengan dasar yang lebih kuat lagi.

Nampak AKP Hanny Lukas dan Ketua APKLI Kotamobagu Dolfie Paat saat sedang berdiskusi tentang surat permohonan pembuatan Pasar Senggol Gogagoman. Dok: PRD

"Saran saya, besok APKLI Kotamobagu membuat surat permohonan lagi ke Pemkot Kotamobagu, jangan lupa melampirkan rekomendasi DPR Kota Kotamobagu, serta pernyataan Wakil Walikota Kotamobagu di beberapa Media Online yang mendukung adanya dua pasar senggol," kata AKP Hanny Lukas 

Hanny juga menghimbau kepada warga, jika ingin melakukan mediasi untuk pembangunan Pasar Senggol Gogagoman, maka gunakanlah retorika logis dan tentunya sesuai dengan mekanisme yang berlaku, bukan dengan perang fisik yang hanya merugikan kedua belah pihak.

"Mari kita berperang dengan mekanisme bukan dengan adu jotos, agar supaya jika memang pasar senggol ini diizinkan maka tugas Kepolisian akan ikut menjaga Kamtibmas," tutupnya.


PRD/SVG

Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Ruswan Buntuan saat berada ditengah Masyarakat Gogagoman pada Jum'at malam (16/09) sekitar pukul 22.45 Wita di Lokasi pasar 23 Maret Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. (Dok: Prd)

FajarTotabuan.com - Upaya pembongkaran Pasar Senggol Gogagoman yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotamobagu terjadi pada tadi sore, Jum'at (16/09) tepatnya di Pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu diwarnai kericuhan.

Bentrok antara Satpol PP versus Masyarakat Gogagoman pun berhasil diamankan oleh Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong) dengan melakukan mediasi di tengah panasnya terik matahari di Bulan Ramadhan.

Hal ini tentu sangat disayangkan oleh seluruh pihak berwajib di Kota Kotamobagu. Seperti yang disampaikan oleh Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Ruswan Buntuan bahwa peristiwa seperti tadi sebenarnya tidak harus terjadi, ini sangat merugikan kedua pihak yakni pihak Satpol PP dan pihak Masyarakat Gogagoman.

Kapolsek Urban Kota Kotamobagu Kompol Ruswan Bantuan

"Sebenarnya tidak harus terjadi seperti ini, paling tidak sebelum datang melakukan eksekusi harus ada mediasi atau musyawarah dulu, sehingga menimbulkan mufakat antara pihak Satpol PP dan masyarakat," kata Kapolsek Urban Kotamobagu Jum'at malam, (16/09) sekitar pukul 23.00.Wita.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki hak berdagang karena tidak lain untuk menafkahi keluarganya, sehingga tidak perlu adanya kekerasan dalam eksekusi seperti itu.

"Masyarakat tentunya perlu makan, jadi tidak perlulah ada insiden seperti itu, intinya hanya dengan musyawarah yang baik, namun kalau sudah bawa pasukan, otomatis masyarakat juga kan terpancing," ungkapnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat Gogagoman agar tidak melakukan aktivitas sampai adanya keputusan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa yang terjadi seperti kericuhan tadi.

"Masyarakat harus bersabar, jangan dulu ada gerakan, tentunya tidak ada penambahan kanopi dan lain sebagainya, hingga menunggu keputusan dari Walikota," tutupnya.

(SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Foto bersama Wawali Kotamobagu Drs Hi Djainuddin Damopolii bersama Istrinya dan Bunda Hj Marlina Moha Siahaan saat acara Bukber, Sore tadi (16/09). Dokumentasi oleh SVG

FajarTotabuan.com - Menjelang satu jam saat buka puasa, Anggota DPRD Propinsi Sulut Ny Hj Marlina Moha Siaahan (MMS) nampak turun dari Mobil pribadinya dan hadir dalam kegiatan Buka Bersama (Bukber) yang digelar oleh Wakil Walikota Kotamobagu Drs Hi Djainuddin Damopolii di kediamannya, Jum'at (16/09).

Kedatangan mantan Bupati Bolaang Mongondow 2 periode (1999-2004 dan 2004-2009) itu pun sontak membuat masyarakat kaget saat Bunda (sapaan akrabnya MMS) turun dan mengucapkan salam dengan senyum khas Bunda MMS. 

Warga pun menyambut Bunda dengan menyalami seperti sambutan sewaktu menjabat Bupati Bolmong beberapa tahun lalu.

Pantauan FajarTotabuan.com, Bunda langsung memasuki lokasi BukBer sembari dijemput oleh Wawali Kotamobagu dengan penuh ciri khas dan adat Bolaang Mongondow. 


SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Wakil Walikota Kotamobagu Drs Hi Jainuddin Damopolii (Photo: Google)

FajarTotabuan.com - Kemelut pasar senggol yang menjadi "Tranding Topic" kalangan pebisnis, pemuda Gogagoman dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu beberapa hari ini cukup menghebohkan dunia pemberitaan baik Media Cetak, Media Online bahkan Media Sosial. Hal tersebut ditanggapi dengan bijak dan kepala dingin oleh Wakil Walikota Kotamobagu Drs Hi Jainuddin Damopolii.
Menurutnya, demi menjaga keamanan di bulan suci Ramadhan, baiknya Pemerintah selaku pemegang kekuasaan memberikan rekomendasi bagi pengadaan pasar senggol di Gogagoman yang juga merupakan langganan pusat pasar senggol yang digelar setiap tahun.
“Yang penting aman, dari pada terjadi keributan, pada intinya Pemerintah itu menginginkan masyarakat aman, tanpa ada masalah, apalagi ini sedang menghadapi bulan suci Ramadhan,” kata Jainudin, ketika dihubungi via seluler, Kamis (16/6) tadi.
Bahkan, berdasarkan sejarah tradisi pasar senggol di Kota Kotamobagu, Jainuddin mengatakan bahwa pencetusan (awal mula) ide masyarakat Gogagoman dalam pengadaan pasar senggol sudah cukup untuk menjadi dasar pembukaan lokasi pasar senggol di lokasi tersebut, dan tentunya hal ini bisa mengembalikan sekaligus mengembangkan nilai historisnya.
“Setidaknya kita menghargai apa yang sudah menjadi tradisi mereka, apalagi pasar senggol ini awalnya merupakan ide dari masyarakat Gogagoman,” tutupnya.

(PRD/SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Walikota Kota Kotamobagu saat menerima Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2016 dari BPK RI pada Jum'at (09/06).

FajarTotabuan.com, KOTAMOBAGU - Status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diperjualbelikan oleh oknum di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tidak berkaitan dengan prestasi yang telah diraih pemerintah Kota Kotamobagu dibawah kepemimpinan Ir Hj Tatong Bara (TB). 
Siang tadi, Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara didampingi ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir menerima piagam WTP dari BPK perwakilan Sulawesi Utara, yang diserahkan langsung oleh Drs Tangga Muliaman Purba MM selaku Kepala BPK Sulawesi Utara, Jumat (09/06). 
Walikota Kotamobagu menerima Penghargaan Opini WTP didampingi Ketua DPRD Kota Kotamobagu Ahmad Sabir.


Berdasarkan data yang didapat dari BPK RI, Kota Kotamobagu telah meraih WTP empat kali berturut-turut dan terakhir tahun ini. Hal ini pun tercermin bahwa selama Kota Kotamobagu dipimpin oleh Walikota Ir Hj Tatong Bara, Pemkot Kotamobabu pun mengelola keuangan dengan profesional, transparan dan akuntabel. 
Selain diaudit oleh BPK RI, Pemkot Kotamobagu juga diperiksa oleh tim Audit Independen.
Sebelumnya Pemkot Kotamobagu optimis jika pada tahun anggaran 2017 ini opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK masih tetap dipertahankan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu Rio Lombone mengatakan, optimis Pemkot Kotamobagu masih akan mendapat opini WTP dari BPK, karena  pengelolaan keuangan di Kotamoobagu terus ditingkatkan“.
"Saya optimis Pemkot Kotambagu masih akan mendapat opini WTP dari BPK," tuturnya beberapa saat lalu.
Sejak awal Walikota Kotamobagu Tatong Bara berkomintmen untuk tetap transparan akuntabel dalam pengelolaan keuangan. Bahkan jelang pemeriksaan, semua OPD diminita fokus untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan tim pemeriksan.

SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak hadirnya Oma Martha di Polsek Urban Kota Kotamobagu
FajarTotabuan.com - Sekitar pukul 15.00 wita Sabtu (08/04) sore, dengan menggunakan kaos lengan panjang berwarna merah muda dan celana berwarna merah, wanita tua berusia 82 tahun yang sempat terkenal di dunia maya lantaran menikah dengan pemuda berusia 28 tahun, kini pun harus mendatangi Polsek Urban Kotamobagu.
Kedatangannya pun diterima langsung Kapolsek Kompol Ruswan Buntuan diruangannya. Terinformasi, kedatangan Oma Martha terkait kasus penikaman terhadap suaminya Sofian Lahonde yang diduga dilakukan IM alias Irfan alias Opan (48), warga kelurahan Kotabangon Kecamatan Kotamobagu Timur Jumat tadi malam.

Saat Oma Martha berkunjung di Polsek Urban Kotamobagu
Hingga berita ini ditayangkan, Oma Martha masih berada di ruangan kapolsek Kotamobagu.

TN/FTc
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan


Didokumentasikan oleh google


FAJARTOTABUAN.COM  - Masih ingat kisah oma Martha wanita berusia 82 tahun yang menikah dengan pemuda 28 tahun Sofian Lahonde? Kini kabar buruk menimpa suaminya Sofyan, Sofian diduga ditikam dengan benda tajam di bagian dada dan tangan sebelah kanan oleh pelaku IM alias Irfan alias Opan (48), warga kelurahan Kotabangon Kecamatan Kotamobagu Timur. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul 21.00 wita, tepatnya di bengkel (Tampal Ban) depan Indomaret Kelurahan Kotabangon. 

Mulanya, Korban (Suami Oma Martha,red) yang saat itu datang kepada keluarganya di Kotabangon, pergi menghampiri teman barunya, yakni diduga pelaku (IM,red) di tempat ia bekerja (Tampal Ban), tak lama kemudian mereka duduk sambil Minum Minuman Keras (Miras) di tampat kerja pelaku tersebut. Saat sedang duduk bersamaan, pelaku seperti mengejek Korban soal pernikahanya dengan Oma Martha. Mungkin, karena korban tidak terima dengan perkataan pelaku, Suasana pun menjadi panas, sehingga terjadi adu mulut. Tak lama berselang adu mulut itu terjadi, tiba-tiba pelaku langsung memukul korban.


Sofyan Lahonde 

"Tiba-tiba dia langsung memukul, kemudian saya terjatuh. Tak lama kemudian dia mengambil benda tajam  dan langsung menikam saya. Setelah itu dia (IM) langsung melarikan diri,kata Sofyan.

Tak membutuhkan waktu yang lama, pelakunya pun berhasil diringkus Tim Bogani Satya Haprabu Polsek Urban Kotamobagu saat sedang berada di Cafe D’love. “Setelah mendapat informasi. Kami langsung menuju TKP, kemudian pelakunya langsung kami amankan. Saat ini pelakunya sudah diamankan di Polsek,” kata Kapolsek Urban Kotamobagu, Kompol Ruswan Buntuan, melalui Kepala Tim (Katim), Bripka Toto Suryawan Monoarfa.



TN/FTc