Aditya Anugrah 'Didi' Moha, S.Ked, MM saat sedang berargumentasi sewaktu kegiatan Parlemen DPR RI, September 2012 (Dok: ADM)
FajarTotabuan.com - Sudah semakin dekat hajatan Pemilihan Walikota Kotamobagu. Muncul banyak wajah pendatang baru, serta nama-nama yang identik di dunia perpolitikan dengan suhu politik yang terbilang cukup berpengaruh saat melihat "Track Rackord" figur masing-masing.
Dari hasil pantauan Media ini, konsep berfikir masyarakat kotamobagu berbeda-beda dan penuh retorika dalam menentukan sikap. Termasuk pandangan untuk Figur muda asal Kotamobagu Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked, MM yang dirumorkan akan maju dan mencalonkan diri di kancah Pilwako Kotamobagu 2018.
"Berawal dari sebuah pemikiran spekulasi dan dikira seorang instanis, akhirnya terpesona dengan rasionalisasi ilmu organisasinya," seperti ucapan seorang warga Kelurahan Pobundayan Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jalong Mokoagow.
Dari hasil pantauan Media ini, konsep berfikir masyarakat kotamobagu berbeda-beda dan penuh retorika dalam menentukan sikap. Termasuk pandangan untuk Figur muda asal Kotamobagu Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked, MM yang dirumorkan akan maju dan mencalonkan diri di kancah Pilwako Kotamobagu 2018.
"Berawal dari sebuah pemikiran spekulasi dan dikira seorang instanis, akhirnya terpesona dengan rasionalisasi ilmu organisasinya," seperti ucapan seorang warga Kelurahan Pobundayan Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jalong Mokoagow.
Dalam benak Jalong Mokoagow yang telah terdoktrin dengan kepesimisan terhadap seorang Tokoh Muda Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked MM, Ia pun berkomentar bahwa seorang anak muda yang tak kenal akan dunia parlementer berwajah politis, hanyalah bisa menjadi bingkai penghias wajah Sulawesi Utara.
"Saat itu kami pesimis dengan ADM, apalagi dia masih sangat muda dan minim pengalaman, tentunya dia akan sangat sulit bertarung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut dan khususnya Bolaang Mongondow," katanya sambil memegang cangkir kopi di Kedai Bogani, Selasa malam (20/06) saat berdiskusi dengan awak Media.
Berjalannya waktu kira-kira sekitar 6 Tahun lebih, ternyata menjadi solusi otentik dalam konsep berfikir Jalong Mokoagow. Bahkan menurutnya, kekeliruan ini ternyata haram untuk dipertahankan karena kerangka berfikir yang awalnya telah dijadikan dogma, hingga terlalu naif dan akhirnya semuanya tak ada yang terbukti.
ADM saat menyampaikan aspirasi ketika pembahasan Konsep Perekonomian Indonesia di Ruang Paripurna DPR RI, Mei 2017 (Dok: ADM)
"Sekarang, 'Didi' mampu membuktikan keraguan kami, 'Didi' mampu bertarung di level pusat dan menjadi Sekretaris Komisi XI di DPR RI. Itu adalah prestasi aleg perwakilan Sulut yang kami rasa sangat membangakan kami selaku warga Bolmong Raya," pungkasnya lagi sambil tersenyum.
Tak kalah dengan Jalong, seorang warga Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat pun berasumsi yang hampir mirip dan bisa dikatakan sekuler, sungguh aneh bila dicerna "mentah-mentah" apa yang dikatakannya.
Menurutnya, kepopuleran ADM tak lain karena pengaruh Sang Bunda Pembaharu Ny Hj Marlina Moha Siahaan. Konsep pasif seorang ADM tak bisa dipercaya masyarakat untuk meneruskan jenjang politiknya.
"Kami fikir Didi hanya anak-anak yang nantinya ketika di DPR RI,cuman Duduk,diam dan duit,tapi semuanya tertepis ketika kami melihat kinerjanya di DPR RI yang ternyata cukup memberikan kontribusi untuk masyarakat Bolaang Mongondow," kata Rahmat Lamusu sambil memegang Handphoe dan menyeriusi Game Online miliknya.
Saat yang bersamaan, muncul pernyataan yang diungkapkannya bahwa Aditya Moha sudah berhasil membuktikan pekerjaannya dan sukses di saat muda hingga bisa memiliki karakter yang energik, sosialis serta politis.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Sulut Peter Yacob saat memberikan Cindera Mata kepada Aditya Anugerah Didi Moha, S.Ked, MM – Anggota Komisi XI DPR RI, November 2015, (Dok: ADM)
"Didi adalah pemimpin masa depan kota. Didi orang yang energik dan memiliki link dan jaringan yang sangat kuat, kami tidak akan ragu dan salah kali ini," ujarnya.
Kecocokan seorang figur yang mumpuni di berbagai bidang tentunya menjadi esensi 'Good Governance'.
"Harapan kami, ADM harus maju di Pilwako 2018, namun jika tidak maju, maka Insa Allah kami akan menjatuhkan pilihan ke Djainudin Damopolii," tutupnya.
Syamriel Van Gobel
Syamriel Van Gobel




Post A Comment:
0 comments: