Articles by "Politik"
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Fazal Alzagladi Ginoga SH

FajarTotabuan.com - Wacana terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang kerap dibicarakan oleh sejumlah figur-figur politik di seluruh pelosok Indonesia. Seperti yang terjadi di Bolaang Mongondow, wacana Pemilihan Umum 2019 mendatang sudah ramai dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat, baik dari kalangan politisi, akademisi, insan pers, bahkan dari kalangan birokrasi.

Hal ini mendapat sambutan baik oleh salah satu akademisi berdarah Ambon Totabuan yang saat ini sedang mengambil Program Magister Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fazal Alzagladi Ginoga SH

Pemuda kelahiran 27 Februari 1992 ini menuturkan bahwa Pemilihan Umum 2019 mendatang harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat demi kemajuan Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Pemilu 2019 mendatang, harus menciptakan wakil rakyat yang amanah demi kesejahteraan rakyat Bolaang Mongondow, artinya perwakilan rakyat kedepannya harus lebih mementingkan kebutuhan rakyat serta melayani rakyat dengan baik tanpa ada celah, hal tersebut merupakan bakti hidup seorang wakil rakyat untuk menyejahterakan seluruh rakyat tanpa pandang bulu," jelas Fazal, Kamis (19/10) sekitar pukul 19.00 Wita di kediamannya.

Dirinya mengatakan, peran serta rakyat dalam membangun daerah Bolaang Mongondow merupakan hal terpenting untuk paradigma kemajuan daerah. Menurutnya, seorang wakil rakyat harus lebih konseptual, kritis dan aktif demi terciptanya Bolaang Mongondow yang hebat.

"Wakil rakyat tentunya harus menjaga rakyatnya, serta lebih mengutamakan kepentingan sosial dibandingkan kepentingan pribadinya, artinya wakil rakyat nanti harus orang yang benar-benar komitmen dalam menjaga amanah rakyatnya," pungkasnya.

Ditanya tentang maju atau tidak sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, dirinya tentu masih akan berkoordinasi dengan seluruh masyarakat, terutama keluarga. Menurutnya, jika memang masyarakat mendukung langkahnya untuk mengawal kepentingan sosial sebagai wakil rakyat, maka dirinya juga akan siap bertarung demi kemajuan daerah dan masyarakat Bolmong yang lebih berkualitas.

"Dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat sudah bulat, saya juga siap bertarung di kancah Pileg 2019 mendatang, ini semua karena keinginan saya untuk daerah ini agar lebih berkualitas, tentunya yang diinginkan masyarakat juga minimal sinergi dengan apa yang saya inginkan," ungkapnya.

Terkait kendaraan politik, dirinya mengaku sudah ada beberapa Parpol yang telah melakukan koordinasi dengan pihaknya. "Sudah ada sejumlah Parpol yang beberapa waktu lalu telah berkoodinasi dengan saya dan keluarga, namun kami masih melakukan pengkajian untuk hal tersebut," jelasnya.

Ia pun mengimbau, kedepannya di ajang Pemilu 2019 mendatang, program yang harus ditawarkan ke masyarakat harus lebih efektif lagi tanpa adanya wacana pembodohan sebagai bentuk pencitraan semata, sehingga potensi suksesnya Pemilu 2019 mendatang akan lebih implikatif dan rasional.

"Ajang Pileg 2019 mendatang, sebaiknya digunakan untuk kesejahteraan setiap masyarakat yang berhak disejahterakan, dan setiap masyarakat memiliki hak penuh untuk hal tersebut, oleh sebab itu Pemilu 2019 mendatang, tidak hanya dijadikan sebagai ajang pencitraan semata sehingga potensi pembodohan akan tetap membudaya, dan tentunya kualitas wakil rakyat nanti berimplikasi terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.


SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
DPD Partai Golkar Bolmong bersama Ketua KPUD Bolmong Fahmi Ghazali Gobel, Senin (16/10).

FajarTotabuan.com - Setelah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Partai Golongan Karya (Golkar) dinyatakan sah dan lengkap berkas untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) Kabupaten Bolmong Tahun 2019 nanti.

"Alhamdulilah proses pendaftaran di KPUD berjalan dengan lancar, data keanggotaan Partai Golkar sinkron dengan SIPOL KPU dengan jumlah 1440, maka dengan dinyatakan lengkap oleh KPUD Bolmong dan tentunya Partai Golkar sudah sangat siap untuk menghadapi Pemilu 2019," ucap Fadly Simbuang, salah satu Pengurus DPD Golkar Bolmong, Selasa (17/10).

Fadly mengatakan bahwa kedepannya Partai berlambangkan Pohon Beringin tersebut telah menargetkan untuk menang di Pemilu 2019 nanti. "Target kemenangan Partai Golkar 60% secara nasional," pungkasnya.

Menurutnya, Partai Golkar akan memprioritaskan keterwakilan Gender dan figur muda dalam perhelatan Pemilu Legislatif 2019 nanti. "Untuk Pemilu Legislatif 2019, Golkar akan mengedepankan keterwakilan perempuan 30%, serta figur muda yg potensial untuk bertarung di Pileg 2019," ujarnya.

Dirinya juga menghimbau, kesolidan Partai Golkar Bolmong tetap akan dipertahankan melalui konsep konsolidasi seluruh kader DPD Golkar Bolmong dengan seluruh lapisan masyarakat demi memperjuangkan kesejahteraan Masyarakat Bolmong seutuhnya.

"Perkuat konsolidasi partai dan selalu menjadi yang terdepan di tengah-tengah masyarakat karna suara Golkar adalah suara rakyat dan suara rakyat adalab suara Golkar," tutupnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolaang Mongondow (Bolmong) Fahmi Ghazali Gobel membenarkan bahwa Partai Golkar Senin kemarin (16/10), sudah melakukan pendaftaran di Kantor KPUD Bolmong, Kecamatan Lolak.

"Partai Golkar, Senin kemarin (16/10) sudah melakukan pendaftaran di KPUD Bolmong, dan dinyatakan lengkap berkas untuk berkompetisi di Pileg 2019," jelas Fahmi, Selasa sore (17/10) sekitar pukul 17.30 Wita.

SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Penyerahan berkas DPD Gerindra Bolmong ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmong, Nampak Ketua DPD Gerindra Bolmong Deddy Senduk saat melakukan penyerahan berkas Parpol ke Komisioner KPUD Bolmong.

Bolmong, FajarTotabuan.com - Pendaftaran Partai Politik sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serentak rencana akan ditutup pada Senin (16/10). Puluhan Parpol pun mengambil langkah untuk memaksimalkan waktu yang telah ditetapkan KPU di masing-masing wilayah yang ada di Indonesia.

Seperti yang dilakukan Parpol-parpol lain, DPD Gerindra Bolmong melalui Ketua DPD Gerindra Bolmong Deddy Senduk mengatakan bahwa DPD Gerindra sudah selesai melakukan pendaftaran dan telah dinyatakan lengkap oleh Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Bolmong.

"Puji Tuhan, Gerindra Bolmong sudah selesai melakukan pendaftaran, dan di nyatakan lengkap oleh KPU Bolmong," ucap Ketua DPD Gerindra Bolmong Deddy Senduk melalui akun WhatsAppnya, Senin (16/10) sekitar pukul 11.30 Wita.

Deddy turut memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPD Gerindra Bolmong yang telah bekerja sama demi identitas Parpol sehingga bisa terdaftar  di KPUD Bolmong, serta antusiasme masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow yang mendukung Gerindra sebagai salah satu Parpol yang ada di Indonesia dan khususnya di Bolaang Mongondow.

"Ini semua juga berkat animo Masyarakat Bolmong, Pengurus DPC dan Pengurus DPD Provinsi Sulut yang sangat membantu sehingga verifikasi dapat berjalan lancar," ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa program yang diprioritaskan oleh DPD Gerindra Bolmong yakni menyukseskan Prabowo Subianto (Ketum DPP Gerindra) sebagai Presiden Republik Indonesia dan tentang kesejahteraan rakyat kedepannya.

"Target utama meloloskan dan menyukseskan Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia, membawa  Gerindra partai yang  lebih dekat dengan rakyat, dan partai yang membela kepentingan dan kesejahteraan rakyat," tutupnya.


FTc
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Ketiga Figur Muda yang dipastikan bakal maju di Pileg 2019, Ruslandi Panigoro (kiri), Sulhan Manggabarani (Tengah), dan Risal Hanapi (kanan)


Bolmong, FajarTotabuan.com - Pertarungan politik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019 nanti untuk memperebutkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dirumorkan bakal kebanjiran figur dari kalangan generasi muda. Pasalnya, potensi figur dari generasi muda kini sudah menjadi 'tranding topic' dalam bursa Pileg 2019 mendatang.

Beberapa figur muda yang kerap dirumorkan oleh sejumlah masyarakat pun mulai nampak dalam melakukan upaya pendekatan politik terhadap Partai-partai Politik tertentu. Upaya pendekatan serta retorika akademis dan organisatoris terhadap masyarakat juga tengah dilakukan oleh beberapa figur muda dengan melakukan sosialisasi dan konsolidasi hingga menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, bahkan secara agamais.

Pagelaran Pileg 2019 nanti, tentunya akan dimanfaatkan secara matang oleh para generasi muda tersebut ketika munculnya isu dan wacana tentang peran generasi muda penerus bangsa dalam berkarya secara kreatif, inovatif, dan akuntabilitas.


Terkait ide, motivasi yang diperoleh dari masyarakat merupakan salah satu bentuk niat dan keinginan para figur muda tersebut untuk bertarung di kancah politik Pileg 2019 nanti.

Ruslan Panigoro
"Maju di parlemen bukanlah suatu kemauan, akan tetapi tanggung jawab moral sebagai anak daerah sangat diperlukan yakni dalam berfikir kreatif, aspiratif dan idealist yang semata-mata untuk memajukan daerah tercinta Bolaang Mongondow," ujar Ruslan Panigoro, Ketua DPK Golkar Bolaang Timur.


Senada dengan Panigoro, Sulhan Manggabarani SE SH juga mengemukakan tentang niat baiknya untuk maju sebagai aspirator masyarakat di Dapil 1 Kecamatan Lolak dan Kecamatan Sang Tombolang.

Sulhan Manggabari SE SH
"Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energik maka dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk menjadi daerah yang lebih baik, sehingga itu membuat saya terpanggil untuk maju di Pileg 2019, dan saya  juga berharap kepada kader muda lainnya agar bisa juga maju di 2019," pungkas Sulhan dengan senyum khasnya.


Risal Hanapi juga menambahkan bahwa kaum muda tentunya memiliki peluang untuk memajukan daerahnya, sehingga keinginan untuk maju dan bertarung di Pileg 2019 nanti menjadi sangat kuat seiring dengan melihat Tupoksi wakil rakyat kedepannya yang benar berjuang demi kepentingan rakyatnya.

Risal Hanapi
"Peluang sudah sangat terbuka lebar bagi mereka yang ingin berjuang untuk memajukan daerahnya, tanpa adanya peran pemuda dalam gerbong perjuangan tentu bisa dipastikan akan gagal jika melihat perkembangan zaman di era modernisasi, maka dengan memilih untuk bertarung di Pileg 2019 nanti, saya pun yakin rakyat akan bersama dengan orang yang benar-benar berjuang untuk kesejahteraan rakyatnya," ungkap Rizal, salah seorang pemuda warga Kelurahan Inobonto 1 yang sukses di Timika.


Terpisah, salah satu Tokoh Masyarakat di Kelurahan Inobonto 1, Faruk Bumulo yang juga merupakan Ketua DPK Golkar Kecamatan Bolaang mengatakan bahwa sudah saatnya kaum muda untuk bertarung dalam kancah politik melalui Pileg 2019 nanti. Menurutnya, dengan adanya figur muda maka perhelatan politik di Wilayah Pantura Kabupaten Bolmong bakal ramai dan bersemarak.

"Selaku Ketua DPK Golkar Bolaang, saya mendorong kaum muda untuk berkreasi di Tanah lahir Totabuan tercinta melalui Pileg 2019 nanti, sehingga peran pemuda sebagai 'agen perubahan' dapat terwujud melalui perjuangan dalam memajukan daerahnya," pungkas Pengusaha Sukses ini.

Adapun figur muda yang dirumorkan akan melenggang  dan bertarung di kancah Pileg 2019 untuk memperebutkan kursi DPRD di Dapil Pantura (Dapil 1 dan Dapil 2) Bolaang Mongondow yakni Sulhan Manggabarani SE SH, Ruslan Panigoro, Risal Hanapi, Marcell Tangkere SE, dan Fazal Al-Zaghladi Ginoga.


FTC
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Bupati Bolaang Mongondow Utara, Depri Pontoh (Photo: Google)
FajarTotabuan.com - Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tidak lama lagi digelar. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun ada yang telah menentukan langkah awal. Seperti yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) Sulawesi Utara. Betapa tidak, partai dengan lambang moncong putih ini terbilang cepat dalam mengambil keputusan untuk berkoalisi dengan PPP mengusung Depri Pontoh di Pilkada Bolmut 2018. 
Langkah itu pun disepakati oleh Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey dengan keluarnya surat kesepakatan koalisi antara PDIP dan PPP pada Pilkada Bolmut 2018 nanti tertanggal 15 September 2017 lalu.
Surat kesepakatan antara PDIP dan PPP yang mengusulkan Depri Pontoh sebagai Calon Bupati Bolmut 2018 ditandatangani Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey dan Sekretaris DPD PDIP Sulut Frangky D Wongkar serta Ketua DPW PPP Sulut Depri Pontoh dan Sekretaris DPW PPP Sulut Agus Abdullah Seno, (Photo: TN)

Dengan adanya koalisi Hijau-Merah, bisa dipastikan Depri Pontoh memasuki tahap aman pertama dengan melihat jumlah kursi kedua Partai tersebut di DPRD Bolmut. “Sebagai kader, saya siap (maju Pilkada Bolmut),” kata Ketua DPW PPP Sulut Depri Pontoh saat diwawancarai awak media beberapa hari lalu, Rabu (27/9).
Depri Pontoh yang juga merupakan Bupati Bolaang Mongondow Utara Incumbent ini mengatakan, berkoalisi dengan PDIP adalah hasil komunikasi intens dilakukannya selama ini dengan PDIP, termasuk dengan Ketua PDIP Olly Dondokambey yang tak lain Gubernur Sulut. Meski dalam rekomendasi tersebut belum menyebut nama bakal calon pendampingnya, namun mantan birokrat handal ini mengisyaratkan  nama Amin Lasena yang selama ini tenar dibicarakan.


Namun, jika terkait koalisi, Depri mengungkapkan bahwa pihaknya sampai saat ini masih akan tetap terbuka bagi partai-partai lain yang ingin bekerja sama dalam Pilkada Bolmut 2018 nanti. “Kami tetap terbuka berkoalisi dengan partai lainnya. Dan komunikasi-komunikasi terus berlangsung,” terangnya.


Sementara itu, niatan Depri Pontoh untuk melanjutkan Pemerintahan di Bolaang Mongondow Utara sebagai Bupati didukung oleh sejumlah kader PPP. Seperti yang dikemukakan Ketua DPC PPP Kota Manado Madzhabullah Ali bahwa sosok Depri Pontoh adalah tokoh masa depan partai belambang ka’bah itu di Sulut, sehingga itu arus dorongan Depri Pontoh untuk kembali bertarung di Pilkada Bolmut mendapat dukungan besar dari seluruh kader PPP se-Sulut. 

“Beliau adalah harga diri kami. Kemenangannya adalah kemenangan seluruh kader PPP di Sulut,” pungkas Madzabullah yang langsung diaminkan kader PPP lainnya.


Tak hanya Ketua DPC PPP Kota Manado, Sekretaris DPW PPP Agus A Abdullah didampingi Wasek OKK DPC PPP Manado Nur Rahma Laidar POla dan Ketua DPC PPP Bolmut juga menegaskan, kemenangan Ketua DPW PPP Sulut Depri Pontoh di Pilkada Bolmut 2018 nanti, sudah menjadi perhatian tersendiri dari DPP PPP. 

“Kemenangan PPP di Bolmut itu adalah agenda nasional. Artinya, kami harus memenangkan ketua kami di Pilkada Bolmut. Momen ini kami tidak akan sia-siakan,” jelas Abdullah.


(tr1#)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

 Rasky Mokodompit/ist

FajarTotabuan.com - Pemilihan Walikota Kota Kotamobagu pada 2018 kian memanas dengan bermunculan sedert nama yang masuk pada bursa pencalonan.

Kini, figur muda pun mencuat di ingin mendapati bangku nomor satu di Kotamobagu tersebut. Figur tak lain, Rasky Mokodompit yang kini duduk di bangku DPRD Sulut resmi mengambil formulir pendaftaran di Partai Golkar.

"Mengambil formulir bakal calon wakil walikota, tentu sudah melalui pertimbangan. Termasuk izin dari keluarga," ujarnya kepada awak media.

Dirinya menambahkan, siap jika memang Partai Golkar akan mengarahkan dirinya tuk mengabdi di Kotamobagu. "Sebagai kader partai, saya punya visi misi untuk mengabdikan diri untuk Kota Kotamobagu," terangnya.

"Kalau Tuhan izinkan mudah-mudahan saya siap lahir bathin," tambahnya.
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Politisi Golkar, Rasky Mokodompit/ist

FajarTotabuan.com - Aroma balas dendam mulai tercium di Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Kotamobagu 2018. Pasalnya, Partai Golongan Karya (Golkar) siap kembali untuk merebut bangku milik Walikota Tatong Bara, yang sebelumnya bangku nomor satu itu, telah direbut pada Pilkada lalu.

Kesiapan tersebut, dibeberkan politisi Golkar yang duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). "Saat ini kita siap, karena Golkar memiliki Fraksi utuh di DPRD Kotamobagu. Jadi kita bisa mengusung meski tanpa koalisi," beber Rasky Mokodompit, senin (24/07/2017).

Anggota Komisi II ini juga tak ingin sesumbar untuk Partai Golkar sendiri bertarung di Pilwako nanti. "Tapi kita juga tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi. Bila nanti berkoalisi target kita menang," tambah dia diruang kerjanya.

Untuk figur, dirinya menjelaskan akan mengikuti mekanisme partai dan melihat hasil survey. "Golkar tidap menutup kemungkinan mengusung figur luar kader Golkar," jelasnya.

Meski begitu, katanya lagi, Golkar masih kaya figur untuk diusung guna merebut bangku Walikota Kota Kotamobagu. "Masyarakat sudah menilai saat pemimpin dari Golkar dan saat ini bukan dari partai Golkar," sindirnya.

Terlebih menurutnya, saat ini Fraksi Golkar di DPRD Kota Kotamobagu lagi konsisten mewakili rakyat. "Apa lagi saat ini Fraksi Golkar sangat konsen mengawal kebutuhan rakyat," pungkasnya. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Konni Balamba saat mengambil Formulir di DPC Hanura Kota Kotamobagu didampingi Panitia Penjaringan Balon Cawali dan Wawali Kota Kotamobagu bersama beberapa Sahabat Jurnalis, Sabtu (22/07) pukul 15.00
FajarTotabuan.com - Tinggal setahun lagi perhelatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Kotamobagu digelar. Sejumlah figur pun mulai nampak turun lapangan untuk memastikan bisa beradu dan berkompetisi pada pesta rakyat 5 Tahun sekali itu. 
Dari berbagai kalangan politisi, pengusaha dan birokrat, ada juga dari kalangan jurnalis yakni Konni Balamba. Jurnalis senior yang juga pimpinan redaksi di salah satu Media Cyber di wilayah Bolaang Mongondow Raya itu mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Walikota di DPC Hanura Kota Kotamobagu pada Sabtu (22/07) sekitar pukul 15.00 Wita. 
Kedatangan Koni yang didampingi beberapa sahabat Jurnalis, disambut oleh ketua DPC Hanura Kota Kotamobagu Agus Suprijanta dan panitia penjaringan.
Setelah selesai pengambilan formulir, Konni pun mengatakan bahwa sebagai warga negara, tentunya ia memiliki hak yang sama untuk ikut dalam Pilwako Kotamobagu tahun 2018.
“Tentunya sebagai warga negara, kita berhak untuk tampil di pilwako,” ucap Konni.
Menurutnya, keinginan dirinya untuk maju sebagai Wakil Walikota Kotamobagu ini sudah mendapat dukungan dari semua keluarga, sahabat, dan masyarakat Kotamobagu.
“Yang jelas sikap saya ini, sudah mendapat dukungan dari keluarga, sahabat saya dan khususnya masyarakat Kotamobagu,” katanya.
Selain di Hanura, Konni juga memastikan akan mendaftar di beberapa parpol diantaranya Golkar dan PKB. “Rencananya juga saya akan mendaftar sebagai bakal Calon Wakil Walikota di Golkar dan PKB,” ujarnya.
Ketua Panitia Penjaringan DPC Hanura Kotamobagu Agus Suprijanta mengatakan,  hingga Sabtu sore tadi, tercatat sudah ada 10 figur yang mendaftar di Hanura baik sebagai bakal calon Walikota maupun Wakil Walikota.
“Sudah ada 10 figur yang mengambil formulir pendaftaran Balon Walikota maupun Wakil Walikota diantaranya, Abdul Kadir Mangkat, Syahrial Damopolii, saya sendiri (Agus Suprijanta), Kadir Rumoroy, Mahipal Khan, Tatong Bara, Jainuddin Damopolii, Sumitro Lasabuda, Koni Balamba dan Dr Jusnan Mokoginta,” kata Suprijanta.
 (FTc)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Ketua Tim 7 Plus Demokrat Sulut, Marthen Manopo Saat Wawancarai Pewarta/ist

FajarTotabuan.com - Tim 7 Plus bentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) memiliki beberapa keriteria untuk dicalonkan maupun didukung di Pilkada 2018 nanti.

Sebelumnya, Ketua Tim 7, Marthen Manopo mengatakan kita (Demokrat-Red) akan melihat kondisi apakah nanti akan sebagai partai pengusung atau partai pendukung. "Tergantung mekanisme kita, tapi kita punya keinginan untuk mengusung dan juga memenangkan," tungkasnya, selasa (11/07).

Disisi lain Tim 7 mengakui tidak akan ada mahar dalam pinangan Partai Demokrat nanti. Namun, saat disinggung karakteristik yang akan dicalonkan "Isi Tas" masuk dalam karakteristik tim 7. "Kita punya SOP dalam partai, dan indikator calon elektabilitas, loyalitas, pimpinan, dan isi tas," jelasnya.

Marthen menjelaskan isi tas yang dimaksud bukan sebagai pengganti mahar tapi melainkan sebagai cost politik. "Cost politik itu perlu, untuk melaksanakan tahapan Pilkada," tambahnya lagi.

Sementara itu, anggota tim 7, Lock Kojongian menerangkan untuk figur yang akan didukung nantinya akan juga menggunakan jasa lembaga survey. "Kita juga akan menggunakan lembaga survey untuk melihat figur-figur mereka," pungkasnya. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Tim 7 Plus yang Di Bentuk DPD Partai Demokrat Sulut/ist

FajarTotabuan.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Sulawesi Utara (Sulut) sudah siap menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di 6 Kabupaten/Kota di nyiur melambai dengan membentuk tim 7 plus.

Inisiatif dibentuk tim 7 ini, berawal dari bahan evaluasi setelah dilantiknya pengurus baru DPD PD Sulut. "Tim 7 ini punya target memenangkan 6 Kabupaten/kota di Sulawesi Utara," ujar Ketua Tim Marthen Manoppo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut.

Soal figur Marthen menjelaskan tim ini yang nantinya akan mendengar visi misi setiap calon yang akan meminta Rekomendasi atau diusung PD. "Kita akang mengusung kader atau tokoh yang ada di masing-masing daerah nantinya," tambah Marthen diruang kerjanya, selasa (11/07).

Senada dengan itu, sekertaris tim James Karinda mengatakan sudah banyak figur-figur yang mulai melirik partai berlambang mercy ini. "Tapi komunikasi itu, kita tidak mau hanya sekedar memberikan rekomendasi, calon yang akan maju sudah komunikasi dengan partai ini," tungkasnya.

Dijelaskan lagi, siapapun yang akan mendapatkan rekomendasi dari PD harus melalui mekanisme yang ada di PD. "Kemudian proses ini akan bergulir, karena tidak mungkin kita membuat tim 7 jika tidak ada calon-calon yang membangun komunikasi," tuturnya.

Diketahui Tim 7 ini di Ketuai oleh Marthen Manoppo, Sekertaris James Karinda dan anggota Fauzi Stela Pakaya, Donny sumual, Johan mantje Nelwan,Jemmy Kowaas dan Lock Kojongian menargetkan memenangkan Pilkada yang akan berlangsung di 6 Kabupaten/kota di Sulut. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Aditya Anugrah 'Didi' Moha, S.Ked, MM saat sedang berargumentasi sewaktu kegiatan Parlemen DPR RI, September 2012 (Dok: ADM)

FajarTotabuan.com - Sudah semakin dekat hajatan Pemilihan Walikota Kotamobagu. Muncul banyak wajah pendatang baru, serta nama-nama yang identik di dunia perpolitikan dengan suhu politik yang terbilang cukup berpengaruh saat melihat "Track Rackord" figur masing-masing. 

Dari hasil pantauan Media ini, konsep berfikir masyarakat kotamobagu berbeda-beda dan penuh retorika dalam menentukan sikap. Termasuk pandangan untuk Figur muda asal Kotamobagu Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked, MM yang dirumorkan akan maju dan mencalonkan diri di kancah Pilwako Kotamobagu 2018. 

"Berawal dari sebuah pemikiran spekulasi dan dikira seorang instanis, akhirnya terpesona dengan rasionalisasi ilmu organisasinya," seperti ucapan seorang warga Kelurahan Pobundayan Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jalong Mokoagow.

Dalam benak Jalong Mokoagow yang telah terdoktrin dengan kepesimisan terhadap seorang Tokoh Muda Aditya Anugrah 'Didi' Moha S.Ked MM, Ia pun berkomentar bahwa seorang anak muda yang tak kenal akan dunia parlementer berwajah politis, hanyalah bisa menjadi bingkai penghias wajah Sulawesi Utara.

"Saat itu kami pesimis dengan ADM, apalagi dia masih sangat muda dan minim pengalaman, tentunya dia akan sangat sulit bertarung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut dan khususnya Bolaang Mongondow," katanya sambil memegang cangkir kopi di Kedai Bogani, Selasa malam (20/06) saat berdiskusi dengan awak Media.

Berjalannya waktu kira-kira sekitar 6 Tahun lebih, ternyata menjadi solusi otentik dalam konsep berfikir Jalong Mokoagow. Bahkan menurutnya, kekeliruan ini ternyata haram untuk dipertahankan karena kerangka berfikir yang awalnya telah dijadikan dogma, hingga terlalu naif dan akhirnya semuanya tak ada yang terbukti.

ADM saat menyampaikan aspirasi ketika pembahasan Konsep Perekonomian Indonesia di Ruang Paripurna DPR RI, Mei 2017 (Dok: ADM)

"Sekarang, 'Didi' mampu membuktikan keraguan kami, 'Didi' mampu bertarung di level pusat dan menjadi Sekretaris Komisi XI di DPR RI. Itu adalah prestasi aleg perwakilan Sulut yang kami rasa sangat membangakan kami selaku warga Bolmong Raya," pungkasnya lagi sambil tersenyum.

Tak kalah dengan Jalong, seorang warga Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat pun berasumsi yang hampir mirip dan bisa dikatakan sekuler, sungguh aneh bila dicerna "mentah-mentah" apa yang dikatakannya.

Menurutnya, kepopuleran ADM tak lain karena pengaruh Sang Bunda Pembaharu Ny Hj Marlina Moha Siahaan. Konsep pasif seorang ADM tak bisa dipercaya masyarakat untuk meneruskan jenjang politiknya.

"Kami fikir Didi hanya anak-anak yang nantinya ketika di DPR RI,cuman Duduk,diam dan duit,tapi semuanya tertepis ketika kami melihat kinerjanya di DPR RI yang ternyata cukup memberikan kontribusi untuk masyarakat Bolaang Mongondow," kata Rahmat Lamusu sambil memegang Handphoe dan menyeriusi Game Online miliknya.

Saat yang bersamaan, muncul pernyataan yang diungkapkannya bahwa Aditya Moha sudah berhasil membuktikan pekerjaannya dan sukses di saat muda hingga bisa memiliki karakter yang energik, sosialis serta politis.


Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Sulut Peter Yacob saat memberikan Cindera Mata kepada Aditya Anugerah Didi Moha, S.Ked, MM – Anggota Komisi XI DPR RI, November 2015, (Dok: ADM)

"Didi adalah pemimpin masa depan kota. Didi orang yang energik dan memiliki link dan jaringan yang sangat kuat, kami tidak akan ragu dan salah kali ini," ujarnya.

Kecocokan seorang figur yang mumpuni di berbagai bidang tentunya menjadi esensi 'Good Governance'

"Harapan kami, ADM harus maju di Pilwako 2018, namun jika tidak maju, maka Insa Allah kami akan menjatuhkan pilihan ke Djainudin Damopolii," tutupnya.


Syamriel Van Gobel

Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Penulis: Firasat Mokodompit, SE

FajarTotabuan.com - Semua serba instans, dulunya mereka minta menutup Conch Cement saat ini justru sebaliknya nya bela Conch. Dulunya bangga akan tindakan seorang Pemimpin skarang justru mendorong Polda tuk bersikap.

Lepas salah atau benar sebagai bagian dari Orang MONGONDOW seharusnya punya sikap Kearifan dan EMPATY, Corsa Kemongondowan inilah seharusnya dikedepankan, bukan malah nimbrung bak pahlawan kesiangan dorong PROSES  Hukum. yang seharusnya begitu kasus dicabut Pelapor (Delik Aduan), maka pihak penegak hukum harus taat asas.

Benar didalamnya ada Pidana Pengrusakan, namun pihak pelapor telah mencabutnya, terus ada apa dengan Polda. Hukum Pidana kita ditetapkan atas dasar Konsensus/ Permusyawaratan Permufakatan, nak jika pihak Pelapor dan Terlapor telah tandatangani perdamaian dan cabut masalah ini apa masih diteruskan dengan pertimbangan Pidana tadi.

Terus terang secara pribadi saya harus patuh pada hukum sekaligus menegakkan Supremasi Hukum, namun jika sudah masuk wilayah Permufakatan damai, seharusnya itu yg di sikapi Polda dgn kedepankan Kesepahaman bersama kedua belah pihak.
Bupati dalam OADATAN IN MONGONDOW adalah Wali Adat, atau pemangku adat tertinggi di MONGONDOW, sebagaimana di berikan pada Hajjah Yasty sebelum jadi Bupati maupun saat 23 Mei 2017 dijemput ( Intum- Intum In Mongondow) saat ybs menjadi Bupati dan dijemput secara adat.
Konsekwensi dari pemberian Gelar adat ini tentu Berimplikasi RUKADAN NATON KOMINTAN. Bukan saling tunjukkan kehebatan yg tidak hebat dorong minta Kapolda Panggil Hajjah Yasty. Ada aturan main nya bro, tidak serta Merta pones Bupati bersalah dan dorong PROSES hukum.

DIMANA IDIALISMEMU SEBAGAI ANAK MONGONDOW ?

Case Conch Cement- Sulenco adalah akumulasi dari Permainan Kebijakan Pemerintahan sebelumnya, Tidak Kooperatifnya Conch Cement patuhi aturan dan Proses PEMBIARAN Pemerintahan Provinsi.

Mari kita sikapi tiga hal tersebut, ternyata pihak Instansi terkait mewakili Pemda cq. Bupati telah mengeluarkan perizinan dan rekomendasi 2015-2016 ( Kadaluarsa), dan kesemuanya tidak melalui kajian tehnis mendalam, contoh Lokasi pabrik Inobonto satu tertulis dlm izin Desa Solog, ini KEFATALAN apa disengaja atau memang dipermainkan keberadaan Conch Cement ini hingga dua tahun jalan tanpa izin yg benar ILEGAL.

Kedua, Posisi Conch Cement, sebagai Investment internasional kerjasama dgn perusahaan lainnya kal PT.Sulenco Bohusami Cement, dlm perjanjian kedua belah pihak jelas bahwa Sulenco lah yg akan urus Izin- Pembebasan tanah, ngatur Galian C Ilegal dan perizinan lain nya. Nah hingga dua tahun ternyata Izin yg diharapkan sesuai aturan tidak terbit terbit, bahkan IUP-OP, WIUP, Galian C serta Izin Pembangunan Pelabuhan Khusus tidak dimiliki Conch Cemwnt- Sulenco namun mereka tetap kerja hingga capai 40 Prosen.

Ketiga, adanya Proses PEMBIARAN,  Pemprov memang memiliki Kewenangan tuk keluarkan IUP- OP, WIUP, IZIN PELABUHAN KHUSUS DAN GALIAN C, nah hingga dua tahun juga entah dimana hambatan nya izin ini tidak pernah terbit bahkan adanya proses pembiaran Jutaan Kubik Galian C masuk Ilegal semua.

TINDAKAN BUPATI DGN KEWENANGAN SEBAGAI KEPALA DAERAH

05 JUNI 2017, setelah dilakukan koordinasi dgn SKPD terkait, dengan Forkompinda Bolmong dan dialog Masyarakat Lingkar tambang berdampak, Bupati mengambil langkah Tegas POLICE LINE lokasi Pabrik dan lakukan Penutupan sementara kegiatan pembangunan pabrik semen Krn dlm pertemuan tsb Pihak MANAGEMENT CONCH CEMENT tidak bisa menunjuk kan Perizinan, dan benar semua persyaratan administrasi ILEGAL alias habis masa berlakunya.

Bupati bersama staf dikawal sebagian satpol PP menuju Pelabuhan Khusus, ditepi pantai Inobonto satu lingkungan 10, nah saat itulah melalui HT terinfo adanya Pengrusakan, dan ini wujud  Ekses tidak dlm skenario dan Bupati minta HENTIKAN.
Namun apa dikata Nasi sudah menjadi bubur, terjadi Insiden tsb yg tak terkontrol, sebagai pimpinan daerah Bupati secara Gentlement tunjukkan Tanggung Jawab bahwa ini menjadi Attensi beliau dan siap hadapi jika ada proses hukum atau laporan polisi dari pihak Conch Cement.

LAHIRNYA KESEPAKATAN DAN KESEPAHAMAN BERSAMA

Direksi Conch Pusat dan Provinsi serta MANAGEMENT CONCH lakukan musyawarah dengan Bupati Instansi terkait, lahirlah Kesepakatan  8 Point yg mengakomodir kepentingan kita masyarakat MONGONDOW dan kepentingan Pemda KEDEPAN sebagai daerah Investasi, salah satu point PENCABUTAN LAPORAN POLISI OLEH CONCH atas Pengrusakan MESS KARYAWAN.

Jelas endingnya UNTUNGKAN kita di MONGONDOW, hanya saja pihak Polda lanjutkan proses hukum, 14 orang satpol.PP ditahan dan bsk Kaban, Sek, komdan operasi akan penuhi panggilan POLDA tuk diperiksa sbg TSK.

Banyak pihak atas nama Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow, para Aktifis berbagai latar belakang nimbrung bela Kapolda dan dorong terus proses hukum. Bagi saya sah sah saja itu, namun dimana Kemongondowan Anda yg selalu kedepankan Orang MONGONDOW justru berbalik serang Hajjah Yasty yang berkeinginan kuat Sejahterakan Rakyat MONGONDOW, akal sehat saya terusik, so sejahat inikah keadaan hingga harus sudutkan Bobato? Orang yang berjuang tuk tegakkan Wibawa Pemda dan Harga Diri orang MONGONDOW justru didorong dorong sebagai Aktor Intelektual.

Sudah jelas Pelapor Telah Menarik laporan polisi seharusnya jika mengerti hukum maka seharusnya kita semua mepertanyakan ada apa kok Polda bersikukuh lanjutkan proses hukum ???
Memang benar damai tidak menjatuhkan pidana, namun hukum juga seharusnya diletakkan pada Konsensus Permusyawaratan.

Saya merasakan kalian yang mengatasnamakan aktifis tidak cinta Bolaang Mongondow, apakah kalian inginkan Bolmong ini STAGNAN terus, atau ada keinginan Udang Dibalik Batu titipan serang Hajjah Yasty ?? 

Salah besar jika kalian berpikir seperti itu, Hajjah Yasty- Yanny Terlegitimasi dukungan 64 Persen Rakyat Pemilih Bolmong, nah yang menyikapi keberadaan ini kalian yg ada di Kotamobagu nimbrung masuk wilayah Conch yg sama SKALI kalian tidak tau isi perut Conch seperti apa hingga Bupati Tegas Menutup? Seharusnya kalian bangga bukan justru perkeruh masalah dan dorong dorong bela Kapolda.

Ironi memang Negeri MONGONDOW ini, terlalu banyak MANGAKU orang MONGONDOW namun tidak menjaga Marwah Kemongondowan, mana Corsamu, mana Oadatanmu, mana Mototompiayaanmu ?

Apapun yg dilakukan Hajjah Yasty sebagai Pemangku Adat tertinggi di MONGONDOW patut dibela atau minimal Diam, bukan sebaliknya memperlihatkan kehebatan ternyata INSTAN semua.

Sebagai pemangku adat apapun persoalan yang dihapi kita harus urun rembuk, Krn yg diperjuangkan Hajjah Yasty adalah untuk kepentingan Daerah Bolmong dan kepentingan Masyarakat bukan kepentingan pribadi Bupati.

Nah dari penyampaian diatas dapat saya simpulkan sbb :

1. Mari kita kembali ke Marwah dan Jati Diri orang MONGONDOW yg selalu kedepankan Bobahasaan, Oadatan bo Mototompiyaan. Mongondow butuh pemimpin tegas, pemimpin yg Ayomi rakyatnya pemimpin yg siap perjuangkan Kesejahteraan Rakyat.

2. Kapan kita bisa maju jika hari ini TUMPALAKITA mosi Turakan, mosi labuan, mosi genggengan.

3. Kritik.perlu, namun Konstruktif dengan tidak tinggalkan kaedah Kemongondowan naton tolu Motoluadi.

4. Jika masih gunakan Dendam Pilbup yang alami Kekalahan, sudah jo karna Hajjah Yasty telah sampaikan TUTUP BUKU, tidak ada lagi pro kontra, Bupati Terpilih adalah Bupati Naton Komintan kon Bolaang Mongondow

5. Sadarlah bahwa Bolaang Mongondow ini milik Kita Tolu, wajib hukumnya kita jaga bersama, sebab jika lakukan prose pembusukan terus maka tidak menutup kemungkinan mongondow tinggal nama, dan kita semua MOYAPU KON DODOP sesali perbuatan kita sendiri. Nauzubillaminzalik.

Bolaang Mongondow, Juni 2017
Dipostkan oleh Syamriel Van Gobel
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Forum Konsultasi dan Sosialisasi Publik yang digelar PT. Conch pada Rabu (02/03/2016) lalu.

FajarTotabuan.com - Desas-sesus adanya Aroma politik dibalik perdamaian antara PT Conch North Sulawesi Cement Bolmong dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, Senin (12/06) lalu kian menjadi tanda tanya besar.

Perdamaian yang tercipta pada hari senin itu, memiliki jarak waktu yang sedikit dengan statment tegas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey pada jumat (09/06), setelah menghadiri usai rapat paripurna LHP BPK di DPRD Sulut.

Jumat itu, Gubernur Sulut mengatakan PT Conch tidak ada masalah. Dia (PT Conch) sementara melakukan proses perizinan. "Saya kira tidak ada masalah. karena dulu sudah ada IMB dari Bupati yang lama jadi tidak ada salah cuma memang WIUP untuk berproduksi tidak ada," ujar Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut ini.

Sementara itu, pengamat politik dan pemerintahan di Sulut, Taufik Tumbelaka mengatakan Ada sisi positif jika benar terjadi "perdamaian" antara Pemkab Bolmong dengan investor karena ini menyangkut investasi ke Sulut.

"Kalau disinyalemenkan ada semacam signal dari Pemprop Sulut, mungkin saja karena dalam rangka menjaga iklim investasi dan juga harapan terjadinya pasar semen yang relatif berharga murah yang akan menguntungkan kepada sektor pembangunan fisik," ungkapnya, kepada media ini, kamis (15/06).

Tumbelaka juga mengatakan, Namun kedepan diharapan jika ada pihak yang ingin berinvestasi, sebaiknya dibantu. "Agar segala persyaratan administrasinya dapat dipenuhi sesuai aturan," tuturnya.(Ar) 
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Benny Ramdhani saat gelar "Brani Ngobrol Politik Indonesia" pada Senin kemarin, (12/06)
FajarTotabuan.com - Di kalangan politisi Sulawesi Utara, siapa yang tidak kenal sosok Benny Rhamdani (BRANI). Sesuai dengan jargonnya, Benny dikenal sebagai sosok pemberani dalam hal memperjuangkan hak rakyat, lebih khusus hak masyarakat Sulawesi Utara. Saat ini saja, di Gedung DPD RI, dirinya disebut Singa dari timur.
Benny menggagas sebuah dialog dengan tema, Brani Ngobrol Politik Indonesia dan sub Tema, Pilihan Politik ke Hanura serta kisruh politik di DPD RI.
Benny menjelaskan jika tujuan diadakannya dialog tersebut adalah untuk mencerdaskan cara berpolitik berdasarkan asas memperjuangkan hak rakyat.
Politik bukan sekedar alat untuk menafkahhi diri atau kolega, serta bukan sebagai alat kepentingan negatif. Pindahnya saya dari PDIP ke Hanura adalah langkah complit yang diambil untuk menyalurkan motivasi saya sebagai seorang politisi untuk memperjuangkan hak rakyat,” jelas Benny Senin kemarin, (12/06). 
Selain membahas seperti yang ada dalam tema, dialog tersebut juga sempat merembet pada masalah PT CONCH Versus Pemkab Bolmong.
Hal yang menarik juga saat masalah Provinsi BMR sempat disinggung. Dimana DPD RI sudah menyelesaikan tugas mereka dan merekomendasi PBMR menjadi CDOB. Namun akan tetap mengawal hingga proses selanjutnya.
Hadir dalam dialog Politisi partai Hanura se-Sulawesi Utara, OKP se-BMR Aktifis BMR serta undangan. Dialog tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama Benny Rhamdani.
Diketahui, untuk lebih leluasa memperjuangkan hak rakyat, Benny Rahamdani berencana mengambil jalur DPR RI pada pileg 2019 nanti.
Saat ini, Benny menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura. Juga menjabat wakil Komite I DPD RI. Benny juga merupakan sosok yang menjadi viral di pentas politik nasional, pasca dirinya menjadi orang yang paling lantang berbicara masalah regulasi yang ada di tubuh DPD RI.


OS/SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
   Sekertaris Fraksi Restorasi Nurani Keadilan, Noldy Lamalo/ist

FajarTotabuan.com - Wacana Rolling jabatan didalam tubuh Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kian menguat nyaring terdengar. Pasalnya, Fraksi Restorasi Nurani Keadilan (F-RNK) DPRD Sulut telah menyatakan dukungan atas Rekomendasi yang disuarakan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk melakukan perombakan struktur.

Dukungan F-RNK itu, dinyatakan sekertaris F-RNK Noldy Lamalo, karena menurutnya itu dianggap perlu demi memenuhi janji politik OD-SK dengan rakyat Sulut.

"7 program pokok yang dituang dalam 92 butir RPJMD dengan ujung tombak para perangkat daerah baik eselon 2 sampai eselon 4, namun sayangnya dari penilaian kami selama beberapa bulan terakhir, lebih dari 50 persen perangkat daerah tak mampu mengamankan kepercayaan yang diberikan OD-SK," jelasnya, rabu (07/06).

Kinerja yang kurang apik diperlihatkan perangkat daerah dalam mengamankan kepercayaan OD-SK membuat solusi itu lahir yakni rekomendasi Rolling jabatan. "Situasi saat ini sangat rentan akan pengentasan janji politik, banyak pimpinan Perangkat Daerah minim prestasi dan tak mampu berkoordinasi dengan OD-SK, maunya jalan sendiri," tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut ini.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat membeberkan pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi dengan memanggil beberapa intansi yang menjadi mitra kerja. 

"Dari hasil pembahasan dengan instansi-instansi yang ada, rata-rata mengecewakan minim akan peningkatan kerja dan penyerapan anggaran yang memberikan hasil langsung terhadap masyarakat, jika dibiarkan akan makin membias dan berdampak langsung kepada kredibiltas OD-SK," ucap Kumaat.

Lanjut Teddy, Komisi II selalu fokus pada program kerja OD-SK yang selalu bersentuhan dengan masyarakat. "Program kerja yang ada tidak menunjukan kepentingan keberpihakan terhadap rakyat tak sejalan dengan semangat OD-SK, padahal secara tegas dan jelas OD-SK "mengkultuskan" program kerja bersentuhan langsung terhadap masyarakat," kata ketua Fraksi PDI-P.

Untuk itu, demi memaksimalkan semangat dalam membangun daerah lewat program OD-SK Teddy menyatakan perlunya perombakan didalam tubuh Pemerintah Provinsi Sulut.(Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak suasana saat Bedah Buku oleh beberapa ilmuwan Kota Manado, Sabtu, (08/04).

FAJARTOTABUAN.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XI Aditya Anugrah Moha hari ini Sabtu, (08/04) menghadiri sekaligus membuka kajian publik dan bedah buku dengan tema "Ekonomi Politik Kesehatan Indonesia" yang bertempat di Rumah Kopi RA Klasik, Kelurahan Ternate Baru, Kota Manado.

Aditya A Moha saat memberikan kajian bedah buku di RA Klasik, Sabtu (08/04).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua KAHMI Kota Kotamobagu Aditya A Moha bahwa pelaksanaan kajian bedah buku akan dipusatkan di Kota Manado.

"Iya, rencana diskusi publik dan bedah buku kali ini akan dilaksanakan di Manado," kata ADM saat dihubungi melalui akun WhatsApp​nya, siang tadi (08/04).

Terinformasi melalui akun Facebooknya juga, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut yakni Dr dr Hi Taufiq Pasiak MPdi MKes, Dr Noldy Tuera, Dr Ferry D Liando, dan Aditya A Moha S Ked.


FTc