Articles by "Pendidikan"
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kondisi jembatan penghubung ke Sekolah SMK Katolik Werdhi Agung, Desa Kinomaligan, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dokumentasi oleh Tim TN

FajarTotabuan.com – Untuk terciptanya "Good Governance" dalam suatu Pemerintahan, salah satu hal yang harus diperhatikan yakni sarana penghubung (jembatan) baik darat maupun laut. Tentunya dengan adanya tunjangan pemerintah dalam rangka mensejahterahkan masyarakatnya, harus diadakannya sarana penghubung atau jembatan untuk melakukan seluruh aktifitasnya baik dalam pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan berbagai macam aktifitas lainnya.
Namun turut disayangkan dan sungguh miris, seperti yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow tepatnya di Desa Kinomaligan Kecamatan Dumoga Tengah, sarana penghubung atau jembatan antara pemukiman dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Werdhi Agung ternyata sampai saat ini kurang mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.
Tentunya hal ini patut dipertimbangkan oleh pihak Pemerintah, karena jembatan penghubung ke SMK Katolik Werdhi Agung hanya dengan menggunakan papan kayu kecil. "Kasihan siswa, saat melewati sungai harus melepaskan sepatu dan melewati kayu kecil," ungkap salah satu Guru SMK yang tidak ingin namanya dipublis di Media, Selasa kemarin (12/09).
Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk dapat memperhatikan keluhan mereka. “Kami sudah ajukan proposal ke daerah namun sampai dengan saat ini belum direalisasikan," katanya.
Terkait usulan pembangunan jembatan penghubung tersebut, menurutnya pengusulan tentang jembatan penghubung itu sudah dilakukan sejak masa kepemimpinan Bupati Salihi B Mokodongan. "Kami berharap Pemerintahan yang baru, Bupati dan Wakil Bupati dapat mendengarkan aspirasi meski hanya lewat Media," harapnya.
Melihat aktivitas perjalanan keseharian para siswa, selaku guru ia pun merasa malu terhadap siswa sebagai generasi penerus bangsa jika perjalanan ke Sekolah saja hanya menggunakan papan kecil pengganti jembatan yang tak kunjung diperbaiki.
"Mengapa pemerintah hanya memandang sebelah mata pendidikan anak bangsa, Pak Gubernur yang kami cintai, tolonglah berikan bantuan kepada anak bangsa yang masih pergi ke sekolah harus melewati jembatan kayu,” bebernya.
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Djafar Paputungan S.Pd mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait. 
"Kalo soal bangunannya, tentu saya bisa bantu komunikasi dengan Provinsi. Namun, keluhan ini jembatan penghubung ke Sekolah urusannya PU, tapi saya akan koordinasi dengan PU Kabupaten," tutur Kadis Pendidikan Bolmong.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bolmong Ir Norma Makalalag pun mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan dari warga sekitar. "Saya akan cek di lapangan, namun Sekolah dapat usulkan ke Pemkab. Siapa tau dapat dianggarkan pada APBD 2018 mendatang,“ pungkas Makalalag.

TN / SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Anggota DPRD Sulut, Ivone Bentelu/ist

FajarTotabuan.com - Dana sertifikasi guru  pada triwulan 3 dan 4 di tahun anggaran 2016 hingga kini belum dicairkan. Lantas, Pertanyaan akan dana tersebut berlabuh di Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Riak-riak kekecewaan guru pun membuat Anggota Legislatif Sulut, Ivone Bentelu secara responsive mencari kejelasan atas nasib yang diterima para pahlawan tanpa tanda jasa (Guru-Red).

“Secara jelas hak para guru ini wajib untuk di berikan” sentil Bentelu saat ditemui pada kamis (22/06) di gedung rakyat.

Informasi yang diterima wakil rakyat dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulut jika peralihan kewenangan atas guru-guru di tingkatan SMA-sederajat pada  tanggal 1 januari 2017.

“Tunjangan guru sertifikasi untuk tahun 2016 masih menjadi tanggung jawab kabupaten/kota untuk membayarkan," bebernya lagi.

Hal itu pun dibernakan oleh kepala Dinas Pendidikan Daerah provinsi Sulawesi Utara melalui kepala bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Arthur Tumipa jika peralihan beban gaji sertifikasi yang dipegang Pemerintah Propinsi berlaku pada 1 januari 2017.

“Untuk anggaran tahun ini semua bisa di cover,dan diharapkan para ASN dan juga THL bisa memaklumi,karena semua harus melalui proses dan aturan," jelasnya. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Djafar Paputungan, Dok: SVG


FajarTotabuan.com - Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Djafar Paputungan mengatakan bahwa sebanyak 210 tenaga honorer pengajar Sekolah Dasar (SD) telah dibayarkan gajinya oleh Diknas Bolmong pada Kamis, (22/06).


"Ada 210 Guru SD honor di Kabupaten Bolmong yang kami bayarkan gajinya," kata Kadis Pendidikan, pada awak Media.

Berdasarkan realisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017, Diknas Bolmong mengeluarkan 1,8 juta untuk honor guru SD setiap 6 bulannya. 

"Setiap Guru dianggarkan 1,8 juta per 6 bulan, jika dihitung per bulan Diknas membayar Rp. 300.000,- untuk setiap gurunya," jelasnya.

Menurutnya, kedepan Diknas Bolmong akan membayarkan honor guru SD pada setiap 3 bulannya atau triwulan. Ia menghimbau, tentunya harus sesuai dengan kinerja jika pembayaran dijadwalkan per triwulan.

"Rencananya selesai pembayaran ini, jadwalnya akan dirubah setiap triwulan, namun harus sesuai dengan skill dan kinerja oleh Guru Honor SD," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa target capaian dan pembagian tugas, serta regulasi merupakan dasar dari setiap guru honor SD jika ingin memaksimalkan pekerjaannya.

"Berikan dedikasi sebaiknya dalam melayani peserta didik, agar supaya putra-putri bisa jadi generasi yang lebih baik bagi daerah, bangsa dan negara," tutupnya.

Syamriel VG





Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Penulis: Firasat Mokodompit, SE

FajarTotabuan.com - Semua serba instans, dulunya mereka minta menutup Conch Cement saat ini justru sebaliknya nya bela Conch. Dulunya bangga akan tindakan seorang Pemimpin skarang justru mendorong Polda tuk bersikap.

Lepas salah atau benar sebagai bagian dari Orang MONGONDOW seharusnya punya sikap Kearifan dan EMPATY, Corsa Kemongondowan inilah seharusnya dikedepankan, bukan malah nimbrung bak pahlawan kesiangan dorong PROSES  Hukum. yang seharusnya begitu kasus dicabut Pelapor (Delik Aduan), maka pihak penegak hukum harus taat asas.

Benar didalamnya ada Pidana Pengrusakan, namun pihak pelapor telah mencabutnya, terus ada apa dengan Polda. Hukum Pidana kita ditetapkan atas dasar Konsensus/ Permusyawaratan Permufakatan, nak jika pihak Pelapor dan Terlapor telah tandatangani perdamaian dan cabut masalah ini apa masih diteruskan dengan pertimbangan Pidana tadi.

Terus terang secara pribadi saya harus patuh pada hukum sekaligus menegakkan Supremasi Hukum, namun jika sudah masuk wilayah Permufakatan damai, seharusnya itu yg di sikapi Polda dgn kedepankan Kesepahaman bersama kedua belah pihak.
Bupati dalam OADATAN IN MONGONDOW adalah Wali Adat, atau pemangku adat tertinggi di MONGONDOW, sebagaimana di berikan pada Hajjah Yasty sebelum jadi Bupati maupun saat 23 Mei 2017 dijemput ( Intum- Intum In Mongondow) saat ybs menjadi Bupati dan dijemput secara adat.
Konsekwensi dari pemberian Gelar adat ini tentu Berimplikasi RUKADAN NATON KOMINTAN. Bukan saling tunjukkan kehebatan yg tidak hebat dorong minta Kapolda Panggil Hajjah Yasty. Ada aturan main nya bro, tidak serta Merta pones Bupati bersalah dan dorong PROSES hukum.

DIMANA IDIALISMEMU SEBAGAI ANAK MONGONDOW ?

Case Conch Cement- Sulenco adalah akumulasi dari Permainan Kebijakan Pemerintahan sebelumnya, Tidak Kooperatifnya Conch Cement patuhi aturan dan Proses PEMBIARAN Pemerintahan Provinsi.

Mari kita sikapi tiga hal tersebut, ternyata pihak Instansi terkait mewakili Pemda cq. Bupati telah mengeluarkan perizinan dan rekomendasi 2015-2016 ( Kadaluarsa), dan kesemuanya tidak melalui kajian tehnis mendalam, contoh Lokasi pabrik Inobonto satu tertulis dlm izin Desa Solog, ini KEFATALAN apa disengaja atau memang dipermainkan keberadaan Conch Cement ini hingga dua tahun jalan tanpa izin yg benar ILEGAL.

Kedua, Posisi Conch Cement, sebagai Investment internasional kerjasama dgn perusahaan lainnya kal PT.Sulenco Bohusami Cement, dlm perjanjian kedua belah pihak jelas bahwa Sulenco lah yg akan urus Izin- Pembebasan tanah, ngatur Galian C Ilegal dan perizinan lain nya. Nah hingga dua tahun ternyata Izin yg diharapkan sesuai aturan tidak terbit terbit, bahkan IUP-OP, WIUP, Galian C serta Izin Pembangunan Pelabuhan Khusus tidak dimiliki Conch Cemwnt- Sulenco namun mereka tetap kerja hingga capai 40 Prosen.

Ketiga, adanya Proses PEMBIARAN,  Pemprov memang memiliki Kewenangan tuk keluarkan IUP- OP, WIUP, IZIN PELABUHAN KHUSUS DAN GALIAN C, nah hingga dua tahun juga entah dimana hambatan nya izin ini tidak pernah terbit bahkan adanya proses pembiaran Jutaan Kubik Galian C masuk Ilegal semua.

TINDAKAN BUPATI DGN KEWENANGAN SEBAGAI KEPALA DAERAH

05 JUNI 2017, setelah dilakukan koordinasi dgn SKPD terkait, dengan Forkompinda Bolmong dan dialog Masyarakat Lingkar tambang berdampak, Bupati mengambil langkah Tegas POLICE LINE lokasi Pabrik dan lakukan Penutupan sementara kegiatan pembangunan pabrik semen Krn dlm pertemuan tsb Pihak MANAGEMENT CONCH CEMENT tidak bisa menunjuk kan Perizinan, dan benar semua persyaratan administrasi ILEGAL alias habis masa berlakunya.

Bupati bersama staf dikawal sebagian satpol PP menuju Pelabuhan Khusus, ditepi pantai Inobonto satu lingkungan 10, nah saat itulah melalui HT terinfo adanya Pengrusakan, dan ini wujud  Ekses tidak dlm skenario dan Bupati minta HENTIKAN.
Namun apa dikata Nasi sudah menjadi bubur, terjadi Insiden tsb yg tak terkontrol, sebagai pimpinan daerah Bupati secara Gentlement tunjukkan Tanggung Jawab bahwa ini menjadi Attensi beliau dan siap hadapi jika ada proses hukum atau laporan polisi dari pihak Conch Cement.

LAHIRNYA KESEPAKATAN DAN KESEPAHAMAN BERSAMA

Direksi Conch Pusat dan Provinsi serta MANAGEMENT CONCH lakukan musyawarah dengan Bupati Instansi terkait, lahirlah Kesepakatan  8 Point yg mengakomodir kepentingan kita masyarakat MONGONDOW dan kepentingan Pemda KEDEPAN sebagai daerah Investasi, salah satu point PENCABUTAN LAPORAN POLISI OLEH CONCH atas Pengrusakan MESS KARYAWAN.

Jelas endingnya UNTUNGKAN kita di MONGONDOW, hanya saja pihak Polda lanjutkan proses hukum, 14 orang satpol.PP ditahan dan bsk Kaban, Sek, komdan operasi akan penuhi panggilan POLDA tuk diperiksa sbg TSK.

Banyak pihak atas nama Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow, para Aktifis berbagai latar belakang nimbrung bela Kapolda dan dorong terus proses hukum. Bagi saya sah sah saja itu, namun dimana Kemongondowan Anda yg selalu kedepankan Orang MONGONDOW justru berbalik serang Hajjah Yasty yang berkeinginan kuat Sejahterakan Rakyat MONGONDOW, akal sehat saya terusik, so sejahat inikah keadaan hingga harus sudutkan Bobato? Orang yang berjuang tuk tegakkan Wibawa Pemda dan Harga Diri orang MONGONDOW justru didorong dorong sebagai Aktor Intelektual.

Sudah jelas Pelapor Telah Menarik laporan polisi seharusnya jika mengerti hukum maka seharusnya kita semua mepertanyakan ada apa kok Polda bersikukuh lanjutkan proses hukum ???
Memang benar damai tidak menjatuhkan pidana, namun hukum juga seharusnya diletakkan pada Konsensus Permusyawaratan.

Saya merasakan kalian yang mengatasnamakan aktifis tidak cinta Bolaang Mongondow, apakah kalian inginkan Bolmong ini STAGNAN terus, atau ada keinginan Udang Dibalik Batu titipan serang Hajjah Yasty ?? 

Salah besar jika kalian berpikir seperti itu, Hajjah Yasty- Yanny Terlegitimasi dukungan 64 Persen Rakyat Pemilih Bolmong, nah yang menyikapi keberadaan ini kalian yg ada di Kotamobagu nimbrung masuk wilayah Conch yg sama SKALI kalian tidak tau isi perut Conch seperti apa hingga Bupati Tegas Menutup? Seharusnya kalian bangga bukan justru perkeruh masalah dan dorong dorong bela Kapolda.

Ironi memang Negeri MONGONDOW ini, terlalu banyak MANGAKU orang MONGONDOW namun tidak menjaga Marwah Kemongondowan, mana Corsamu, mana Oadatanmu, mana Mototompiayaanmu ?

Apapun yg dilakukan Hajjah Yasty sebagai Pemangku Adat tertinggi di MONGONDOW patut dibela atau minimal Diam, bukan sebaliknya memperlihatkan kehebatan ternyata INSTAN semua.

Sebagai pemangku adat apapun persoalan yang dihapi kita harus urun rembuk, Krn yg diperjuangkan Hajjah Yasty adalah untuk kepentingan Daerah Bolmong dan kepentingan Masyarakat bukan kepentingan pribadi Bupati.

Nah dari penyampaian diatas dapat saya simpulkan sbb :

1. Mari kita kembali ke Marwah dan Jati Diri orang MONGONDOW yg selalu kedepankan Bobahasaan, Oadatan bo Mototompiyaan. Mongondow butuh pemimpin tegas, pemimpin yg Ayomi rakyatnya pemimpin yg siap perjuangkan Kesejahteraan Rakyat.

2. Kapan kita bisa maju jika hari ini TUMPALAKITA mosi Turakan, mosi labuan, mosi genggengan.

3. Kritik.perlu, namun Konstruktif dengan tidak tinggalkan kaedah Kemongondowan naton tolu Motoluadi.

4. Jika masih gunakan Dendam Pilbup yang alami Kekalahan, sudah jo karna Hajjah Yasty telah sampaikan TUTUP BUKU, tidak ada lagi pro kontra, Bupati Terpilih adalah Bupati Naton Komintan kon Bolaang Mongondow

5. Sadarlah bahwa Bolaang Mongondow ini milik Kita Tolu, wajib hukumnya kita jaga bersama, sebab jika lakukan prose pembusukan terus maka tidak menutup kemungkinan mongondow tinggal nama, dan kita semua MOYAPU KON DODOP sesali perbuatan kita sendiri. Nauzubillaminzalik.

Bolaang Mongondow, Juni 2017
Dipostkan oleh Syamriel Van Gobel
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Iswahyudi Supu S.Pd

FajarTotabuan.com - Tahapan Ujian Nasional kini memasuki hari ke-2 di SMAN 1 Bolaang. Nampak siswa-siswi begitu antusias mengikuti ujian yang merupakan bagian dari evaluasi selama 3 tahun menempuh jenjang pendidikan di Sekolah tersebut.

Banyaknya jumlah siswa-siswi yang mengikuti ujian pun turut membuat guru-guru di SMAN 1 Bolaang menjadi bersemangat menjalani pengawasan serta pengawalan naskah yang telah didistribusikan oleh Dinas Pendidikan (Diknas) Propinsi Sulawesi Utara.

Salah satu guru di SMAN 1 Bolaang Iswahyudi Supu S.Pd menuturkan bahwa pelaksanaan ujian kali ini terasa berbeda dengan tahun lalu. Hal ini dikarenakan dengan adanya perubahan model ujian yang sebelumnya pada tahun lalu juga tak pernah ada.

"Banyak yang berbeda pada tahun ini, dimana banyak perubahan​ mulai dari model ujian yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer, Ujian Sekolah Berbasis Nasional, dan lainnya sehingga membuat antusias siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ujian pun semakin hari semakin bertambah lebih baik dan disiplin," kata Yudi sapaan akrabnya.

Saat ditanya tentang tanggung jawab guru kepada murid di SMAN 1 Bolaang. Menurut Yudi, eratnya hubungan emosional diantara siswa dan pengajar di SMAN 1 Bolaang yang patut dijadikan teladan di Bolaang Mongondow bahkan di seluruh SMA/SMK di seluruh Indonesia. Pasalnya, problematika yang dihadapi siswa dapat menjadi bagian dari efektif dan profesionalitasnya menjadi seorang pengajar di Sekolah.

"Pembimbingan yang kami berikan kepada siswa-siswi di SMAN 1 Bolaang merupakan bagian dari tugas kami, terlebih dalam persoalan profesionalitas seorang pengajar yang juga adalah pembimbing dalam menentukan karakter bangsa sehingga persoalan yang dihadapi siswa siswi sudah jauh hari kami lakukan dengan melatih dan membimbing mereka," ungkapnya.

Bahkan sebelum digelarnya ujian, pembimbingan yang ada di SMAN 1 Bolaang telah terlaksana lewat Organisasi Internal Sekolah yakni Pramuka dan OSIS. 

FTc
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak suasana saat Bedah Buku oleh beberapa ilmuwan Kota Manado, Sabtu, (08/04).

FAJARTOTABUAN.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XI Aditya Anugrah Moha hari ini Sabtu, (08/04) menghadiri sekaligus membuka kajian publik dan bedah buku dengan tema "Ekonomi Politik Kesehatan Indonesia" yang bertempat di Rumah Kopi RA Klasik, Kelurahan Ternate Baru, Kota Manado.

Aditya A Moha saat memberikan kajian bedah buku di RA Klasik, Sabtu (08/04).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua KAHMI Kota Kotamobagu Aditya A Moha bahwa pelaksanaan kajian bedah buku akan dipusatkan di Kota Manado.

"Iya, rencana diskusi publik dan bedah buku kali ini akan dilaksanakan di Manado," kata ADM saat dihubungi melalui akun WhatsApp​nya, siang tadi (08/04).

Terinformasi melalui akun Facebooknya juga, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut yakni Dr dr Hi Taufiq Pasiak MPdi MKes, Dr Noldy Tuera, Dr Ferry D Liando, dan Aditya A Moha S Ked.


FTc
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak saat siswa-siswi SMAN 1 Bolaang mengikuti UASBN pada Senin, (20/03). Dokumentasi oleh SVG

FajarTotabuan.com, Bolmong - Tahapan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bolaang pada Senin (20/03) berjalan lancar dan tertib. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bolaang Mursito Paputungan S.Pd bahwa pelaksanaan USBN ini perdana bagi SMAN 1 Bolaang dan Seluruh SMA/SMK se-Indonesia.

"UASBN merupakan program ujian perdana bagi kami dan seluruh SMA/SMK se-Indonesia karena hampir seluruh mata pelajaran yang diujiankan sudah harus berstandar nasional," ujar Kepsek Paputungan pada Senin (20/03).

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Bagian Adminstrasi SMAN 1 Bolaang, total jumlah siswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yakni 157 orang.

"Ada 157 siswa-siswi yang mengikuti UASBN dan dibagi menjadi 9 ruangan kelas," kata Iswahyudi Supu S.Pd.

Terinformasi juga bahwa pelaksanaan UASBN yang digelar SMAN 1 Bolaang berlangsung selama 4 hari. Adapun mata pelajaran yang akan diujiankan dibagi sesuai jurusannya masing-masing (BAHASA, IPA, dan IPS). 

Untuk kelas Bahasa ada 6 mata pelajaran yang meliputi Pendidikan  Agama, Antropologi, Sejarah, PKn, Bahasa Jerman, dan Sastra Indonesia. Kelas Jurusan IPA ada 6 mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama, Biologi, Sejarah, PKn, Kimia, dan Fisika. Kelas jurusan IPS juga ada 6 mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama, Geografi, Sejarah, PKn, Sosiologi dan Ekonomi. 


SVG
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
 Saat Pembukaan "Bimtek Penyusunan Naskah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UNSB)" yang digelar MKKS Kabupaten Bolmong di ruangan Laboratorium Kimia SMAN 1 Bolaang pada Senin (06/03). Dokumentasi oleh Syamriel Van Gobel.

FajarTotabuan.com - Menjemput pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang tinggal sebulan lagi digelar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Bimbingan Tekhnis (BIMTEK) tentang penyusunan naskah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Bolaang, Desa Inobonto Kecamatan Bolaang pada Senin, (06/03) sekitar pukul 10.00 Wita.

Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bolaang Mongondow (Bolmong) Mursito Paputungan S.Pd bahwa kegiatan ini digelar untuk melakukan penyusunan soal (naskah) pada pelaksanaan ujian sekolah nanti.

“Berdasarkan data yang dikantongi oleh seluruh kepala-kepala sekolah yang ada di Sulawesi Utara khususnya yang berada di Bolaang Mongondow (Bolmong), pelaksanaan ujian sekolah kali ini sudah harus dilaksanakan oleh Sekolah penyelenggara dengan adanya aturan Kemendikbud tentang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), sehingga itu MKKS Bolmong menggelar BIMTEK penyusunan soal dan naskah ujian sekolah,” jelas Mursito saat  membawa sambutan pada kegiatan tersebut.


Ketua MKKS Bolmong Mursito Paputungan S.Pd saat memberikan sambutan pada Bimtek, (06/03). Dokumentasi oleh Syamril Van Gobel. 

Saat ditanya tentang MKKS, Mursito yang juga merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bolaang mengatakan, MKKS Bolmong merupakan organisasi yang melibatkan kepala-kepala sekolah beserta guru mata pelajaran yang berkaitan.

“Sebelumnya sudah ada yang namanya program MGMP. Namun, ketika ujian sekolah diserahkan sepenuhnya ke Sekolah penyelenggara setelah USBN diterapkan oleh Kemendikbud maka dibentuklah MKKS di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia dan salah satunya di Kabupaten Bolaang Mongondow,” jelasnya.

Kepala Seksi Dikmen Cabang Bolmong-Bolmut Diknas Provinsi Sulawesi Utara Mohammad Dilapanga S.Ag saat membuka kegiatan MKKS Bolmong pun mengemukakan bahwa Diknas Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung terhadap kegiatan Bimtek tentang penyusunan soal dan naskah ujian pada USBN Tahun 2017.


Kepala Seksi (Kasie) Dikmen Cabang Bolmong-Bolmut Diknas Provinsi Sulut Mohammad Dilapanga S.Ag saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan MKKS Bolmong, (06/03). Dokumentasi oleh Syamril Van Gobel.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan MKKS Bolmong, karena tujuan digelarnya kegiatan ini untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme kepala-kepala sekolah dalam membimbing guru-guru serangkaian dengan penyusunan soal dan naskah ujian sekolah berstandar nasional tahun ini,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua MKKS Bolmong Mursito Paputungan S.Pd, Kepala Seksi (Kasi) Dikmen Cabang Bolmong-Bolmut Diknas Provinsi Sulut Mohammad Dilapanga S.Ag, LPMP Widya Suara Provinsi Sulut Widjiyati sekaligus pemateri Bimtek, seluruh kepala-kepala SMA/SMK se-Bolmong beserta guru-guru mata pelajaran, panitia pelaksana Bimtek, dan pers. Terinformasi, kegiatan tersebut berlangsung selama seminggu yakni mulai tanggal 6 Maret 2017 hingga 13 Maret 2017.



SVG  


Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Drs Olii Mokodongan, (Dokumentasi oleh Syamriell Van Gobel)


FajarTotabuan.com - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) hari ini, Selasa (21/02) menggelar seleksi akhir tahap pertama Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bertempat di Tribun Lapangan Daagon Desa Lolak Kecamatan Lolak. 

Hal tersebut seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bolmong Drs Olii Mokodongan bahwa hari ini adalah pelaksanaan seleksi akhir tahap pertama untuk Sekolah-sekolah yang terletak di Wilayah Pantura dan Passi.

"Hari ini merupakan hari terakhir untuk siswa-siswi yang mengikuti seleksi Paskibra Kabupaten Bolmong tahap pertama, setelah itu akan ada pemeriksaan dari pihak medis untuk melakukan kroscek terhadap Siswa-siswi yang terpilih dalam seleksi tersebut," kata Olii pada Selasa, (21/02).

Menurutnya, kegiatan seleksi ini sudah berlangsung sejak Senin kemarin, (20/02) yang mengikutsertakan Sekolah-sekolah yang berdomisili di wilayah Dumoga dan Lolayan.

"Sebenarnya sudah dari kemarin dimulainya seleksi ini yakni untuk wilayah Dumoga dan Lolayan, namun kali ini yang harus diseleksi sekolah-sekolah yang berdomisili di Pantura dan Passi," tuturnya.

Dirinya meminta agar penyeleksian tersebut harus berdasarkan dengan konteks penilaian sebenarnya layaknya seleksi Paskibraka yang lebih mengutamakan bakat dan keahlian para siswa-siswi.

"Seleksi ini harus dilakukan sebaik-baiknya berdasarkan penilaian yang sebenarnya, tak hanya berfondasikan kepentingan pribadi ataupun keluarga bahkan koneksi terdekatnya, artinya tidak karena dia anak orang kaya ataupun anak pejabat, tentunya harus berdasarkan penilaian yang sempurna dari segi kemampuan fisik dan kesehatannya," pungkasnya.

Ia juga menghimbau kepada peserta seleksi untuk benar-benar dalam mengikuti seleksi pada tahap 1, mengingat masih ada seleksi tahap ke-2 yang akan dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Siswa-siswi juga harus serius berlatih agar akan tampil lebih baik kedepannya," ujarnya.

Selanjutnya, ia mengharapkan kepada para siswa-siswi untuk menjaga kesehatan agar tetap dalam kondisi baik dan sehat agar bisa melakukan kegiatan tersebut.

"Paling utama yaitu kesehatan serta menjaga stamina untuk tetap sehat dan dapat berlatih sebaik-baiknya menjadi Paskibraka Bolmong 2017 ini," tutupnya.


SVG

Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak saat pelaksanaan pembukaan Aksioma yang digelar Kementrian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (20/02). Foto Dokumentasi oleh KEMENAG Bolmong.

FajarTotabuan.com - Untuk menanamkan rasa ukhuwah Islamiyah serta mengembangkan kompetensi siswa madrasah, khususnya dalam bidang seni dan olahraga, Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow yang bertempat di lapangan Desa Ikhwan, Dumoga Barat pada Senin siang, (20/02) sekitar pukul 10.00 Wita.

Dengan Tema "Melahirkan Generasi Bangsa yang Berintegritas dan Patriotisme sebagai Garda Kebhinekaan" tentunya kegiatan tersebut bertujuan untuk Meningkatkan prestasi siswa madrasah khusunya di bidang seni dan olahraga di setiap madrasah-madrasah yang ada di Bolaang Mongondow.

Kepala Kantor Kemenag Bolmong dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Aksioma mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas Kementrian Agama Bolmong yang sebelumnya bernama Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

"Ini merupakan Aksioma yang pertama kali digelar, sebelumnya bernama Porseni. Madrasah sangat dekat dengan masyarakat karena madrasah dibentuk, dibangun, dibiayai dan dicarikan siswa oleh masyarakat," kata Pakaya.

Dirinya juga meminta bahwa seluruh masyarakat harus bijak dalam memfilterisasi seluruh isu yang berkembang terkait konsep radikalisme yang sudah beredar di seluruh penjuru negeri ini.

"Isu radikalisme dan intoleran yang sedang hangat agar diantisipasi oleh madrasah. Guru, orang tua siswa, dan masyarakat harus waspada agar madrasah tak dijadikan tempat tumbuh dan berkembangkanya paham radikalisme maupun intoleransi. Seluruh guru dan masyarakat harus paham makna kebhinekaan dan wajib menjaga kebhinekaan," jelasnya.

Ia pun mengapresiasi seluruh kepanitiaan yang telah melaksanakan kegiatan tersebut sehingga terlaksana dengan teratur.

"Terima kasih kepada seluruh panitia dan siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga dapat melahirkan kader-kader yang berkompeten dalam bidang seni dan olahraga untuk bersaing di kancah provinsi maupun nasional," ujarnya.

Sangadi Ikhwan dan Camat Dumoga Barat juga mengapresiasi dan mendukung secara penuh pelaksanaan kegiatan Aksioma ini, terlebih masyarakat Dumoga Barat khususnya Desa Ikhwan sangat haus akan hiburan dan keramaian sehingga Aksioma yang digelar secara terbuka menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. 

Pembukaan diawali dengan Tari Kabela, diisi dengan hiburan Pencak Silat dan Marching Band. Terakhir seluruh peserta mewakili masing-masing madrasah melakukan De Vile disaksikan seluruh tamu undangan dan masyarakat.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Bolmong, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bolmong, Pengawas Madrasah, Kepala-kepala madrasah, Sangadi Ikhwan, Camat Dumoga Barat, Camat Dumoga Tengah, Kapolsek Dumoga Barat, Danramil Dumoga, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Dumoga Barat.

Terinformasi, bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama 1 Minggu yakni sejak 20 Februari 2017 hingga 28 Februari 2017. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Siswa-siswi utusan MI, MTs, dan MA negeri dan swasta di Bolmong yang berjumlah 830 siswa, 274 official yang merupakan utusan dari 8 MI, 10 MTs, dan 7 MA.

Berikut Kegiatan yang diperlombakan sebagai berikut :

A. Olah Raga : Sepak Bola, Sepak Takraw, Bulu Tangkis, Volly Ball, Tenis Meja, Atletik, Senam Santri, dan Catur

B. Seni : Qosidah, Syarhil Qur’an, Kaligrafi, Vocalia, MTQ, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Busana Muslim, Puitisasi Alqur’an, dan Vocal Grup (20/02). 


(Kemenag Bolmong / SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
SMA Negeri 1 Bolaang 

FajarTotabuan.com – Pelaksanaan kegiatan Raimuna Nasional yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta pada Agustus nanti, rencananya bakal dihadiri SMAN 1 Bolaang. Pasalnya, pihak Sekolah mendapatkan kabar lewat surat resmi dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bolaang Mongondow pada Rabu siang tadi, (25/01) untuk mengikutsertakan SMAN 1 Bolaang sebagai peserta dalam kegiatan gerakan pramuka nasional tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu Dewan Pembina Gerakan Pramuka SMAN 1 Bolaang Iswahyudi Supu S.Pd bahwa saat ini, pihak sekolah tengah melakukan koordinasi berdasarkan Surat resmi dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Bolmong terkait pemberangkatan 4 orang siswa untuk mengikuti kegiatan Raimuna Nasional di Jakarta pada Agustus nanti. 

“Kami telah menerima surat dari Kwarcab Bolmong untuk mengikuti kegiatan tersebut dan sampai saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan siswa-siswi yang rencananya akan diberangkatkan dalam kegiatan tersebut,” ujar Yudi sapaan akrabnya saat dikonfirmasi pada Rabu, (25/01).

Berdasarkan surat resmi Kwartir Cabang (Kwarcab) Bolmong yang bernomor 057/18.01-A bahwa ada 4 orang siswa-siswi SMAN 1 Bolaang yang akan diutus dalam kegiatan Raimuna Nasional. 

“Ada 4 Orang siswa yang akan kami utus berdasarkan surat dari Kwarcab tersebut yakni Yusril Mahendra, Stenly Maleaki, Firanda Pakaya, dan Adelia Puan, dan masing-masing siswa tersebut juga tergolong siswa berprestasi di SMAN 1 Bolaang,” pungkasnya.

Senada dengan penuturan Pembina Pramuka SMAN 1 Bolaang, Kepala SMAN 1 Bolaang Mursito Paputungan S.Pd pun turut menanggapi dan mengapresiasi surat resmi dari Kwarcab Bolmong terkait pengikutsertaan siswa-siswinya sebagai peserta dalam kegiatan Nasional. 

“Alhamdulillah, kami sangat bangga kepada siswa-siswi SMAN 1 Bolaang yang memiliki prestasi luar biasa, hingga diundang oleh Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Bolmong sebagai peserta dalam kompetisi pramuka nasional di Cibubur pada Agustus nanti,” jelas Paputungan.

Dirinya berharap agar ke-4 orang siswa-siswi yang terpilih mengikuti kegiatan pramuka nasional tersebut, untuk tetap menjaga kesehatan sekaligus memantapkan latihan lewat kegiatan Perjusami yang akan diselenggarakan Kwarcab Bolmong pada Jumat nanti, (27/01). 

“Semoga para siswa-siswi yang terpilih nanti bisa sukses dalam mengikuti kegiatan tersebut dan bisa menjaga kesehatan sampai saat pelaksanaan kegiatan di Cibubur nanti,” tutupnya.


(SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
FajarTotabuan.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bolaang Mongondow berencana akan segera melakukan rolling Kepala Sekolah dalam waktu dekat ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kadis Pendidikan Bolmong Drs Djafar Paputungan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait belum adanya pemerataan pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Untuk saat ini, kami baru akan mengumpulkan seluruh kepala-kepala sekolah,” ujar Paputungan saat dikonfirmasi pada Rabu Siang, (11/01).
Dirinya juga mengungkapkan, saat ini pemerataan pendidikan harus diperbaiki mengingat jumlah tenaga pengajar di Kabupaten Bolmong cukup banyak. Ada beberapa sekolah terjadi penumpukan guru, sementara sekolah lain kekurangan guru, rencananya hal tersebut akan kami perbaiki, ungkapnya.
Terkait penyebaran guru yang tidak merata, Paputungan memandang bahwa tentu perlu secepatnya diadakan distribusi tentang penempatan guruDistribusi ini akan segera diatur, agar terjadi pemerataan,” tutupnya.
(FT/SVG) 



Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
 
Peserta Kegiatan Jambore Pelajar Muslim Ke-XIV

FajarTotabuan.com - Badan Tadzkir Akbar (BTA) Cabang Minahasa Utara (Minut) berhasil menggelar kegiatan Jambore pelajar muslim Se-Sulawesi Utara (Sulut) ke-XIV di Kelurahan Buha, Manado.

Bertempat di belakang salah satu perumahan di Kelurahan tersebut, BTA Minut berhasil menghimpun pelajar muslim guna mengisi libur mereka mengikuti kegiatan yang bertakjup "Lingkungan dan Masa Depan Pelajar".
Penyerahan Sertfikat Oleh Ketua Umum PB BTA Sulut Kepada Peserta Jambore
 
"BTA Cabang Minut berhasil menggelar Jambore Ke-XIV, ini bentuk sebuah keberhasilan mereka para pelajar yang masih peduli lingkungan saling mengingat sesama pelajar sebagai generasi bangsa," ujar Ketua PB BTA Sulut, Suparman Soleman, Senin (26/12/2016).

Sementara itu, Risal Van Gobel Ketua Cabang Minut mengatakan persiapan kegiatan bisa dikatakan mendadak namun kita terus berpacau menggelar jambore pada 23-26 Desember 2016.

Peserta Saat Menyanyikan Lagu Mars BTA pada Acara Pembukaan,/ist

"Dengan persiapan yang hanya sekitar satu bulan, Alhamdulillah kita bisa mengisi liburan pelajar muslim untuk lebih mengetahui keadaan lingkugan," pungkasnya. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Manado - Hajatan akbar Jambore Pelajar Muslim ke-XIV kembali dilakukan Badan Tadzkir Akbar (BTA) di penghujung tahun 2016. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini direncanakan akan melibatkan pelajar muslim se-Sulawesi Utara (Sulut).

Pada tahun ini, Pengurus Besar BTA Sulut menyerahkan Cabang Minahasa Utara (Minut) sebagai penyelanggara kegiatan. "Jambore pelajar Muslim sudah menjadi hajatan tahunan dan BTA Cabang Minut sebagai tuan rumah kegiatan untuk tahun ini," ujar Ketua Umum PB BTA Sulut, Suparman SOleman, (15/12/2016).

Perhelatan Jambore yang bertempat di belakang Perumahan Poligriya Permai Keluarahan Buha, Manado pada 23-26 Desember 2016 akan melibatkan puluhan pelajar. "Kami minta Doanya agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik," tambah Soleman.

Sementara itu, Ketua BTA Cabang Minut, Risal Van Gobel mengatakan persiapan Jambore yang bertakjup "Lingkungan Dan Masa Depan Pelajar" sudah siap untuk dilaksanakan. "Semua proses telah kami lakukan, dan antusias pelajar lebih dari yang dibayangkan," ungkap Gobel.  

Untuk itu, selaku penyelengara Jambore Pelajar Muslim Ke-XIV, BTA Cabang Minut sudah mengantisipasi peserta yang akan membludak. "Kami buka pendaftaran juga lewat SMS ketik Nama<spasi>asal sekolah dan kelas<spasi> motivasi mengikuti kegiatan kirim ke nomor 085399397879," ungkap Gobel.

Lanjut Gobel, Jadi di hari H nanti kita tinggal pengumpulan Curiculum Vitae peserta dan mengetahui jumlah peserta yang akan ikut sehingga kita tidak kuwalahan. "Tema Lingkungan sengaja kita ambil sebagai bentuk kepedeluian palajar terhadap keadan sekitar," tuturnya.

Disisi lain Ketua Intruktur Jambore Pelajar Muslim Ke-XIV, Muhammad Alfaqi Kawulusan mengatakan kegiatan ini nantinya akan menjadi event yang menyenangkan dengan materi yang proposial dari agama, lingkungan serta Keamanan Ketertiban Masyarkat (Kamtibmas) kita telah siapkan. "Ada juga beragam games Outbond yang menarik akan memeriahkan kegiatan," tandasnya. (tim)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

FajarTotabuan.com - Sejarah itu adalah kita. Langkah pertama menaklukkan suatu bangsa adalah dengan merusak ingatannya, lalu perintahkan seseorang untuk menulis buku-buku baru, membangun kebudayaan baru dan menyusun sejarah baru. Tinggal menggantang waktu, bangsa itu akan lupa pada masa kini dan masa lalunya.

Diakaui bahwa banyak Pahlawan di negeri ini yang sengaja dilupakan, bahkan ada juga yang namanya tidak tercantum dalam "takdir" sejarah di negeri ini. Lebih parah lagi, masih banyak pahlawan yang hanya diabadikan namanya semata, tetapi tidak demikian dengan ide-ide brilian mereka dan semangat perjuangan mereka. Salah satunya DR.Gerungan Saul Samuel Jakob Ratulangi, pahlawan nasional asal Sulawesi Utara (Sulut). Meskipun, oleh sejumlah kalangan masih menjadi perdebatan apakah Sam Ratulangi termasuk satu dari sekian pahlawan nasional atau tidak.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Manado turut prihatin dengan kondisi demikian, terutama pada konteks lokal masyarakat di Sulut yang dinilai telah kehilangan memori tentang pemikiran Sam Ratulangi. Oleh karenanya, melalui Komisariat Sosial Unsrat, Sabtu (19/11), menggelar Dialog Publik dengan tema "Membumikan Semangat Kebangsaan Sam Ratulangi: Jejak dan Pemikirannya Dalam Konteks Sulut".

Substansi dari tema yang diusung dalam dialog itu, menurut Ketua Umum Komisariat Sosial Resky Daeng, adalah bentuk keperihatinan dia dan jajaran Komisariat di Unsrat. Pasalnya, kampus yang menyandang nama Sam Ratulangi itu tidak sama sekali menanamkan falsafah yang di cetus oleh manusia yang hampir komplit itu, yakni: pertama, Si Tou Timou Tumou Tou’, kedua, Wawasan Sumikola, ketiga, Otonomi Sempurna untuk Bangsa dan Tanah Minahasa, keempat, Republik Indonesia yang berbentuk Federal, dan kelima, Peran Minahasa dan Indonesia di Asia Pasifik. 

"Tema yang kami tampilkan saat ini merupakan bentuk prihatin kami selaku mahasiswa/i Unsrat dan juga bagian dari generasi muda Sulut. Karena sosok Sam Ratulangi dan beberapa falsafah yang lahir dari pemikirannya tidak dijadikan pijakan dan batu loncatan dan terkesan hanya "slogan" terutama di kalangan civitas akademik Unsrat. Kampus yang mengabadikan nama Ratulangi," terang Resky Daeng yang kini terdaftar di jurusan sosiolpgi Fisipol Unsrat.

Dialog yang berlangsung di Lnt.2 Aula Fisipol Unsrat ini panitia menghadirkan empat narasumber yakni, Syarifudin Saafah, ST (Anggota DPRD Manado), DR.Drs.Michael Mamentu, S.sos.Msi (Dosen dan Pembina Badan Tadzkir Fisipol Unsrat), dan Drs.Alex John Ulaen, DEA (Sejarawan Sulut) serta Ketua Umum HMI Cabang Manado Rifaldi Rahalus.

Dalam kesempatan ini, HMI mendapat apresiasi dari salah satu narasumber yakni, Alex John Ulaen. Menurut mantan dosen antropologi Fisip itu, topik mengenai Ratulangi seharusnya bukan diangkat oleh HMI melainkan organisasi intra kampus Unsrat yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan jajaran civitas akademik.

"Saya capek sekali, tetapi karena topik dialog ini sangat menarik maka saya harus hadir. Terus terang saya salut kepada HMI atas tema yanh dingkat saat ini. Seharusnya bukan HMI tetapi civitas akademik membicarakan topik ini, sekali lagi saya bangga terhadap HMI. Bravo HMI," beber Ulaen mengawali pemaparan materinya.
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Saat Peserta Dialog Memberikan Pertanyaan Seputar Penerapan dan Gagasan Tokoh Pahlawan Asal Sulut Sam Ratulangi

FajarTotabuan.com - Komisariat Sosial HMI-MPO Cabang Manado berhasil merefleksikan gagasan salah satu tokoh pahlawan di Sulawesi Utara (Sulut) dalam dialog publik yang bertema "Membumikan Semangat Kebangsaan Sam Ratulangi: Jejak dan Pemikirannya Dalam Konteks SULUT".

Dialog yang digelar sabtu (19/11) juga di hadiri beberapa narasumber sesuai bidang yakni Syarifudin Saafah,ST (Anggota DPRD Manado) DR.Drs.Michael Mamentu, S.sos.Msi (Dosen sekaligus pembina Badan Tadzkir Fisipol Unsrat) Drs.Alex John Ulaen, DEA (Sejarawan) dan Rifaldi Rahalus (Ketua Umum HMI Cabang Manado).

Dalam sambutannya ketua Komisariat Sosial, Resky Daeng mengatakan kegiatan ini untuk mengingatkan kita akan gagasan-gagasan yang buat tokoh Sam Ratulangi. 

"Kegiatan ini seharusnya sudah terlaksana 10 November lalu di momen hari Pahlawan, namun terkendala sehingga baru dilaksanakan hari ini (Sabtu 19 November - Red). Terpenting disisni adalah topik yang kami angkat melalui dialog ini, karena berkaitan dengan Pahlawan asal Sulut yang sampai hari ini seakan terlupakan terutama mahasiswa Unsrat," tegas Resky yang juga mahasiswi Fisipol Unsrat.

Kegiatan dalam rangka hari pahlawan ini, dikatakan Resky moment kita selaku pemuda dan pemudi menjadi penerus perjuangan Sam Ratulangi dalam meneruskan gagasannya.

"Melalui dialog ini, kami berharap kita semua bisa menjadi estafet atas perjuangan Sam Ratulangi," pintanya, saat membawakan sambuatn di aula Fispol Unsrat Manado.

Hadir dalam kegiatan tersebut organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus. Serta organisasi kepenudaan lainnya.(Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

FajarTotabuan.com - Kesakralan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928, red) selalu menjadi inspirasi seluruh putra-putri Bangsa Indonesia untuk berkarya dan berkreasi dalam dunia pendidikan. Ditambah dengan karakter dan jiwa optimis pemuda-pemudi nusantara membangun pola pikir edukasi tentunya patut diberikan apresiasi untuk dijadikan literasi nilai-nilai kebangsaan.

Hal ini dibuktikan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Bolaang dengan menggelar Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami) untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88 yakni pada pagi tadi sekitar pukul 08.00 Wita, Jum'at (28/10) yang bertempat di halaman SMPN 5 Bolaang, Desa Langangon, Kecamatan Bolaang. 

Menurut salah satu guru SMPN 5 Bolaang, Prasetiawan Nawawi S.Pd bahwa peringatan Hari Sumpah pemuda ke-88 (28 Oktober 1928 - 28 Oktober 2016) merupakan refleksi nilai-nilai luhur kepemudaan dalam membentuk eksistensi edukasi (pendidikan, red) dalam setiap karakter dan jiwa putra-putri Bangsa Indonesia. 

"Digelarnya Perjusami oleh SMPN 5 Bolaang untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda agar siswa-siswi bisa mendapatkan pendidikan ekstrakurikuler dan disamping itu untuk melatih jiwa kepemimpinan serta kepemudaan guna membentuk insan yang peduli terhadap Bangsa dan Negara Indonesia," kata Prasetiawan yang juga merupakan salah satu kader Paguyuban Bangsaku Bolmong. 


Ia juga mengatakan bahwa Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh guru-guru SMPN 5 Bolaang. Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini agar supaya para guru-guru bisa memberikan ilmu dan refleksi jiwa muda yang baik kepada seluruh siswa-siswi SMPN 5 Bolaang. 

"Alhamdulillah, Kepsek merespon dan mengizinkan kegiatan ini dan bisa terlaksana. Semoga teman-teman guru bisa berbagi ilmu dengan adik-adik Siswa-siswi," lanjutnya.


Terinformasi, kegiatan ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler perdana sejak didirikannya sekolah ini sejak beberapa tahun lalu. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 30 Orang siswa-siswi SMPN 5 Bolaang, dan berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 28 Oktober 2016 - 30 Oktober 2016.


Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut yaknk Kepala Sekolah SMPN 5 Bolaang Dalianti Bonenehu S.Pd, dan seluruh Staff guru SMPN 5 Bolaang Sudarmono Paputungan S.Pd, Dewinta Wahir S.Pd.I, Cendi Potabuga S.Pd, Prasetiawan Nawawi S.Pd, Hartati Ginoga S.Pd, Ilham Ilahude SE, Heldawati Anggona S.Pd, Widiawati Lakoro S.Pd, Melinda Kanal S.Pd, dan Riki Mamonto S.Pd. (SVG) 
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Saat Musyawarah Gugus SMA Negeri 1 Bolaang./SVG

FajarTotabuan.com - Ketertarikan terhadap Organisasi Intra Sekolah yakni Praja Muda Karana (Pramuka)   merupakan sebuah nilai apresiasi tertinggi yang dicapai oleh para siswa-siswi SMA Negeri 1 Bolaang. 

Hal ini dibuktikan oleh Siswa-siswi SMA Rujukan di tingkatan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ini saat menggelar Musyawarah Gugus (Mugus) Dewan Ambalan Diponegoro dan Dewi Sartika Pangkalan SMA Negeri 1 Bolaang yang dilaksanakan pada Sabtu malam (22/10) sekitar pukul 19.00 Wita bertempat di SMA Negeri 1 Bolaang, Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang. 

MUGUS Pramuka SMA N 1 Bolmong dibuka langsung oleh Pengurus Pramuka Kwarcab Bolmong Iswahyudi Supu S.Pd. Ia mengatakan bahwa pemantapan kader Pramuka di SMAN 1 Bolaang merupakan programnya dalam membentuk wawasan dan karakter kader muda di Bolmong. 

"Tercapainya karakter muda menjadi seorang pemimpin masa depan adalah cita-cita kami sebagai Kader Pramuka di Indonesia, dan berkat kerja sama yang baik dari seluruh pembina pramuka, siswa-siswi SMAN 1 Bolaang sampai saat ini masih menjalankan program dan kegiatan pramuka baik di tingkat internal sekolah baik sampai tingkat Kabupaten Bolmong," kata Iswahyudi pada Wartawan FajarTotabuan.com pada Sabtu malam, (22/10).

Iswahyudi juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya dan memiliki kader terbanyak Pramuka di Bolmong. 

"Alhamdulillah, setiap tahunnya kami selalu menggelar kegiatan ini dan mendapatkan kader-kader terbaik yang ada di SMAN 1 Bolaang," ucap Iswayudi yang juga merupakan salah satu Guru di SMAN 1 Bolaang. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Sekolah SMAN 1 Bolaang Mursito Paputungan, Pembina OSIS SMAN 1 Bolaang, Iskarnain Potutu, Guru-guru SMAN 1 Bolaang dan para Pembina Pramuka SMAN 1 Bolaang yakni Iswahyudi Supu, Abdul Rahman Lapakute, Zulkifly Djafar, Masrina, Ridel Manoppo, Yodi Potutu, Ficky Rizki, Jihan Mangimbelat, Prasetiawan Nawawi, Mentari kanal dan Yasmita Bonenehu.(Syamriel)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Ever N Slat MT
Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Ever N Slat MT./Arm

FajarTotabuan.com - Sempat diredup sejumlah permasalahan akademik hingga harus di panggil dengar pendapat dengan Komisi IV, kini pihak Politeknik Manado sudah mulai beberkan sejumlah polemik yang berada didalam kampus.

Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Ever N Slat MT, mengungkapkan kampus dengan enam jurusan saat ini membutuhkan perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya, menurut dia, perhatian yang kurang menyentuh didunia pendidikan terkhusus lembaga perguruan tinggi yang dipimpinnya berbuntut dari komunikasi yang kurang baik dengan Komisi IV DPRD Sulut.

"Kebutuhan-kebutuhan mendesak yang dibutuhkan Politeknik yang tidak bisa dipenuhi Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI), saat ini mudah-mudahan bisa difasilitasi Komisi IV," ujarnya, kepada awak media, senin sore (03/10).

Selain itu, Slat juga membeberkan permasalahan lainnya seperti kurangya lahan yang dimiliki Kampus Politeknik karena lahan saat ini sudah over kapasitas. "Juga Gedung pusat kegiatan Mahasiswa yang tidak ada," tungkasnya.

Sementara itu, Slat menerangkan setidaknya 14 Hektar lahan yang dimiliki saat ini tak mampu menampung mahasiswa sebanyal 4100-an. "Sehingga ruang Dosen dan Administrasi jadi ruang mengajar," tuturnya. 

Disisi lain, terkait keluhan ratusan mahasiswa yang terkena sangsi cuti karena terlambat membayar uang kuliah kini sudah teratasi.

"Ini cuma mahasiswa yang terbiasa (terlambat-red), pembayaran diperpanjang 2 sampai 4 kali, saat saya memimpin dibatasi perpanjangn 1 kali, tapi ini sudah disosialisasikan sedemikian rupa," ujarnya, sembari mengeluh kedisiplinan Mahasiswa. (Arm)