FajarTotabuan.com - Di kalangan politisi Sulawesi Utara, siapa yang tidak kenal sosok Benny Rhamdani (BRANI). Sesuai dengan jargonnya, Benny dikenal sebagai sosok pemberani dalam hal memperjuangkan hak rakyat, lebih khusus hak masyarakat Sulawesi Utara. Saat ini saja, di Gedung DPD RI, dirinya disebut Singa dari timur.
Benny menggagas sebuah dialog dengan tema, Brani Ngobrol Politik Indonesia dan sub Tema, Pilihan Politik ke Hanura serta kisruh politik di DPD RI.
Benny menjelaskan jika tujuan diadakannya dialog tersebut adalah untuk mencerdaskan cara berpolitik berdasarkan asas memperjuangkan hak rakyat.
“Politik bukan sekedar alat untuk menafkahhi diri atau kolega, serta bukan sebagai alat kepentingan negatif. Pindahnya saya dari PDIP ke Hanura adalah langkah complit yang diambil untuk menyalurkan motivasi saya sebagai seorang politisi untuk memperjuangkan hak rakyat,” jelas Benny Senin kemarin, (12/06).
Selain membahas seperti yang ada dalam tema, dialog tersebut juga sempat merembet pada masalah PT CONCH Versus Pemkab Bolmong.
Hal yang menarik juga saat masalah Provinsi BMR sempat disinggung. Dimana DPD RI sudah menyelesaikan tugas mereka dan merekomendasi PBMR menjadi CDOB. Namun akan tetap mengawal hingga proses selanjutnya.
Hadir dalam dialog Politisi partai Hanura se-Sulawesi Utara, OKP se-BMR Aktifis BMR serta undangan. Dialog tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama Benny Rhamdani.
Diketahui, untuk lebih leluasa memperjuangkan hak rakyat, Benny Rahamdani berencana mengambil jalur DPR RI pada pileg 2019 nanti.
Saat ini, Benny menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura. Juga menjabat wakil Komite I DPD RI. Benny juga merupakan sosok yang menjadi viral di pentas politik nasional, pasca dirinya menjadi orang yang paling lantang berbicara masalah regulasi yang ada di tubuh DPD RI.
OS/SVG


Post A Comment:
0 comments: