Articles by "Kesehatan"
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Nampak korban saat berada di RSUP Prof. Kandouw Kota Manado, Minggu (19/02). (Dokumentasi : Agus Setiono)

FajarTotabuan.com - Nasib apes dialami lelaki bernama Haris Mohammad Amin (22), warga Desa Inobonto, Jaga I, Kecataman Bolaang, Kabupaten Bolmong. Pasalnya, pria berbadan besar ini nyaris kehilangan kedua tangannya, setelah bom ikan yang dipegangnya meledak sebelum dilemparkan ke sungai. Peristiwa itu terjadi di Sungai Desa Inobonto, Minggu (19/2) siang, sekitar 12.00 Wita.

Informasi dari korban ketika ditemui di ruang IGD RSUP Kandou Manado mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, pria beristri ini beranjak dari rumah bermaksud pergi melempar bom ikan di sungai yang tidak jauh dari desa Inobonto. Sampai di tepi sungai, korban menyediakan bom ikan yang sudah dirakitnya itu dan berencana akan melemparnya ke sungai.

Namun, apes bagi korban, ketika dirinya akan melemparkan bom tersebut, belum sempat terlepas, seketika bom itu langsung meledak di tangannya. Akibat peristiwa itu, tangan korban nyaris putus, sebab tangan kirinya mengalami luka robek kurang lebih panjang 30 cm, dan tangan kanannya mengalami luka menganga serta jari jempol tangannya nyaris putus.

"Baru kali ini saya melakukan hal seperti ini, karena saya melihat pemboman ikan di maluku dan saya mencoba mempraktekan itu di kampung, namun saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini," ujar korban.

Teriakan histeris dari korban serta bunyi bom yang keras itu langsung terdengar ditelinga warga. Tidak lama kemudian warga langsung terkumpul di lokasi kejadian dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat, setelah itu dirujuk ke RSUP Kandou Manado untuk mendapatakn perawatan lebih serius sampai naik ke meja operasi.


(AG / SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Direktur Utama RSUP Prof Kandou, Maxi Rondonuwu, /Foto Google

FajarTotabuan.com - Selasa, (18/10) RSUP Prof Kandou melakukan penyegaran struktural pejabat eselon III dan IV. Acara yang digelar Di aula Rumah Sakit tersebut, di pimpin langsung oleh Direktur Utama (Dirut), dr Maxi Rondonuwu.

Kegiatan serah terima jabatan itu, dilakukan setelah adanya pelantikan pejabat oleh Kementrian Kesehatan RI. Rolling yang dilakukan berada di tiga posisi penting yakni Direktorat SDM dan Pendidikan, Direktorat Medik dan Keperawatan dan Direktorat Keuangan dan Administrasi.

Maxi Rondonuwu sendiri mengatakan penyegaran ini dilakukan untuk menguatkan mutu pelayanan RSUP Prof Kandou.

“Rumah sakit Kandou butuh pembaharuan, jadi kita rolling pejabat, dan saya harap kiranya pejabat yang baru dilantik ini bisa bekerja sesuai dengan aturan, karena seperti yang kita ketahui bersama beberapa waktu lalu kita mengalami kejadian buruk. Untuk itu kita semua juga bisa bekerja sama dengan baik, untuk kepentingan masyarakat,” kata Rondonuwu. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu saat diwawancarai oleh awak media, senin (03/20)./Arm

FajarTotabuan.com - Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu mengakui banyak hal yang harus dibenahi dalam pelayanan rumah sakit yang dipimpinnya. Karena menurutnya, Sumberdaya Manusia (SDM) di RS, harus ada pembinaan khusus agar pelayanan menjadi lebih baik.

"Langkah konkret kami Sebagaimana, kami akan memperbaiki karakter kepada SDM, meski sarana kita lengkap tapi SDM buruk pelyanan tidak akan menjadi baik, dan untuk itu, kami membutuhkan waktu untuk itu," ungkapnya, kepada awak media, senin (03/10).

Meski begitu, Maxi mengeluhkan kurangnya ruangan ICU yang hanya berjumlah 6 ruangan, hingga banyak pasien kritis terdiam di tempat alias staknan. "Mudah-mudahan september selesai kita akan ketambahan 24 ruangan, dan keluhan di IGD akan segera teratasi," bebernya.

Terkait kabar burung yang hinggap di RSUP Prof Kandou yakni lahirnya pelayanan buruk akibat kesejahteraan karyawan tak bisa dipenuhi, langsung dibantah oleh Max.

"Kita saat ini menggunakan elektronik, jadi dia (karyawan) sudah tahu yang di dapatkan berapa dari hasil kerja, kita transparan dan sudah ada parameter-parameternya," ujar Max.

Selain itu, dirinya memastikan jika di RS Prof Kandou sudah tak ada lagi mafia obat.  "Dokter-dokter memiliki standar indikator dalam memberikan resep tapi memang belum 100% terlaksana jadi ada dokter memberikan obat yang diluar itu," akuinya, hingga mengakibatkan adanya beberapa obat yang harus dibayar.

"Jadi tidak ada mafia. Untuk standar formolarium kita terus benahi, jika ada bukti pembayaran (Mafia obat-red) lapor ke manajemen kita bisa kembalikan uangnya," tegas Max. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Dinkes Boltim Targetkan Dua Puskesmas Terakreditasi
Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi (Foto:Ist)

FajarTotabuan.com - Sebagai tindaklanjut program Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jika semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) wajib terakreditas hingga 2019.

Tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim menyiapkan dua dari tujuh Puskes di Boltim yakni Puskesmas Modayag dan Kotabunan untuk proses diakreditasi.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinkes, Eko Marsidi jika pihaknya tengah menyiapkan semua persyaratan administrasi dan teknis terkait penilaian status akreditasi puskesmas. 

“Semuanya disiapkan, terkait Unit Kesehatan Masyarakat (UKM), Unit Kesehatan Perorangan (UKP), administrasi dan managemen puskesmas,” ungkapnya.

Eko mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap Puskesmas yang akan dilakukan penilaian hingga September nanti oleh tim Independen pusat. 

“Kita dampingi hingga semua syarat dan ketentuan rampung. Jika semua selesai tim penilai pusat akan turun melakukan penilaian,” terangnya.

Selain itu, Eko juga menambahkan pihaknya sudah menyiapkan persyaratan termasuk tenaga teknis dan administrasi puskesmas. 

“Tenaga medis disemua bidang sudah disiapkan. Kita upayakan semua syarat segera rampung,” tuturnya.

Eko juga mengatakan pihaknya optimis hingga 2019 nanti semua puskesmas di Boltim terakreditasi. 

“Semua bertahap, tahun depan Puskesmas Tutuyan dan Nuangan akan diakreditas,” pungkasnya.(Fery)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi (Foto:Ist)

FajarTotabuan.com - Dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Dinkes dan Tim Penggerak PKK melaksanakan kegiatan operasi katarak gratis. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Modayag Induk dengan melibatkan dokter spesialis (01/06).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi SKM ME mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk seluruh  masyarakat boltim yang mengalami gangguan katarak yang didahului oleh pemeriksaan kesehatan mata dipuskesmas.

“Kegiatan pengobatan katarak gratis ini ditujuhkan untuk seluruh masyarakat boltim, untuk yang gangguan katarak,” katanya.

Lanjutnya, Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta mendekatkan pelayanan langsung ke masyarakat.

“Seluruh puskesmas diboltim sudah disebarkan informasi ini, oleh karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan untuk memanfaatkan kegiatan ini,” tegasnya. (Fery)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

FajarTotabuan.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw mendorong rumah sakit daerah Ratumbuisang untuk menjadi rumah sakit yang memiliki sistem pelayanan terbaik bagi para pasien dan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Wagub Rabu (1/6) saat melaksanakan pertemuan dengan tim yang akan membuat sistem aplikasi rumah sakit terpadu untuk menunjang pelayanan di rumah sakit Ratumbuisang untuk billing sistem  dan bisnis intelegen.

Wagub mensupport penuh langkah rumah sakit Ratumbuisang yang berencana menerapkan sistem ini dalam operasional agar masyarakat dapat mengetahui penyakit apa dan biaya perawatan pasien.

Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Ratumbuisang Vanda Jocom  S.Sos,Msi mengatakan program ini akan dijalankan segera mungkin untuk membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pelayanan di rumah sakit, rumah sakit Ratumbuisang akan menjadi rumah sakit pertama yang menjalankan proyek ini sekaligus menjadi percontohan. 

"Nantinya juga jika sistem ini berjalan akan terkonek dengan comand center pemprov sulut agar semua aktivitas rumah sakit dapat terpantau oleh masyarakat dan pemerintah," tandas Vanda.(humas/Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Saat Haering sedang berlangsung (Foto:Ist)

FajarTotabuan.com  - Banyaknya permasalahan yang terjadi bagi pengguna Kartus BPJS di RSUD Prof Kandow membuat Komisi IV DPRD Sulut membuat haering bersama RS, BPJS, dan PMII.

Ketua Komisi IV, James Karinda mengatakan pihak RS harus maksimal memberikan pelayanan kesehatan pada pengguna BPJS. Pasalnya, mereka sudah mengeluarkan uang srtiap bulannya demi kesehatan mereka. 

“Jangan sudah masuk di BPJS kemudian ada lagi pembayaran. Jadi kalau boleh kantong darah tidak lagi dibayar,” tegas Karinda, saat memimpin rapat hearing dengan mitra kerja Dinas Kesehatan Sulut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Kandouw, BPJS dan PMI, Senin (23/5/16) kemarin. 

Karinda mengatakan sempat kedapatan hal yang aneh saat di RS kehabisan drah padahal di PMII stok darah masih banyak.

“Malah katanya disuruh untuk mencari pengganti donor,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak BPJS Cabang Manado,Greisthy Borotoding menjelaskan,  dalam system di BPJS sudah diatur mengenai hal itu. Ada pembayaran yang disebut perpaket diagnosa.

Untuk perpaket diagnosa itu sudah terakomodir dengan biaya-biaya  di antaranya konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang, pemeriksaan laboratorium, foto ronsen, tindakan operasi, pelayanan jenazah dan juga pelayanan darah.

“Sesuai dengan indikasi medis. Jadi pelayanan darah sudah masuk semuanya di situ,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Prof Kandouw, Maxi Rondonuwu mengatakan, antar  pimpinan akan bekerjsama bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang telah terendus dalam hearing bersama Komisi IV.

“Soal donor pengganti kan itu kalau tidak ada golongan darah, memang harus donor pengganti. Tapi yang dalam praktek katanya ada yang minta donor pengganti dulu. Kalau memang masih ada seperti itu kan tidak betul itu,” ungkap Rondonuwu.

Disisi lain, Plt Unit Direktur  UTD PMI, Enriko Rawung menandaskan, memang sempat terungkap masalah, kantong darah di PMI tidak diambil melainkan justru disuruh untuk mencari pengganti kantong darah baru.

“Nantinya, rumah sakit akan minta ke kita dan nanti akan ada staff kita yang akan mengawal itu. Saya akan konsultasi langusung dengan forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) untuk mengawal ini,” tandas Rawung. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Berkat Kinerja Dinkes, Penderita DBD di Boltim Menurun
Ilustrasi DBD, ist

FajarTotabuan.com – Berkat Sosialisasi akan bahaya Demam Berdarah yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Kesehatan angka kasus Penyakit DBD jadi menurun.

“Berdasarkan data yang berada di Dinas Kesehatan Boltim, Kasus DBD pada bulan januari tahun 2016, sebanyak 24 kasus. Untuk bulan Februari dan maret hanya ada lima kasus,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit, Avif Sangki kepada FajarTotabuan.com.

Lanjutnya, berdasarkan grafik, kasus DBD di Kabupaten Boltim terus mengalami penurunan penderita kasus ini (DBD).

“Sejak bulan maret hanya ada satu kasus saja. Kalau dibulan ini belum ada laporan terbaru, jadi kesimpulannya, untuk di Boltim kasus DBD sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, Meski demikian, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Boltim, untuk terus menjaga lingkungannya agar tidak menjadi sarang nyamuk demam berdarah.

“Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada virus demam berdarah, terlebih dimusim penghujan ini,” terangnya. (Fery)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Alat Tes Urine, ist

FajarTotabuan.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali tegaskan, bantu Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk penyedian alat tes urine.

Bantuan alat tes urine sendiri, dikatakan oleh Wakil Gubernur (Wagu) Steven Kandouw, pasca menghadiri Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) T.A 2015, Rabu (06/04) beberapa waktu lalu.

"Untuk usulan narkoba, kami sepakat sekali, karena mafia narkoba di daerah ini sangat memperihatinkan sekali bukan hanya orang dewasa tapi anak-anak muda," tuturnya, kepada awak media.

Steven mengatakan, sesuai intruksi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, pihaknya akan membantu BNN Provinsi Sulut. "Untuk itu, program Gubernur akan membantu BNN untuk memberikan media atau alat untuk tes urine," katanya.

Steven menjelaskan, alat tes urine persatuan seharga 100 ribu, dan BNN sendiri hanya memiliki 2000 alat tes urine. "Maka kita akan tambah 10.000, alat tes urine," tungkasnya.

Hal tersebut, dijelaskan Steven, agar BNN dapat leluasa melakukan pemeriksaan dikalangan pelajar dan mahasiswa.

"Karena Mahasiswa dan Siswa ini banyak sedangkan alat yang di miliki BNN sedikit, maka Pak Gubernur akan instruksikan kita akan belikan," pungkasnya. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi.

FajarTotabuan.comPemerintah Kabupaten (Pemkab), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), mulai memberlakukan serta menggratiskan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat Boltim, hal tersebut dilakukan dengan berdasarkan Visi Misi Bupati Boltim Sehan Ladjar SH, saat menyampaikan orasi kampanye politiknya pada pilkada boltim desember 2015 tahun lalu.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Boltim Eko Marsidi, pada rabu (06/04) kemarin mengatakan, Pemkab mulai memberlakukan pengobatan gratis bagi masyarakat boltim terhitung sejak 1 April 2016 beberapa hari yang lalu di mana pelayanan kesehatan sudah di gratiskan oleh pemerintah kabupaten Boltim.

Lanjut dikatakanya, adapun sebagai acuan digratiskanya pelayanan kesehatan tersebut, disesuaikan dengan Visi dan Misi Bupati Boltim Sehan Landjar, SH. Untuk Pemantapan program menuju masyarakat yang Cerdas Sehat Kreatif, berwawasan lingkungan Hidup, menuju masyarakat yang sejahtera berbasis Pedesaan, ini juga di dukung oleh peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2016, perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pelayanan dan retribusi jasa umum, Dimana dirinya akan menargetkan pelayan kesehatan gratis dilingkup pemkab boltim.

“Bupati Boltim menargetkan warga Boltim harus Sehat, sehingga pelayanan harus lebih ditingkatkan dan mulai dimaksimalkan dengan cara di gratiskan, hal ini berkenaan dengan Visi dan Misi Bupati yakni pemantapan program menuju masyarakat yang Cerdas Sehat Kreatif, berwawasan lingkungan Hidup, menuju masyarakat yang sejahtera berbasis Pedesaan, ini juga di dukung oleh peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2016, perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pelayanan dan retribusi jasa umum,” kata Eko.

Selain itu, dirinya juga mengatakan tentang ada beberapa point penting pelayanan kesehatan yang harus di bayar karena bersifat di rencanakan dan tidak termasuk dalam visi misi bupati boltim.

“Adapun untuk Persalinan, pengurusan surat keterangan kesehatan, dan Visum enterpretum, harus dibayar karena direncanakan karena tidak termasuk dalam visi misi bupati, namun yang selain dari itu gratis, dengan persyaratannya hanya menunjukan KTP saja, dan itu sudah termasuk biaya obat dan lain sebagainya,” terangnya. (Fery)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
BKKBD Bolmong Targetkan Jangkauan KB Mobile
ilustrasi, ist

FajarTotabuan.com - Melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Daerah (BKKBD), Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam tahun ini menargetkan semua kecamatan se-Kabupaten akan terjangkau pelayanan Keluarga Berencana Mobile (KB-Mobile).

Kepala BKKBD Bolmong, Teguh Haryanto mengungkapkan, ini adalah program pengendalian penduduk supaya penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas. 

"Setiap keluarga sebaiknya memiliki dua anak sudah cukup. Punya sepuluh anak, kalau semuanya berkualitas tidak masalah, tapi kalau tidak, lebih baik dua anak saja," kata Haryanto.

Yanto, sapaan akrab Kepala BKKBD ini menambahkan, pihaknya, terus mengarahkan kepada masyarakat untuk mengikuti KB jangka panjang seperti, PIUD, Inplan, Medis Operatif Wanita (MOW), dan Medis Operatif Pria (MOP). 

"Ini yang kami prioritaskan, meski untuk MOP, tahun ini belum ada yang mau. Karena kalau hanya suntik dan pil pasti tidak hanya jangka pendek," katanya.

Kata dia, selama program ini dijalankan, mendapatkan respon positif dari masyarakat. "Namanya juga gratis, tentu banyak yang mau," jelasnya.

Haryanto menambahkan, pihaknya terus berupaya mengajak kepada masyarakat yang lain untuk mengikuti program ini. Supaya tujuan pemerintah untuk menjadikan masyarakat yang tumbuh seimbang dan berkualitas boleh terwujud. 

"Kami selalu mensosialisasikan hal ini supaya semuanya bisa ikut program ini," tutupnya. (Zack)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Caption : Saat Ketua Forward Martino Limpong, mencontohi dengan meminta izin kepada pemilik Mobil Untuk di tempelkan Sticker "Sto Narkoba", ist

FajarTotabuan.com - Pasca menggelar kegiatan Sosialisasi anti Narkoba dan tes urine bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara (Sulut), besok selasa (22/03), Forum Wartawan DPRD Sulut (Forward) bakal Kampanye kan gerakan Stop Narkoba.

Forward bersama puluhan anggotanya, telah meng-agendakan kegiatan bagi-bagi sticker "Stop Narkoba" bertempat di Zero Point. Sebagai, tempat pusat keramaian Kota Manado.

"Aksi ini hanya sederhana tapi kami harap, manfaatnya akan menjadi luar biasa. Mari kita galakkan kampanye anti Narkoba," ujar ketua Forward, Martino Limpong.

Ditambahkannya, aksi bagi-bagi sticker tersebut, akan dimulai dari kantor DPRD Sulut dengan menempelkan sticker di kendaraan-kendaraan dinas legislator.

"Surat sudah kami masukkan, mudah-mudahan dapat ijin dari Sekretaris DPRD," tambahnya. Selain itu,

Forward juga akan lakukan aksi yang sama di pusat perbelanjaan tepatnya ditoilet-toilet yang ada di Mega Mall dan Mantos.

"Yang kami (Red-Forward) lakukan bukan demi bangsa dan negara, bukan demi daerah Sulut, bukan semata menyukseskan program pemerintah tapi, yang terpenting disini, kami lakukan untuk anak cucu kita sendiri agar terhindar dari bahaya narkoba. Sekaligus mengingatkan kepada saudara-saudara kita sendiri dan masyarakat sekitar untuk jauhi narkoba," tandasnya. (*/Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Pemkab Bolmong Bakal Bangun Laboratorium
Ilustrasi Laboratorium, ist

FajarTotabuan.com - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan  Lingkungan Hidup (BLH) berencana membangun laboratorium sumber daya mineral dan energi. 

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Kepala BLH Bolmong, Ir Moh. Yudha Rantung, bahwa laboratorium ketika dibangun, nantinya akan mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pelayanan jasa, pemeriksaan atau analisa fisika dan kimia terhadap sumber daya mineral dan energi secara laboratoris. 

Selain itu laboratorium juga bisa melaksanakan analisis sampel-sampel bahan galian, air, dan energi. “Rencana ini sudah kami sampaikan kepada pimpinan dan mendapat respon yang baik,” katanya.

Saat laboratorium dibangun, pihak Pemkab juga merencanakan kerjasama dengan pihak sekolah agar siswa dapat menggunakan fasilitas milik Pemkab.“Nantinya, siswa yang mau tugas mendalami fungsi alat laboratorium kimia bisa datang ke sini,” tambah Rantung. 

Selain untuk kepentingan pengawasan lingkungan, jika ada pengusaha ataupun ada pihak lain yang ingin melakukan uji laboratorium pastinya akan dikenakan administrasi. "Jika pengadaan laboratorium tercapai, maka itu bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)," demikian dikatakannya. (zaCk)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Wakil Ketua I DPRD Bolmut, Arman Lumoto. /Ist

FAJARTOTABUAN.COM, BOLMUT - Kasus tertinggalnya tampon di mulut rahim pasien  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), diduga bias dari geseken internal yang terjadi di rumah sakit milik Pemkab Bolmut tersebut.

Wakil Ketua I DPRD Bolmut, Arman Lumoto akhirnya angkat bicara. Menurutnya, pimpinan daerah agar jangan hanya tinggal diam atas adanya konflik yang terjadi di RSUD tersebut. 

“Kami dari pihak DPRD sangat menyayangkan adanya konflik yang terjadi di RSUD Bolmut itu. Bupati seharusnya cepat turun tangan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, konflik ini harus secepatnya diselesaikan sebab saat ini sudah sangat jelas apalagi telah terjadi kubu-kubuan dan ini bisa menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan terhadap pasien. 

“Kami berharap agar pemerintah daerah segera mencari solusi terbaik soal adanya konflik yang terjadi, sebab hal ini dapat memicu ketidaknyamanan pasien. Konflik internal ini sudah sangat 'membahayakan' pasien,” terang almnus UMI Makassar itu.

Semetara itu, Direktur RSUD Bolmut, dr. Fitriani Akub, saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan ketidakharmonisan sesama perawat di RSUD Bolmut.

“Itu persoalan internal RSUD dan segera saya selesaikan. Ini hanya salah paham saja. masyarakat sajalah yang menilai. Kami saat ini hanya akan terus menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukasnya. (*/Lily)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Ketua Komisi I DPRD Bolmut, Akrida Datunsolang. /Ist

FAJARTOTABUAN.COM, BOLMUT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Utara baru saja mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 37 Miliar.

Terkait hal itu, DPRD Bolmut mengharapkan anggaran tersebut dapat dipergunakan secara baik, terutama dalam melengkai fasilitas dan pelayanan kesehatan di daerah ini.

“Harapan kami RpP. 37 Miliyar DAK itu dapat dimaksimalkan dengan baik dan tepat peruntukannya. Pemkab harus melengkapi fasilitas kesehatan yang ada di daerah ini, selain itu pelayanan terhadap masyarakat juga harus ditingkatkan,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bolmut Akrida Datunsolang, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolmut dr. Jusnan Mokoginta MARS menjelaskan, jika DAK yang diberikan oleh Pemerintah Pusat iitu akan dialokasikan terhadap penambahan gedung di lima pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Bolmut dan juga pengadaan alat-alat kesehatan untuk RSUD Bolmut.

“Alhamdulillah berkat perjuangan bersama pada tahun ini 2016 kami medapatkan DAK dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 37 Miliar. DAK yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ini untuk penambahan bangunan yang ada dilima Puskesmas dan juga peningkatan alkes di RSUD Kabupaten Bolmut,” jelasnya. (*/Lily)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Dinkes Bolmong
Kabid P2PL, Dinkes Bolmong, Hj. Timang Paputungan.

FajarTotabuan.com - Maraknya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sigap melakukan pemberantasan.

Terbukti, pemberantas nyamuk, sampai pada jentik-jentiknya, yang menjadi musabab menyebarnya penyakit DBD, melalui cara Fogging (pengasapan), terus digiatkan Pemkab.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Hj. Timang Paputungan, kepada FajarTotabuan.com, bahwa pihaknya akan langsung turun ke lapangan, jika ada masyarakat yang terserang penyakit tersebut.

"Kalau ada laporan dari masyarakat terkait DBD, pihak kami langsung turun ke lapangan bersama dengan Puskesmas wilayah setempat, guna melakukan Pemerikasaan Epidemiologi (EP)," papar Paputungan.

Selanjutnya, kata dia, jika terbukti adanya penyakit tersebut, barulah di-Fogging. "Kalau positif terserang DBD, maka Dinkes melalui Tim P2PL langsung turun melakukan fogging," jelas Kabid.

Lebih lanjut, ketika ditanyai masalah laporan warga Desa Bakan, yang katanya ada 2 orang yang terserang DBD dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pihak Dinkes Bolmong, dirinya mengatakan, itu tidak benar.

"Yang benar hanya 1 orang. Dan telah sembuh setelah dirawat di RS Pobundayan," ungkapnya. (zack)


Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Ilustrasi.
FajarTatabuan.com - Terkait virus zika yang tengah menjadi perbincangan hangat, bahkan telah menyebar disejumlah Negara. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, Nurjana Masloman saat di komfermasi wartawan FajarTotabuan.com menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih berwaspada dengan virus tersebut.

Sebab, menurut Nurjana, virus tersebut bisa menyebar apabila terkenal pada seseorang yang dibawah dari luar Kotamobagu.

"Untuk antisipasi dari virus ini fogging bukan solusinya, sebab fogging tersebut hanya bisa mematikan nyamuk dewasa saja," ujarnya.

Selain itu, kata Dia, terkait virus tersebut bukan hanya pada nyamuk, tetapi yang menjadi waspada adalah dispenser yang ada dirumah, sebab penampung air yang ada di bawah dispenser lama kelamaan akan menjadi semacan kuman. (Iwan)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi/Ist
FajarTotabuan.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Menghimbau kepada seluruh Masyarakat  Meski Kabupaten Boltim belum dimasuki virus Zika, namun langkah pencegahan akan penyakit tersebut mulai dilakukan oleh Dinkes.

Hal ini tercermin dari pernyataan Kepala Dinkes Boltim Eko Marsidi SKM ME yang mengatakan kalau pihaknya saat ini terus melakukan fogging (pengasapan) di seluruh daerah tersebut.

“Penyebab penyakit ini berasal dari nyamuk. Sama dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Makanya fogging tetap kami maksimalkan ke seluruh pelosok daerah Boltim,” ujar Eko

Sebap Untuk pencegahan agar tidak terkena virus tersebut, Eko mengatakan langkahnya sama seperti dengan pencegahan penyakit DBD dan Malaria yang disebabkan oleh nyamuk.

“Pola pencegahannya masih sama, yakni dengan menggalakkan pola hidup bersih, menguras, membersihkan dan mengubur barang yang tidak terpakai dan dapat menmpung air,” tambahnya.

Meski sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, gejala penyakit yang disebabkan oleh virus zika menurut Eko agak sedikit berbeda.

“Gejala yang menonjol jika terinfeksi virus Zika adalahdemam mendadak tinggi, mata merah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, lemas, serta kemerahan di kulit badan, punggung, hingga kaki. Kalau demam berdarah, timbul bintik merah, sampai pendarahan dan trombosit turun. Namun pada Zika, trombositnya normal,” tutupnya. (Fer)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
 Dede Koswara
FajarTotabuan.com, Jakarta - Sempat menginsipirasi banyak orang, perjuangan Dede Manusia Akar akhirnya tuntas sudah. Menghabiskan sepanjang hidup menghadapi penyakit langka di tubuhnya, pria bernama lengkap Dede Koswara ini akhirnya menghembuskan napas terakhir pada hari ini, Sabtu (29/1/2016).

Kabar meninggalnya Dede Koswara telah dikonfirmasi oleh pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), tempat dia terakhir dirawat. Menurut pihak rumah sakit, Dede menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.30 WIB. 

Dede sendiri sempat dirawat di rumah sakit tersebut sejak Kamis(28/1/2015) malam. Saat tiba di rumah sakit, kondisi kesadarannya sudah sangat menurun. Walaupun sudah menjalani perawatan secara maksimal, nyatanya Tuhan berkehendak lain.Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Dede yang sekujur tubuhnya ditumbuhi kutil ini meninggal dunia akibat berbagai komplikasi penyakit yang diidapnya. Selain kutil yang membuat tubuhnya tampak seperti akar, dia juga punya riwayat gangguan ginjal, paru-paru, hati, dan otak.

Penyakit kutil bernama Epidermodysplasia verruciformis atau Lewandowsky-Lutz dysplasia yang diderita Dede ini memang terbilang langka. Tahun2008, dia sempat menjalani operasi pengangkatan, namun belakangan kutil-kutil di tubuhnya kembali tumbuh seperti semula. Dede Manusia Akar, atau Dede Koswara, bukan satu-satunya orang yang menderita gangguan ini. Beberapa penderita juga ditemukan di Indonesia, termasuk Painan asal Sumatera Barat dan Iwan dari Semarang. (*/Fer)

Sumber:Bintang.Com
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Fajartotabuan.com - Asam Urat sering dialami oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan, orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini. Sebenarnya, seperti apa penyakit ini? Apa saja gejala, penyebab, dan solusinya? Serta makanan apa yang menjadi pantangan? Berikut kita akan membahasnya.Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.


    Purin adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.

    Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.

    Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

       Gejala Asam Urat
  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
      Solusi Mengatasi Asam Urat
  • Kontrol makanan yang dikonsumsi.
  • Banyak minum air putih, Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
  • Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
      Makanan yang Dihindari (mengandung banyak       purin)

  • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
  • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
  • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
  • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
  • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.(**)