Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu saat diwawancarai oleh awak media, senin (03/20)./Arm
FajarTotabuan.com - Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu mengakui banyak hal yang harus dibenahi dalam pelayanan rumah sakit yang dipimpinnya. Karena menurutnya, Sumberdaya Manusia (SDM) di RS, harus ada pembinaan khusus agar pelayanan menjadi lebih baik.
"Langkah konkret kami Sebagaimana, kami akan memperbaiki karakter kepada SDM, meski sarana kita lengkap tapi SDM buruk pelyanan tidak akan menjadi baik, dan untuk itu, kami membutuhkan waktu untuk itu," ungkapnya, kepada awak media, senin (03/10).
Meski begitu, Maxi mengeluhkan kurangnya ruangan ICU yang hanya berjumlah 6 ruangan, hingga banyak pasien kritis terdiam di tempat alias staknan. "Mudah-mudahan september selesai kita akan ketambahan 24 ruangan, dan keluhan di IGD akan segera teratasi," bebernya.
Terkait kabar burung yang hinggap di RSUP Prof Kandou yakni lahirnya pelayanan buruk akibat kesejahteraan karyawan tak bisa dipenuhi, langsung dibantah oleh Max.
"Kita saat ini menggunakan elektronik, jadi dia (karyawan) sudah tahu yang di dapatkan berapa dari hasil kerja, kita transparan dan sudah ada parameter-parameternya," ujar Max.
Selain itu, dirinya memastikan jika di RS Prof Kandou sudah tak ada lagi mafia obat. "Dokter-dokter memiliki standar indikator dalam memberikan resep tapi memang belum 100% terlaksana jadi ada dokter memberikan obat yang diluar itu," akuinya, hingga mengakibatkan adanya beberapa obat yang harus dibayar.
"Jadi tidak ada mafia. Untuk standar formolarium kita terus benahi, jika ada bukti pembayaran (Mafia obat-red) lapor ke manajemen kita bisa kembalikan uangnya," tegas Max. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: