Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi.

FajarTotabuan.comPemerintah Kabupaten (Pemkab), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), mulai memberlakukan serta menggratiskan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat Boltim, hal tersebut dilakukan dengan berdasarkan Visi Misi Bupati Boltim Sehan Ladjar SH, saat menyampaikan orasi kampanye politiknya pada pilkada boltim desember 2015 tahun lalu.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Boltim Eko Marsidi, pada rabu (06/04) kemarin mengatakan, Pemkab mulai memberlakukan pengobatan gratis bagi masyarakat boltim terhitung sejak 1 April 2016 beberapa hari yang lalu di mana pelayanan kesehatan sudah di gratiskan oleh pemerintah kabupaten Boltim.

Lanjut dikatakanya, adapun sebagai acuan digratiskanya pelayanan kesehatan tersebut, disesuaikan dengan Visi dan Misi Bupati Boltim Sehan Landjar, SH. Untuk Pemantapan program menuju masyarakat yang Cerdas Sehat Kreatif, berwawasan lingkungan Hidup, menuju masyarakat yang sejahtera berbasis Pedesaan, ini juga di dukung oleh peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2016, perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pelayanan dan retribusi jasa umum, Dimana dirinya akan menargetkan pelayan kesehatan gratis dilingkup pemkab boltim.

“Bupati Boltim menargetkan warga Boltim harus Sehat, sehingga pelayanan harus lebih ditingkatkan dan mulai dimaksimalkan dengan cara di gratiskan, hal ini berkenaan dengan Visi dan Misi Bupati yakni pemantapan program menuju masyarakat yang Cerdas Sehat Kreatif, berwawasan lingkungan Hidup, menuju masyarakat yang sejahtera berbasis Pedesaan, ini juga di dukung oleh peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2016, perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pelayanan dan retribusi jasa umum,” kata Eko.

Selain itu, dirinya juga mengatakan tentang ada beberapa point penting pelayanan kesehatan yang harus di bayar karena bersifat di rencanakan dan tidak termasuk dalam visi misi bupati boltim.

“Adapun untuk Persalinan, pengurusan surat keterangan kesehatan, dan Visum enterpretum, harus dibayar karena direncanakan karena tidak termasuk dalam visi misi bupati, namun yang selain dari itu gratis, dengan persyaratannya hanya menunjukan KTP saja, dan itu sudah termasuk biaya obat dan lain sebagainya,” terangnya. (Fery)

Post A Comment:

0 comments: