Articles by "Pariwisata"
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

FajarTotabuan.com - Liburan di akhir pekan menjadi saat yang paling ditunggu.  Demi menikmati sugguhan keindahan alam di akhir pekan, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian bersama istri Tri Suswati mendatangi bukit Tetempengan Hill di Koha, Kabupaten Minahasa.

Kebahagian mendatangi tempat tersebut, langsung tergambar dari suara istri Kapolri Tri Suswati. "Tempat ini lengkap sebagai daerah wisata, Masyarakat beruntung dengan keindahan bukit ini. Berbahagia sekali masyarakat Sulut hidup dalam keindahan indah alam ini yang dapat menjadi pusat pariwisata yang dapat menjadikan salah satu tempat penghasil pendapatan daerah," tegas Suswati saat menyaksikan aksi para pilot paralayang beraksi, Sabtu (29/7/2017).

Daya tarik yang dimiliki bukit itu, begitu membuat istri Kapolri ingin kembali datang ketempat yang memiliki ketinggian 600 Meter Diatas Permukaan Laut (Mdpl).


"Seharusnya saya bisa terbang hari ini, namun masih kurang fit. Namun saya akan kembali kesini. Saya akan usulkan agar pemerintah provinsi lakukan kegiatan merah putih dalam rangka peringati HUT Priklamasi yang dipusatkan didaerah tempat tersebut," ucap Suswati.

Untuk merasakan suasana yang ada di bukit Tentempang Hill, tempat aksi para Paralayang Istri Kapolri sampai melepas sepatu yang kenakannya. (Ar)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Festival Teluk Tomini (FTT) Bolsel, 16-27 April 2017

FAJARTOTABUAN.COM - Setelah mengikuti Deep Extreme di Jakarta beberapa hari lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Selatan (Bolsel) khususnya Dinas Pariwisata (Dispar) mulai fokus pada kegiatan Festival Teluk Tomini (FTT) Bolsel 2017 yang digelar 16-27 April mendatang.


Menurut Kepala Bidang (Kabid) Promosi Dinas Pariwisata (Dispar) Bolsel Delfian Thanta bahwa partisipasi Bolsel dalam kegiatan Deep Extreme untuk mempromosikan potensi wisata alam dan bahari. “Kami ikut dalam kegiatan Deep Extreme, selain mempromosikan daerah kita juga melakukan launching buku bahari Bolsel,” ungkapnya.

Dan untuk penyelenggaraan FTT, pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri khususnya soal lokasi. “Saat ini kami mulai mempersiapkan pelaksanaan FTT Bolsel 2017, soal lokasi lebih difokuskan untuk meminimalisir kekurangan ,” tambahnya.

Dia berharap partisipasi Bolsel diajang Deep Extreme berdampak positif terhadap potensi wisata alam khususnya bahari dengan banyaknya wisatawan ke Bolsel. “Harapan kita, FTT Bolsel 2017 dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bolsel,” pungkasnya.


FTc
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Wah, Segelintir Oknum Sering Usir Wisatawan Taman Laut Bunaken

FajarTotabuan.com - Dibalik keindahnya pulau Manado Tua atau yang familiar ditelinga kita yakni pulau Bunaken dengan icon taman lautnya, ternyata menyimpan salah satu permasalahan yang menarik untuk di simak.

Icon Sulut yang mendunia ini, dikatakan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey ada beberapa kelompok yang membuat para wisatawan tidak betah lagi.

Karena, diakui OD sapaan akrabnya, ada segelintir orang yang sering mengusir para pengunjung untuk melihat kayanya alam di tanah nyiur melambai.

Hal ini diakui ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, OD juga memfokuskan pembangunan Sulut di sektor Pariwisata.

"Namun ini menjadi tantangan Pemerintah Provinsi (Pemprov)," akui OD belum lama ini, saat menghadiri Rapat Paripurna penentuan RPJMD 2016-2021.

Dirinya juga mengatakan terkait kelompok yang membuat para turis dan wisatawan tak nyaman untuk menikmati icon Sulut yang satu ini.

"Masih banyak oknum-oknum yang menghambat pariwisata, di Bunaken ada gangguan, ada sekelompok mengakui pencinta bunaken mengusir para turis yang akan ingin melihat hasil alam kita yang sangat baik," tandasnya. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan

Tempat Wisata Di Bolmong Jadi Prioritas Disparbud
Ilustrasi, (Foto : Google)

FajarTotabuan.com —  Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Kepala Dinas Pariwisata (Disparbud) Bolmong, Nangsih Mokoginta SE mengatakan, siap untuk mempromosikan tempat pariwisata bidang bahari. Namun, sayangnya dengan akses jalan yang tidak menunjang sehingga menjadi penghambat menuju lokasi tersebut.

“Jalan yang ada rusak sehingga menghambat para wisatawan menuju lokasi wisata,” ujar Nangsih.

Menurutnya, ada beberapa tempat wisata di daerah Bolmong yang menjadi andalan saat ini. Di antaranya,  air panas Desa Bakan, Kecamatan Lolayan dan pantai Maelang, Pantai Lolan, Pantai Bungin, air panas Baturapa, air terjun Baturapa dan air terjun Mengkang. 

Terbukti dari salah satu Tempat wisata yakni Wisata Bahari yaitu Pulau Tiga Maelang, yang sanag di minati para wisatawan, karena tempat mengsunguhkan indahnya terumbu karang dan pasir putih.

“Wisatawan domestik akan ditargetkan tahun ini,  minimal 10 juta jiwa yang berdomisili di bolmong dan luar daerah. Namun biasanya kunjungan wisatawan tahun ini capai 80 persen dalam setiap tahunnya,” tutup Nangsih. (SVG)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Wahyudi Mokodongan 

FajarTotabuan.com - Perhelatan lomba pemilihan Uyo Nanu Kota Kotamobagu  telah mendakati garis finis. Lomba dengan poling pemenang dilihat dari jumlah foto yang disukai ini mampu sedot perhatian para natizen.

Masing-masing peserta menunjungan secercah harapan dan meminta dukungan. Seperti peserta yang satu ini. Pria asal Kelurahan Gogagoman yakni Wahyudi Mokodongan.

Pada media ini, Wahyudi mengatakan, mengikuti kegiatan ini karena ingin membudayakan bahasa tanah Totabuan.

"Saya mengikuti  Uyo Nanu Kota Kotamobagu (KK), Karena ingin mengajak pemuda pemudi yang ada di KK agar lebih mencintai bahasa Mongondow dan lebih melestarikan bahasa mongondow di tingkat regional, provinsi maupun nasional," ujarnya, senin (02/05), 

Untuk itu, pria yang tengah menimba ilmu di Fakultas Pertanian, Unsrat Manado ini, meminta bantuan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukungnya menjadi Uya Kotamobagu.

"Untuk itu, saya meminta dukungan kepada semua masyarakat, serta teman-teman yang ada," ujar peserta utusan Humas Pemkot Kota Kotamobagu ini.

Berikut, cara mendukung dengan membuka foto Klik Disini dan sukai foto Wahyudi Mokodongan Peserta No. 29, peserta dari Humas Pemkot Kotamobagu. (Arm).

Atau buka copy paste link berikut

https://m.facebook.com/155470894472469/photos/pb.155470894472469.-2207520000.1462080637./1179601958726019/?type=3&source=54. Untuk via Instagram mohon double tap foto saya No. 29 di link https://www.instagram.com/p/BE10DTtuh9h/
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Datangi OD, Sulut Seperti "Surga" Bagi Investor Asing
Saat Pertemuan Sedang Berlangsung, ist

FajarTotabuan.com - Punya posisi yang strategis dan Sumbey Daya yang melimpah sepertinya membuat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih seperti surga bagi bagi para Investor asing. Begitu mengesankan, sedikitnya 15 calon Investor dari Australia lirik sektor Pariwisata di tanah Nyiur Melambai.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw bersama 15 calon investor Australia di pimpin Mr Debnath Guharoy dari Australia Indonesia Business Cuncil (AIBC), di Ruang Kerja (Ruker) Gubernur, Selasa sore (29/03).

Kegiatan yang di fasilitasi BKPM Pusat dan Kementerian Pariwisata itu, berlangsung dalam suasana kekeluarggaan. Guharoy mengatakan, tujuan kedatang untuk melihat langsung keseluruhan potensi yang ada di Sulut terutama sektor pariwisata yang sangat potensial seperti taman laut.


"Untuk maksud tersebut mereka telah membuat perencanaan apakah bisa sesuai dengan ke-inginan pemerintah daerah, agar banyak turis yang datang kesini, bahkan melebihi dari Bali," jelas Guharoy.

Guharoy menyebutkan, kalau berbicara taman laut, kami akan menyelematkan agar tidak ada pembuangan sampah dan untuk pekerjaan itu ada pekerjaan tersendiri.

"Kami melihat dari sektor pariwisata jika dibangun dengan perencanaan yang baik akan mendapat banyak uang," katanya.


Ia juga mengajak pengusaha Indonesia untuk bekerjasama dengan Australia, sebab didalam groupnya, ada banyak pengusaha yang bisa membangun infrastruktur pariwisata dan penanganan sampah. 

"Untuk itu kami minta dukungan dari Bapak Gubernur Sulut. Ini semua bisa berjalan ketika sesuai dengan visi misi dari Gubernur sendiri," ujarnya sembari menyebutkan di Sulut ada 200 H lahan milik dari bapak Suryo dan ini bisa dibangun sampai empat hotel serta infrastrutkur penunjang pariwisata lainnya seperti dermaga dll.


Menanggapi hal itu Gubernur menyatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, lagi mencanangkan pariwisata sebagai salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah ini. Serta pembuatan dua Perda yakni Perda Zonasi  terkait dengan pesisir pantai, untuk tahap awal di mulai dari pesisir pantai Manado hingga Kema, serta Perda BUMB. 

"Tujuannya untuk mempermuda investor berusaha disini. Selain itu Pemprov sedang mengajukan kepusat agar Taman Nasional Bunaken (TNB) untuk ditetapkan jadi otoritas sendiri," katanya. 

Sementara itu, Managing Director Capital Projects and Infrastrukture, Keit Marthin menjelaskan perusahaannya sudah 28 tahun membangun infrastruktur pariwisata di Asia termasuk di Indonesia.


"Yang paling penting disini daerah mampu menyiapkan infrastruktur dasar seperti air, pengolahan limba dan listrik kemudian infrastruktur social seperti kesehatan dan peendidikan," kata Marthin.

Dirinya melihat, infrastruktur dasar yang belum maksimal di Sulut yaitu listrik, karena  masih banyak pertokoan dan tempat-tempat umum masih menggunakan genset untuk penerangan.

Gubernur sendiri menyebutkan, menyangkut kesiapan air, tahun ini Pemerintah akan membangun Bendungan kuwil untuk mensuplai air baku di kota Bitung, Minut dan Manado karena tiga kawasan itu menjadi wilayah pengembangan infrastruktur kedepan. 

"Untuk lima tahun kedepam Sulut akan surplus listrik, jadi siap mendukung investor yang ingin menanamkan modalnya didaerah Sulut," tutur Olly.

Gubernur juga menambahkan, saat ini Bandara Sam Ratulangi (Samrat) sudah bebas visa, serta tahun depan akan dilakukan perpanjangan Run Wai agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat di Bandara Samrat Manado. 

Turut hadir Sekprov, Ir Siswa R Mokodongan, Walikota Manado Ir Roy O Roring MSi, Kadis Budpar, Ir HTR Korah MSi dan Kaban PMD Sulut, Dra Lynda Watania MSi. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Sulut "Resmi" Bebas Visa, Ini Kata Kepala Imgiran Manado
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado, Montano F Rengkung, ist

FajarTotabuan.com - Pintu dalam mewujudkan Visi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), memajukan sektor pariwisata kini terbuka lebar setelah lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia (RI) tentang Bebas Visa Kunjungan.

Menindak lanjuti hal tersebut, Gubernur Sulut beberapa waktu lalu, langsung mengkoordinasikan dengan pihak Kantor Imigrasi guna Sulut bisa menerapkan Perpres tersebut dengan cepat. Tidakan orang nomor satu itu pun, kini membuahkan hasil.

Pasalnya, Selasa (29/03) sore tadi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado, Montano F Rengkung, di kantor Gubernur Sulut mengatakan, jika Sulut kini telah bebas visa kunjungan sejak tanggal 22 Maret 2016.  


"Dapat Kami sampaikan Perpres Nomor 21 tahun 2016 tentang 169 negara di tempat masuk imigrasi di Sulut lewat darat, laut dan udara kini telah bebas visa," ungkapnya, kepada awak media.

Dirinya juga menjelaskan, meski sudah resmi bebas kunjungan di Sulut, namun saat ini peraturan tersebut, sedang menunggu berkas kelengkapan di Kementrian Hukum dan HAM RI.  


"Sambil menunggu Peraturan hukum dan ham, Bpk Dirjen Imgrasi telah keluarkan surat dinasnnya tertanggal 19  maret dan 22 maret untuk pelaksanaannya (bebas visa-red)," tuturnya.

Langkah tersebut, kata Montano telah di Koordinasikan dengan top eksekutif Sulut yakni Gubenur Olly Dondokambey. "Kami sudah sampaikan kepada Bapak Gubernur sebagai tindaklanjut masuknya para wisatawan ke-Indonesia, khusunya Sulut," tambahnya. 


Dirinya juga menambahkan, dengan dibebaskan visa kepada wisatawan diharapkan dapat mendokngkrak Pariwisata Sulut. "Pariwisata dan pembangunan pariwisata, dengan adanya wisatawan di Sulut tentu akan memacu perkembangan Sulut," pungkasnya. (Arm)
Fajar Totabuan, Berita Tentang Bolaang Mongodow Raya, Berita Tentang Totabuan
Tatong Bara berbincang dengan Insan Pers di Hari Pers Nasional
Walikota Tatong Bara didamping
Kadis Agung Adati saat berbincang
dengan pewarta.
FajarTotabuan.com - Rencana pembangunan fasilitas wisata air terjun Molimpungan di desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur akan dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Menurut Kadis Perhubungan Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informasi, Agung Adati, untuk detail engineering design (DED) telah disiapkan pihaknya.

"Sesuai rancangan tempat dan tata wilaya memang efesien dan sudah selesai sudah di bahas," pungkas Adati.

Sementa untuk Pembebasan lahan wisata tempat ini, kata Adati, sudah dibayar tahun ini.

Untuk wisata tersebut, Pemkot dalam hal ini Walikota Kota Kotamobagu Ir. Tatong Bara saat ditanyai, Rabu (10/02) siang tadi, memberidukungan penuh terhadap rencana pembangunan tetsebut.

"Pemerintah akan selalu merespon pembentukan wisata tersebut, karena ini juga sebagai defisa buat daerah dan lebih terkhususnya semua masyarakat bisa menikmati," ujar Tatong saat berbincang dengan Insan Pers.

"Sementara ini Balai Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) sudah menetapkan 6000/meter pada harga tanah lahan air terjun dan menjadi kabar gembiranya," pungkas Walikota menambah.

Sementara itu, saat bersamaan salah satu wartawan mengatakan, Lahan tersebut memberikan masih ada beberapa lokasi air terjun masih dalam posisi terganjal, sebab ada beberapa lokasi air terjun tersebut memberikan harga lebih tinggi,"ujar. (iwan)