Ilustrasi Bangku Kosong/ Foto Google
FajarTotabuan.com - Setelah birokrat handal asal Bolaang Mongondow Raya (BMR) yakni Rahmat Siswa Mokodongan melepaskan jabatan sebagai Sekertaris Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), membuat spekulasi akan hilangnya panggung putra-putri BMR di tingkat Provinsi mulai bermunculan.
Hal itu seperti yang terjadi saat DPRD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mendatangi DPRD Sulut, jumat (14/10). Awalnya, rombongan Ketua DPRD Bolmut, Karel Bangko di sambut oleh Anggota Komisi III DPRD Sulut, Hi Amir Liputo dan Sekertaris Komisi II, Rocky Wowor yang juga legislator Dapil Bmr.
Dipimpin Anggota Legislatif (Aleg) Sulut Hi Amir, forum pun dimulai dengan curahan Karel Bangko Cs terkait permasalahan yang menumpuk di Bolmut dan membutuhkan sentuhan dari Pemerintah dan DPRD Provinsi.
Saat tengah mengaduhkan permasalahan tiba-tiba Ketua DPRD Bolmut, Karel Bangko mengungkapkan kekecewaan dengan tidak adanya putra-putri Bmr yang memimpin alias punya panggung di tingkatan provinsi.
"Ketua DPRD Sulut, Gubernur, Sekprov orang sini (Bukan Bmr-red)," tuturnya.
Tanggapan itu, disambut senyum oleh Hi Amir Liputo, dalam memimpin forum tersebut. Sebelum selesainya pertemuan itu, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw dan Sekertaris Komisi III, Edwin Lontoh turut menghadiri kunjungan.
Namun sayangnya, setelah kunjungan itu berlangsung, Karel Bangko enggan buka-bukaan dengan awak media, ketika ditanya soal putra BMR tak memiliki posisi di Sulut.
"Kami tidak mempersoalkan itu, makanya kami rutin datang kisini agar tahu. kami orang Sulawesi Utara sama tentu dan tidak ada persoalan," bebernya, jumat (14/10), sembari tak membenarkan kekecewaan yang sempat dilontarkan.
Meski begitu, Karel mengakui keadaan saat ini (Tak ada Pemimpin Putra BMR) memang tengah terjadi. "Dengan adanya keskosongan di Sulut (Tak ada Pemimpin Putra BMR-red), juga sebagai pemicu untuk lebih berkomonikasi dengan pihak provinsi," tandasnya. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: