Ilustrasi./foto : Google
FajarTotabuan.com - Harapan masyarakat Bolaang Mongodow Raya (BMR) untuk segera menjadi daerah otonomi baru (DOB) sebagai provinsi sepertinya belum mendapat kepastian.
Meski, harapan dari sejumlah tokoh putra daerah terus digembar-gembor memperjuangkan harapan tersebut, belum juga dilabuhkannya kepastian terbentuk Provinsi-BMR.
"Itu memang yang idam-idamkam masyarakat Bolmong Raya, harapan masyarakat lebih cepat di realisasi lebih baik," tungkas Anggota DPRD Sulut, Hj Ainun Talibo, kamis (13/10) lalu.
Dilain kesempatan, sebuah kabar tak sedap terdengar dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait, DOB Provinsi BMR. Pasalnya, menurut Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda), Soni Sumarsono alasan terjadi Morotarium DOB karena kondisi ekonomi negara yang tidak stabil.
"Perkembangan ekonomi makro, pembahasan KUA RPP ditunda, ada penundaan regulasi dan morotorium bukan berarti gagal," ujar Sumarsono, saat menghadiri Rapat Paripurna Hut Provinsi Sulut ke-23.
Meski begitu, Sumarsono mengakui akan terus mengawal harapan masyarakat BMR itu. "BMR saya masih konsisten mengawal, dan tergantung membaiknya kondisi ekonomi," bebernya.
Dampak ekonomi makro memang diakui Sumarsono menjadi biang keladi DOB disejumlah daerah di Indonesia terhambat dan belum menemukan kepastian.
"Wong 133 Trilliun dana daerah saja di potong. Mudah-mudahan dengan tax amnesty dan lainnya kondisi bisa membaik dan DOB bida berjalan," pungkasnya. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: