Saat Jajak Pendapat Sedang Berlangsung, senin (03/10), nampak Anggota DPRD Sulut, Billy Lombok Menunduk Kepala./Arm

FajarTotabuan.com - Pelayanan buruk yang terus membudaya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou Malalayang membuat Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu terancam posisinya di RS ternama Sulawesi Utara (Sulut) untuk digantikam. 

Bahkan, belum lama ini, budaya buruk yang tersebut, sempat menimpa orangtua Anggota DPRD Sulut, Billy Lombok. Alhasil, kegaduhan Anggota legislatif (Aleg) Billy, langsung disambut baik oleh Komisi IV DPRD Sulut, dengan membuat dengar pendapat (Hearing-red) bersama pihak RSUP Prof RD Kandou, serta kepala BPJS Kota Manado, pada senin (03/10) pagi tadi.

Dalam jajak pendapat tersebut, Billy mengungkapkan gelisah hati akibat pelayanan buruk yang terima ibu nya. Hal itu, terjadi hingga ibunya harus berpulang kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

"Rumah sakit tidak berperikemanusiaan setiap ada kasus selalu dokter katakan serahkan kepada Tuhan, padahal masih bisa di tangani," ujar Billy, hingga terkadang meneteskan air matanya.

Bahkan Billy mengungkapkan dana BPJS yang sering disetorkan ke RSUP mencapai 30 M per bulannya, lantas tak kunjung membaik pelayanan yang diterima masyarakat. "Bagaimana RS tipe A kalau pelayanan seperti ini," tungkasnya.

Senada dengan itu,  Luciana Taroreh mengungkapkan kesalahan terjadi pada bawahan hingga Direktur dan kepala lainnya harus menanggung akibat, untuk itu harus ada pembenahan di struktur RSUP Prof Kandouw.  

"Kalau so nda sanggup mengundurkan diri saja," tegasnya, dengan dialek Manado.

Anggota Komisi IV, Yongkie Limen juga menambahkan pihak rumah sakit jangan mencari untung dari pendapatan yang ada. Pasalnya 30M yang di sedot dari BPJS belum dana-dana lainnya harus berimbang dengan kualitas pelayanan yang diberikan. 

"Tingkatkan saja mutu pelayanan, mending saya ke Dinsos berikan pelayanan baik ketimbang diurus dokter tapi pelayanan buruk," sindirnya.

Menanggapi celoteh yang diberikan dari beberapa Aleg Sulut, serta Komisi IV. Dirut RSUP Prof RD Kandou, Maxi Rondonuwu hanya bisa mengucapkan maaf atas kelalaian yang sering dilakukan para pegawai, dokter yang ada di RSUP RD Prof Kandou.

"Sekali lagi, saya mewakili seluruh direksi RSUP RD Prof Kandou meminta maaf yang sebesar-besarnya, dan akan memperbaiki ini," ujarnya.

Dirut juga mengatakan telah menindak tegas laporan yang masuk terkait pungutan liar yang terjadi di IGD. "Kami sudah tindak tegas apa yang dilaporkan," tuturnya.

Sementara ketua Komisi IV, James Karinda mengatakan telah mengambil keputusan dari pembahasan ini, meski komisi IV tidak bisa memberikan keputusan secara langsung. "Jika ini tidak diperbaiki maka kami akan merekomendasikan di pusat untuk ada pergantian pimpinan RSUP RD Prof Kandou," tegas Karinda. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: