Wagub Sulut, Steven Kandouw.
FajarTotabuan.com - Penyakit para Aparatus Sipil Negara (ASN) memang beranekaragam, terkhusus di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sesuai yang dibeberkan oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw, hari Rabu (06/04) siang kemarin.
Hal tersebut, diungkapkan mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, setelah mendapatkan usul dari anggota legislatif (Aleg) terkait kinerja ASN yang harus segera dievaluasi.
"Evaluasi saya dengan Pak Gubernur memang masih banyak yang tak bisa mengikuti gaya kami bekerja dan pemikiran kita, pola saja mereka masih jauh dari harapan itu jelas baik eselon II, III dan IV bahkan secara umum," kata Kandouw saat di wawancarai awak media.
Steven mengatakan, sebab para ASN tidak bisa mengikuti pola kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dengan pola kerja cepat. "Mungkin melihat ada yang sudah terlalu lama di posisinya, dan tidak di real man the real job, berikut sudah memang karakter, dan juga penyakit birokrat hanya mementingkan diri sendiri bukan mementingkan kepentingan rakyat," katanya.
Dirinya menambahkan, hal tersebut bukan hanya isapan jempol semata, karena, pihaknya memiliki data atas penyakit ASN tersebut. "Data itu semua ada pada saya, dan setiap hari saya evaluasi, ada yang datangnya terlambat pulangnya cepat, dan oreantasinya hanya memperkaya diri," ujarnya.
Bahkan, kata Steven, ada ASN yang hanya mencari Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). "Padahal saya yang ditugaskan pak Gubernur untuk menandatangani surat tugas eselon II, III dan IV," tambahnya.
Dirinya menjelaskan, sudah memiliki matrik atau catatan ASN yang terjaring pernyakit-penyakit tadi, sehingga ini akan menjadi bahan pertimbangan pada rolling bulan agustus. Mengingat, perturan Kemen-PAN tak bisa lakukan rolling bagi kepala daerah terpilih selama 6 bulan. "Rolling jabatan, memenuhi peraturan 6 bulan pasti ada muka-muka baru," pungkasnya. (Arm).
Sent from BlackBerry® on 3

Post A Comment:
0 comments: