Di Akhir Paripurna, Tuuk Dan Meiva Perang Pendapat Aleg Meiva Salindeho Lintang (Samping Kiri) dan Aleg Julius James Tuuk (Samping Kanan)
Di Akhir Paripurna, Tuuk Dan Meiva Perang Pendapat Aleg Meiva Salindeho Lintang (Samping Kiri) dan Aleg Julius James Tuuk (Samping Kanan)

Aleg Meiva Salindeho Lintang (Samping Kiri) dan Aleg Julius James Tuuk (Samping Kanan)

Fajartotabuan.com - Dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur tahun anggaran (T.A) 2015 yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) sempat terjadi perang pendapat, sebelum menutup rapat hari rabu (06/04) siang kemarin.  

Kali ini, suasana diramaikan oleh Anggota Legislatif (Aleg) Julius James Tuuk dan Aleg Meiva Salindeho Lintang dalam membahas tentang kinerja para aparatur sipil negara (ASN).

Sebelum menutup rapat paripurna Tuuk mengatakan, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw sedang membangun jembatan emas,  sesuai, hal tersebut dikatakan Tuuk sambil megutip perkataan Presiden Pertana Republik Indonesia (RI) Ir. Soekarno.

"Pada rapat satu juni 1945 Ir. Soekarno pernah mengatakan kita sedang membangun jembatan emas, jembatan emas untuk anak cucu kita," kata Tuuk membuka instrupsinya.  

Dirinya menjelaskan, jembatan emas yang dimaksudkan tidak lain adalah kinerja yang baik dari kedua pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, yang tidak bisa diikuti oleh jajaran dibawahnya.

"Fakta menunjukan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur bekerja sampai jauh malam mengurangi tidur tetapi fakta menunjukan juga banyak kepala dinas juga ASN hanya Tidur," tutur Aleg asal PDIP tersebut. 

Dirinya juga menambahkan, Ada filosofi, jika pemimpin berdiri yang lain berjalan, dan jika bapak Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan yang lain harus lari, serta jika lari maka kepala dinas dan ASN harus terbang. 

"Sebab itu saya meminta kepada Pemprov Sulut melakukan evaluasi kinerja kepada ASN, kadis mana yang bekerja tak sesuai dengan gaya kepemimpinan, maka amputasi," tegasnya. 

Tuuk juga menambahkan, karena Pemerintah bekerja dengan tujuan Sulut sejahtera, dan sulut hebat. "Bagaimana kita membangun jembatan emas dengan mental-mental seperti ini," tanya Tuuk. 

Berbanding berbalik dengan hal tersebut, Aleg Meiva Salindeho Lintang mengatakan, penyampaian LKPJ yang akan di bahas dalam ranah internal DPRD akan menjadi tolak ukur kinerja ASN saat ini. 

"Kalau kita mau bicara, bicara fakta dan fakta itu ada pada LKPJ," kata Meiva, melakukan instrupsi setelah kesempatan Tuuk memaparkan usulan kepada Wagug Sulut Steven Kandouw.

Meiva juga mengatakan, kalau pun ada para ASN menurut rasa pribadi Aleg, ataupun menurut fakta saat ini tak sesuai dengan visi-misi pemerintahan saat ini, biarlah orang yang berkompeten menilainya. "Biarlah yang menilai itu, orang-orang berkompeten disitu," tambah Meiva.

Meiva kembali menyarankan, kalau pun jika hendak memberikan saran dan usul marilah secara terhormat. "Karena lima tahun mereka sudah bekerja untuk memajukan Sulut dan kita adalah bagian dari itu," kunci politis Partai Golkar. (Arm)  

Post A Comment:

0 comments: