Panitia Validasi Terjemahan Al-Qur'an bahasa Mongondow.
Panitia Validasi Terjemahan Al-Qur'an bahasa Mongondow.

FajarTotabuan.com - Panitia validasi terjemah Al-Qu'ran bahasa Mongondow bekerjasama dengan Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Keagamaan Kementrian Agama RI, dalam Workshop Validasi Penerjemahan Al-Qur'an Bahasa Mongondow Tahap ke-3 di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (06/04) tadi malam.

Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si selaku panitia pelaksana juga narasumber dalam workshop tersebut mengatakan, validasi terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa daerah sangat penting, karena selain mempermudah masyarakat belum bisa berbahasa Indonesia, ini juga merupakan suatu langkah dalam pelestarian bahasa, khususnya bahasa daerah. 

"Ini validasi sudah tahap ke-3. Masuk pada tahap k-4, Insya Allah akan diresmikan di Kairo, kemudian ditribusikan langsung ke masyarakat Bolmong. Semoga dengan begitu, masyarakat akan semakin paham apa yang disampaikan Al-Qur'an," katanya penuh harap.

"Perkara bahasa ini agak sedikit sulit. Misalnya, 'Yang Maha Pengasih' dalam bahasa Arab, tidak mungkin sama dengan 'Yang Maha Pengasih', ketika telah diterjemahkan dalam bahasa Mongondow," lanjut Rektor.

Sebelumnya, tambah Rektor, pemvalidasian terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Mongondow tahap 1 dan 2 dilakukan di Kampus IAIN Manado. "Kali ini digelar di sini (Kotamobagu), karena permintaan tokoh agama, tokoh adat dan MUI Bolmong Raya," ujarnya.


Sementara, Kepala Pusat Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Keagamaan, Drs. Choirul Fuad Yusuf, MA., M.Phil mengungkapkan, di Indonesia secara umum, kita sudah tertinggal jauh. 

Al-Qur'an belum banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa daerah. "Kita lihat Injil, sudah sangat banyak terjemahan-terjemahannya ke dalam bahasa-bahasa daerah," tungkasnya. (Zack)

Post A Comment:

0 comments: