Anggota Komisi II DPRD Sulut, Billy Lombok/Arm
FajarTotabuan.com - Maraknya lembaga keuangan yang kurang jelas (KJ) sering mengimi-imingi bunga besar, yang hasilnya buntut ke penipuan, nampaknya terus menghantui masyarakat.
Seperti kasus yang hingga kini bergulir dan belum mendapatkan titik terang bagi korban kasus Net Invest. Keadaan itu, membuat anggota legislatif (Aleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara.
Seperti yang dikatakan, Anggota Komisi II, Billy Lombok, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti Investasi atau menyimpang uang di lembaga yang masuk akal saja dan sesuai dengan perundang-undangan.
Baca Juga : Yusri : Ada Sanksi Tegas Bagi Guru Yang Tidak Menjalankan Tugas
Baca Juga : Yusri : Ada Sanksi Tegas Bagi Guru Yang Tidak Menjalankan Tugas
"Sebenarnya, semua pihak berwenang sudah cukup sigap dengan hal-hal ini cuma kami mendorong agar ada kepastian hukum bagi masyarakat yang di rugikan," kata lombok, selasa (29/03) siang tadi.
Kasus yang selalu membelit masyarakat terkait lembaga keuangan, sering di warnai dengan kerugian bagi masyarakat. Pasalnya, para korban alias masyarakat belum memiliki payung hukum yang ada, hingga sulit mendapatkan keadilan bagi para korban.
"Masyarakat yang menjadi korban agar proses hukumnya tidak berlarut-larut dan memakan waktu yang lama lagi, dan tidak merugikan yang lebih besar lagi bagi masyarakat," ujar Lombok kepada pihak berwenang yang sedang mendalami kasus lembaga keuangan.
Dirinya juga mengatakan, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Mitra kerja Komisi II agar lebih sigap dalam melihat gejala lembaga keuangan yang akan merugikan masyarakat, terlebih lembaga yang tidak resmi.
"Karena masih banyak laporan dari masyarakat banyak lembaga yang menawarkan bunga tinggi tentunya beresiko. Resiko tersebut harusnya di jelaskan kepada masyarakat," tungkas Billy kepada awak Media.
Baca juga : Sehan Landjar : TKD Naik ASN Boltim Diminta Kerja Maksimal
Baca juga : Sehan Landjar : TKD Naik ASN Boltim Diminta Kerja Maksimal
Untuk hal keadaan ini, maka Billy meminta kembali agar masyarakat tidak menyimpan uang di lembaga yang tidak pasti atau KJ seperti yang dijelaskan.
"Jadi intinya masyarakat waspada, dan lembaga terkait seperti OJK harus sigap, dan pemerintah berwenang harus melindungi masyarakat," imbaunya. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: