Dirjen Otda Kemendagri, DR. Soni Sumrasono - Ilustrasi Pemekaran PBMR.
FajarTotabuan.com - Keinginan Masyaakat Bolaang Mongondow Raya ( BMR) untuk memekarkan diri menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Sulut, telah mengalami proses pasang surut.
Meskipun, syarat demi syarat telah terpenuhi, namun hingga kini belum juga terealisasi kemauan yang telah dirindukan sejak lama oleh Warga di Bumi Totabuan tersebut.
Sejumlah anak Negeri BMR pun angkat bicara, bahkan 'mengecam' pihak-pihak terkait yang menjanjikan bakal mengawal hingga proses pemekaran Provinsi BMR (PBMR), namun dinilai tak memberikan angin segar bagi warga di Tanah Para Bogani.
Yah, salah satunya Mantan Penjabat Gubernur Sulut, DR. Soni Sumarsono tak luput dari 'semprotan' bahkan cab kurang baik dari sejumlah warga BMR. Namun, hal ini bukan tak beralasan, sebab sejak pertama menginjakan kaki di Bumi Nyiur Melambai untuk Menjabat Gubernur Sulut, waktu lalu. Sumarsono telah menjajikan akan ikut mendorong pemekaran PBMR hingga terwujut, sebelum melepas Jabatan Pj. Gubernur Sulut.
Terlepas dari riak-riak tersebut, Sumarsono yang ditemui, Senin (15/02) sore, usai mengikuti prosesi seremoni Serah Terima Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, kepada Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, di Hotel GKIC Manado. Menegaskan, hingga kini dirinya terus berusaha untuk merealisaikan, tidak hanya PBMR, namun termasuk 3 usulan DOB lainnya, yakni pembentukan Kota Langowan di Minahasa, Kota Tahuna di Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Talaud Selatan di Kepulauan Talaud.
"Pokonya 4 Daerah persiapan dalam rangka penataan Daerah (DOB-red) tetap menjadi komitmen saya untuk mengawal. Saya kira gitu," tegas Sumarsono yang tengah menjabat Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri RI ini.
Namun begitu, Sumarsono meminta kepada seluruh warga di yang tengah merindukan pemekaran di 4 DOB tersebut untuk memberikan kesempata terhadap dirinya untuk mendorong terwujutnya hal tersebut.
"Tapi, berikan kesempatan terhadap saya, untuk menyelesaikan peraturan pemerintahan dalam tahap finalisasi. Nanti selesai itu baru kita ngomong lebih kanjut," pintah memastikan.
Selain itu, Pria yang memegang salah satu Jabatan 'eksekutor' Pemekaran DOB ini, menegaskan kembali bahwa, selama dirinya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulut selama 6 Bulan, Ia telah menyatu padu dengan warga di Bumi Nyiur Melambai ini. Oleh karena itu, Ia memastikan bakal mengawal terus proses pemekaran hingga mencapai 'klimaks'.
"Yang jelas nda mungkin saya biarkan, karena saya adalah Mantan Gubernur Sulut, nda mungkin kita meninggalkan begitu saja tanpa ikatan moral dan batin. Karena saya telah minum air Sulawesi Utara," ujar Sumarsono. (as)


Post A Comment:
0 comments: