Sekertaris Komisi IV, Fanny Legoh,/ist

FajarTotabuan.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Komisi IV lakukan percepatan dalam menggagas Peraturan Daerah (Perda) Budaya yang pertama di nyiur melambai.

Ranperda budaya yang tengah di godok Komisi IV, diperkirakan akan segera di paripurna bulan ini. "Awal oktober ini sesuai dengan tim pengkajian akan selesai, dan kita serahkan semua ke Badan Legislatif (Baleg)," ujar Sekertaris Komisi IV, Fanny Legoh, rabu (05/10).

Nantinya Baleg akan menlihat prioritas Ranperda Budaya dari sejumlah ranperda yang masih tersendat di dapur DPRD (Baleg-red). "Kita akan berikan pencerahan nantinya, bagaimana pentingnya Ranperda ini," tambah Fanny.

Dirinya juga mengatakan, pentingnya ranperda ini, ditengah-tengah globalisasi dan Sulut yang terus menuju ke tempat pariwisata hingga akan banyak budaya yang akan datang. 

"Sulut ini banyak di penuhi orang minahasa, dan ada yang baik dan yang buruk, contohnya belanda menjuluki kita dengan the best of pelagiat," tungkasnya.  

Fanny menambahkan ranperda ini di rencanakan untuk mempertahankan budaya di Sulut agar orang pribumi tak banyak mengikuti budaya luar. "Seperti di Jakarta budaya sudah multikultural adat betawi sudah jarang terlihat seperti di Surabaya, belum lagi Manado kota yang sudah menuju kota metropolitan," tambahnya.

Dikhawatirkan Fanny, dengan terbukanya pariwisata dan MEA sangat membuka orang luar masuk dan membawa SDM, Skill, tenaga kerja dari luar yang nantinya akan membuat komunitas-komunitas sendiri.

"Jika kita tidak bertahan dengan perubahan sosial ini maka budaya kita akan habis nanti," katanya.

Dirinya juga tengah mengusulkan agar adanya penggunaan pakaian adat di perayaan-perayaan besar. "Seperti di Hut Propinsi bisa menggunakan baju budaya masing-masing," kuncinya. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: