Saat Aksi Para Pala Kota Bitung Di DPRD Sulut, senin (10/10)./ foto : Arm
FajarTotabuan.com - Dibalik meriahnya Hari Ulang Tahun (Hut) ke-26 kota Bitung, terdapat permasalahan yang belum diterselesaikan hingga membuat para pihak yang merasa dirugikan hingga harus memegang mike dan bersuara dalam aksi di sejumlah titik, seperti di Sekertariat DPRD Sulut, senin (10/10) pukul 12.30 Wita.
Aksi ini digelar karena sekitarnya 500-an kepala lingkungan (Pala) dan Ketua RT se-Kota Bitung belum dibayarkan upah mereka selama 5 bulan serta dipecat hanya lewat pesan singkat (SMS).
"Kami meminta Hak para pala dan ketua RT segera dibayarkan," ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Solidaritas Nasional Anti Korupsi dan Anti Makelar Kasus (Snak Markus) Sulut, Eni Umbas.
Eni yang menjadi Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi meminta agar DPRD Sulut dapat memediasikan antara Pala dan Walikota Bitung, Max Lomban. "Agar nasib mereka menjadi jelas mendapatkan kepastian terkait upah mereka," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulut Netty Pantouw yang menerima aksi tersebut mengatakan akan berusaha mendampingi permasalahan ini. "Ini sebagai tuntutan untuk memediasi dan ini menjadi tanggung jawab, karena upah adalah hak dari pala," ujar Anggota Komisi I ini. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: