FajarTotabuan.com - Sangat disayangkan, aspirasi masyarakat (Asmara) yang diluapkan lewat kegiatan reses pada anggota legislatif (Aleg) Sulawesi Utara (Sulut) nampaknya hanya menjadi kegiatan ceremonial semata.
Dimana, Amara yang telah disampaiakan pada Aleg setiap melakukan reses diharapkan masyarakat dapat direalisasi. Namun, nyatanya tidak seperti itu.
Hal itu, terungkap dari aksi protes yang dilakukan Anggota Komisi II, Danny Sumolang pada rapat paripurna jumat sore (02/09) beberapa waktu lalu. Danny mengungkapkan jika dirinya tidak mengambil Reses ke-II Tahun 2016 ini, adalah bentuk protes kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
"Saya satu-satunya yang tidak mengambil reses pada kesempatan ini, alasan saya tidak ambil reses merupakan bentuk protes saya karena tidak mendapatkan respon dari hasil reses tahun 2014 bulan desember lalu," ujarnya.
Hasil reses yang tidak pernah di tindak lanjut oleh pihak eksekutif hingga Danny melakukan aksi protes adalah aspirasi pengadaan listrik di pulau Lembe Utara yang sudah memakan waktu dua tahun lalu.
"Dimana salah satu point aspirasi saya masih belum adanya listrik di Lembe Utara khususnya kurang lebih disana ada lima Kelurahan sampai hari ini Loko Liran dan sekitarnya belum ada listrik," ujar Aleg dari fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan.
Danny pun sangat kecewa dengan Pemprov Sulut yang tidak mengindahkan aspirasi dari masyarakat Dapil II Sulut itu. "Apa artinya reses kalau sudah dua tahun mereka tidak memiliki listrik. Dan ini domain pemerintah tentunyanya untuk pengadaan, infrastruktur dan lainnya," tungkasnya.
Sementara itu, Pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka juga sangat sesali Paripurna yang mengagendakan penyampaian hasil reses II yang dilakukan jumat beberapa waktu lalu. "Harusnya disampaikan hasil reses agar masyarakat tahu, kalau pun tidak disampaikan bisa kerjasama dengan wartawan untuk di publikasikan," saran Taufik yang juga memantau paripurna tersebut.
Taufik juga mengatakan kalau hasil reses hanya diserahkan seperti itu, terlihat hanya sebuah ceremonial saja. "Seharusnya dengan dana yang lebih besar reses harus lebih berkualitas dan masyarakat mengetahui hasilnya, kalau tidak sama saja dengan bohong," pungkasnya. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: