FajarTotabuan.com - Meski telah melakukan hearing antara Komisi IV dengan pihak Kampus Politeknik Negeri Manado, tetap saja nasib 406 Mahasiswa dan Mahasiswi yang terkena sangsi cuti selama satuhan karena terlambat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih terkatung-katung dari iktikad mereka ingin mengeyam pendidikan tanpa ada hambatan.
Saat Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut Menerima Aspirasi Sejumlah Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Foto:Arm)
Hal tersebut, bermula dari sejumlah mahasiswa yang datang menyambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), kamis (18/08) sore tadi.
Kedatangan sejumlah mahasiswa yang mengerumuni depan kantor DPRD pun, menunggu kedatangan Sekertaris Komisi IV, Fanny Lego yang tak kunjungan datang.
"Torang lagi tunggu pa pak Fanny Lego, so di jalan kata," ujar Prasetyo Kobandaha, mahasiswa semester 5 di Perguruan tinggi Politeknik ini.
Setelah terlantar di teras depan Gedung DPRD Sulut, Wakil Ketua, Wenny Lumentut yang hendak bermaksud melintas bertanya dengan keadaan didepan gedung saat itu.
"Ada apa ini,??" tanya WL sapaan akrabnya.
Mendengar maksud kedatangan dari sejumlah mahasiswa ini, sontak WL menjadi "hero" dari letih panjang mereka dari status menunggu. WL pun mendengar aspirasi mereka yang ditemani notulen Kepala Sub Bagian Humas (Kasub), Harold Lumenpouw.
"Saya tadi hanya maksud untuk datang di kantor tapi setelah saya lihat adik-adik menunggu saya terima saja, dari pada harys menunggu lama !, nanti ada cerita-cerita yang tidak enak lagi diluar," ujar WL saat sedang menerima aspirasi Mahasiswa Polteknik tersebut.
Didalam penyampaian aspirasi, diantara mahasiswa dan orangtua yang memadati ruang rapat II meminta kepastian dari DPRD. Permintaan itu, lahir dari keinginan mereka karena sebelumnya sudah dilakukan hearing namun tak membuahkan hasil alias di mentahkan rekomendasi komisi IV oleh pihak kampus Politeknik.
Permintaan itu, direspon baik. Wenny bahkan mengatakan akan melakukan hearing lagi, jika pihak kampus tidak mengindahkan panggilan tersebut. Intansinya akan memanggil paksa untuk mendapatkan solusi dari jeratan sangsi yang dipikul 406 Mahasiswa ini.
Bahkan, Lumentut berjanji untuk mendampingi guna menghadap Pemimpin Pemerintah Provinsi dan mengaduh agar pihak Pemprov meminta perpanjangan waktu pembayaran UKT.
"Besok pagi (Jumat-red) saya akan mendapingi kalian untuk menghadap Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut agar dapat perpanjangan untuk membayar UKT," tandas WL. (Arm)


Post A Comment:
0 comments: