Tolak Nama MIA, PT Angkasa Pura Kini Di Kecam
Foto Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado (Foto: Google)

FajarTotabuan.com - Guyuran Hujan protes kepada PT Angkasa Pura I atas penambahan nama Bandara International Samratulangi Manado dengan nama Manado International Airport (MIA) semakin lebat.  

Karenanya, nama tokoh pahlawan asal Sulawesi Utara (Sulut) Sam Ratulangi  yang dilekatkan pada Bandara internasional di tanah sendiri yakni Nyiur Melambai bakal dilupakan masyarakat dengan penyebutan nama baru yaitu MIA.

Nyatanya, perubahan nama dengan alasan menarik wisatawan sangat ditolak oleh beberapa pihak dan instansi yang ada. Hingga tamparan keras serta kecaman kepada Manager PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Samratulangi semakin tak terelakan lagi.

Tamparan tersebut, berbuntut dari protes yang sampaikan berbagai pihak. salah satunya, seperti yang dikatakan Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulut Wenny Lumentut. Pasalnya, menurut WL sapaan akrabnya, perekatan nama tokoh pahlawan Sam Ratulangi untuk mengenang jasa-jasa yang telah diberikannya.

"Pihak Angkasa Pura I harus berkoordinasi dengan Gubernur dan DPRD dalam rangka perubahan nama Bandara. Apa lagi sampai nama pahlawan kita mau dihilangkan," ujar politisi Gerindra yang dikenal akrab dengan awak media ini.

Ditambahkan WL, dengan protes kerasnya jika sebaiknya Manager Angkasa Pura I diganti dan diusir dari kota Manado.  "Jangan semau-maunya, mereka tak hargai, kita juga tidak akan menghargai mereka," kata Lumentut kepada FajarTotabuan.com, minggu (14/08).

Dirinya juga menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan hearing kepada PT Angkasa Pura I atas panambahan nama MIA tersebut. "Surat hearing akan segera dilayangkan, agar jelas duduk permasalahannya," jelas Lumentut.

Disisi lain, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut, Jackson AW Kumaat mengatakan sangat menolak MIA karena Sungguh aneh bila pola pikir untuk mendatangkan turis sebanyak-banyaknya adalah dengan mengubah nama bandara Sam Ratulangi di Manado menjadi Manado International Airport (MIA). 

"Logika yang jelas mau membenambahkan keharuman Pahlawan Nasional Sam Ratulangie. Lihat New York di USA dengan nama bandara JF Kennedy, Istanbul dengan nama bandara Kemal Ataturk. Tak usah jauh-jauh. Jakarta dengan nama Soekarno-Hatta. Bali dengan Ngurah Rai. Makassar dengan Hasanuddin. Dan seterusnya," sindir Jacko sapaan akrabnya, di hari yang sama.

Jacko juga mengatakan, Manado International Airport atau disingkat MIA berkonotasi sangat negatif yaitu Missing In Action perihal tentara USA yang hilang semasa Perang Vietnam. Kini saatnya seluruh elemen dan komponen masyarakat di Sulawesi Utara untuk menyatakan tidak pada penggantian nama bandara Sam Ratulangie di Manado. 

"Sekaligus mendesak pimpinan Angkasa Pura untuk memberhentikan pimpinan PT Angkasa Pura 1 Cabang Bandara Sam Ratulangie yang telah menghina Pahlawan Nasional Sam Ratulangie. Meningkatkan pariwisata dengan cara  yang tidak terpuji hanya dilakukan oleh orang yang tidak terpuji," pungkasnya. 

Sementara itu, Pemerhati sosial Sulut, Taufik Tumbelaka menilai ada kesalahan gerak pada PT Angkasa Pura. "Info yang masuk konon bukan perubahan nama tapi hanya sebutan guna memudahkan penyebutan dari pihak wisatawan. Namun buat saya itu hanya alasan pembenar karena banyak bandara internasional pakai nama orang (Pahlawan, Manatan Pejabat atau orang berjasa lainnya)," ujar Tumbelaka.

Dirinya juga menyarankan untuk mengembalikan nama seperti semula yakni Bandara Internasional Sam Rautalangi Manado. "Kalau memakai nama Manado Internasional Airport malah membuat wisatawan barat salah mengucapkan dan tambah membingungkan,  Manado menjadi Man a Do....," sindirnya.

dirinya juga menyarankan sebaiknya, PT Angkasa Pura I lebih fokus pada perkembangan pelayanan saja. "Lebih baik fokus ke peningkatan pelayanan, kebersihan dan kerapian, karena bandara SamRat adalah salah satu "teras utama" dari Sulut," saranya. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: