Kadis Tanor : Bolmong Butuh Pengembangan Industri Bioteknologi
Kepala Disperindag Bolmong, Ir George E.D Tanor (Foto:SVG)

FajarTotabuan.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bolaang Mongondow (Bolmong), Ir George E.D Tanor mengatakan bahwa Daerah Bolmong perlu adanya Program  Pengembangan Desa Industri Mandiri Berbasis Bioteknologi.

Tanor menjelaskan, Bioteknologi akan lebih diuntungkan dari sisi peningkatan produksi dan peningkatan kesehatan dalam Perindustrian daerah.

"Manusia pada saat ini, banyak mengkonsumsi produk yang sudah terkontaminasi dengan kimia-kimia anorganik yakni sel-sel karsinogen yang tumbuh tidak teratur di setiap badan manusia. Dengan adanya bioteknologi, kimia-kimia organik akan lebih berfungsi dalam pembasmian sel-sel tersebut dan bisa mendorong manusia ke tingkat kesehatan yang lebih baik lagi," ucap Kadis Tanor pada wartawan FajarTotabuan.com saat dikonfirmasi selesai kegiatan Workshop pada pukul 17.00 Wita, Jumat (19/08).

Tanor menjelaskan, Bioteknologi juga akan menjadi media tumbuh, baik untuk pertumbuhan ternak dan pertumbuhan pertanian. 

"Jelas seperti itu, Bioteknologi berperan penting pada pertumbuhan tanaman dan ternak ikan yang akhirnya juga akan dikonsumsi manusia," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa Tim Disperindag masih dalam proses perencanaan lokasi untuk Program Pengembangan DIM berbasis Bioteknologi. Menurut Tanor, saat ini pihaknya akan melakukan tinjauan ke Desa Bolaang, Kec. Bolaang Timur. 

"Untuk sementara kami (Disperindag, red) akan meninjau Desa Bolaang, mengingat masih adanya koordinasi dengan Instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bolmong," ucapnya.

Dirinya pun menambahkan, untuk persoalan anggaran rencananya Disperindag akan mengajukan Permintaan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong pada anggaran APBD. Namun, melihat anggaran APBD yang terbatas, maka tentunya Disperindag akan membuka komunikasi dengan Kementrian lewat APBN.

"Jika APBD terbatas, Kami (Disperindag, red) akan Sharing langsung dengan Kementerian. Kementerian tentunya akan membantu dengan membangun sarana fisik tapi Pemerintah Daerah harus menyediakan Lokasinya," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, Program ini diberikan kepada kelompok tani dan bukan untuk petani perseorangan. Hal ini untuk mengantisipasi banyaknya jumlah petani yang ada di Indonesia dan lebih khususnya di daerah Bolmong ini.

"Tidaklah mungkin memberikan bantuan kepada sekian banyak orang dengan jumlah kecil. Lebih baik dihimpun menjadi satu kelompok, agar pengelolaannya lebih besar dan bermanfaat bagi sesamanya," katanya.

Ia pun berharap, Pemkab Bolmong melalui Disperindag dapat memberikan satu pembuktian kepada perkembangan Dunia untuk dapat bersaing dalam perdagangan di daerah Zona Globalosasi. 

"Intinya, kami akan menerapkan program Bioteknologi untuk peduli persoalan lingkungan dan juga tentang permintaan konsumen dunia kedepannya," tutupnya. (SVG)

Post A Comment:

0 comments: