Aleg Malas Hadir, Tumiwa Jadi Kuwalahan Tangani Dapur Deprov Sulut
Ketua Baleg Deprov Sulut, Boy Tumiwa (ditengah emnggunakan kemeja warba putih) Saat Mengeluhkan Kurangnya Kehadiran Anggota Baleg, senin (01/08). (Foto : Arm)

FajarTotabuan.com - Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPRD Sulut, Boy Tumiwa kuwalahan mengurus Alat Kelengkapan Dewan (AKD) satu ini.

Hal itu nampak dari rapat pimpinan (rapim) yang digelar senin, (01/08). Pasalnya, banyaknya Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) yang mengendap di Dapur DPRD (Baleg-red) membuat Boy pusing tujung keliling dengan permintaan Ranperda pokok yang diusulkan Gubernur Sulut.

Usulan tersebut, seperti Ranperda LKPJ 2015, APBD-P 2016, APBD Induk 2017 dan RPJMD 2016-2021. Selain itu, yang membuat Dapur DPRD ini menjadi amburadul, terlebih dengan jangka waktu yang kurang lebih tersisa sekitar 5 bulan di tahun 2016 ini.

"Kita akan meminta usulan untuk ada revisi Ranperda dari semuanya, dan itu membutuhkan Surat Keputusan Gubernur," usul Tumiwa untuk merivisi semua Ranperda yang masih mengendap.

Karena dijelaskan Tumiwa, Ranperda pokok itu harus dimasukan, dan revisi Ranperda butuh SK Gubernur yang agar tidak berbenturan dengan hukum. "Ini juga menjadi dasar BPK," tungkas Boy.

Tumiwa mengatakan meski dalam tata tertib (Tatib) DPRD, Baleg dapat menyelesaikan satu Program Legislatif Daerah (Prolegda) akan tetapi kita harus membahas bersama.

"Dan apakah kita sepakat merivisi Prolegda, karena ada usulan dari Gubernur juga," tanya Tumiwa pada forum rapat siang itu.

Evaluasi tentang kerja Baleg ini terus menjadi perhatian lantaran banyaknya anggota legislatif (Aleg) Sulut yang enggan datang di rapat Baleg, membuat Tumiwa sulit mengurus dapur dari Dewan Provinsi (Deprov) ini.

"Keberadaan Baleg kurang di nikmati kawan-kawan. Karena kurang antusia dari teman-teman," keluh Tumiwa.

Tumiwa juga sesalkan banyaknya anggota Baleg utusan dari setiap Fraksi yang malas hadir pada rapat AKD yang dipimpin dirinya.

"Padahal Baleg adalah dapur dari DPRD karena di Baleg kita menentukan berapa Ranperda yang akan kita bahas," keluhnya.

Tumiwa bahkan sindir terkait kehadiran yang kurang dari anggota Baleg setiap rapat Baleg di laksanakan.

"Baleg kurang favorit karena tidak ada mitra kerja, kalau komisi kan ada mitra kerja sedangkan Baleg hanya kita," ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Sulut, Andre Angouw yang memimpin Rapim tersebut mengatakan sesuai kesepakatan untuk Perda inisiatif di pegang oleh setiap Komisi saja, dan Baleg hanya melihat saja Komisi-komisi yang terkait.

"Tadi ada keluhan terkait keaktifan di Baleg kurang dimintai, nanti ketua Baleg masukan nama-nama yang tidak aktif," beber Angouw.

Disisi lain, Ferdinand Mewengkang mengatakan terkadang Aleg sulit menyesuaikan dengan jadwal rapat yang sering bersamaan terlebih dengan molornya jam rapat membuat Aleg sulit hadir dalam rapat yang di tetapkan.

"Kita lihat pertemuan harus ada daftar hadir dan itu di laporkan ke fraksi-fraksi agar ketua fraksi mengetahui. Selain itu Sekertaris Dewan (Sekwan) juga harus pandai mengatur jadwal, karena saya pernah menerima sampai 3 undangan rapat pada moment yang sama," saran Ketua Komisi I ini.

Senada dengan itu, Ayub Ali Albugis juga mengatakan sebaiknya Aleg yang kurang keaktifan segera di lapor. "Sebaiknya Baleg segera laporkan ke Fraksi," sarannya. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: