Gubernur DKI Jakarta, Ahok/Ist.
FajarTotabuan.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 terkait Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah mencantumkan ide yang bodoh.
Pada Pasal 54 A ayat (6) pemerintah daerah tidak diperkenankan membuat penganggaran untuk proyek tahun jamak (multiyears) yang penyelesaiannya diperkirakan melebihi masa jabatan kepala daerah yang melakukan penganggaran.
"Itu ide yang bodohnya minta ampun," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Agung Balai Kota DKI, Kamis, 14 April 2016.
Ahok tengah memberi pengarahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI. Sejumlah pejabat pemerintah pusat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.
Ahok mengatakan, keberadaan Permendagri dapat banyak menghambat pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur skala besar di Jakarta. Pembangunan moda transportasi kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) misalnya.
Bila pemancangan tiang pertama atau ground breakingnya dilakukan tahun ini, penganggarannya bisa bermasalah. Proyek LRT dipastikan tidak akan selesai hanya dalam waktu satu tahun.
Sementara Ahok, bila tidak terpilih lagi menjadi Gubernur DKI dalam Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017, akan meninggalkan jabatannya pada bulan Oktober 2017.
"LRT bisa mentok itu kenapa? Karena pembangunannya akan melampaui masa jabatan saya," ujar Ahok.
Ahok mengatakan aturan terkait proyek tahun jamak dalam Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 adalah aturan kuno yang tidak mendukung pembangunan.
"Itu aturan 'zaman baheula', dari masa Orde Baru masih dipakai," ujar Ahok.
Ahok meminta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Eko Subowo yang juga hadir agar Kemendagri bisa melakukan penyesuaian. Ia sesumbar dirinya bisa menjadi pejabat Kemendagri yang lebih baik berkat pengalamannya selama belasan tahun baik di pemerintahan maupun politik.
"Tolong, Pak Dirjen. Saya bukan mengkritik Pak, tapi saya ini sanggup untuk menjadi Menteri Dalam Negeri yang baik Pak," ujar Ahok. (**)
Sumber : Viva.co.id


Post A Comment:
0 comments: