FajarTotabuan.com - Insiden salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, yang terjaring dalam operasi narkoba jumat (01/04) kemarin, oleh Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) dan Polda Sulut, ternyata kader Partai Demokrat (PD).

GSVL Akui CL Kader Demokrat, Ketua HMI Harap Tidak Ada Negosiasi
Kegiatan Stop Kampanye Yang Dilakukan Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut, DPRD Sulut, dan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulut Belum Lama Ini, ist

Hal itu terungkap, seperti yang dilansir Detik.com, dari pengakuan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PD Sulut, GS Vicky Lumentut (GSVL) Jika benar salah satu kadernya yang terjaring yaitu Cicilia Longdong alisa CL.

"Benar bahwa ada anggota kami yang terjaring operasi dari BNN dan Polda Sulut. Tapi karena saya berada di sini saya belum begitu tahu bagaimana persoalannya," ujar Ketua Lumentut, di Novotel, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/4/2016), 

Namun Vicky mendapat kabar bahwa hasil tes urine kepada Cicilia adalah negatif. Kabar negatif itu didapat Vicky dari Cicilia lewat pesan Blackberrymassenger (BBM).

"Sebelumnya dia sempat BBM, setelah pengetesan hasilnya negatif," ujarnya.

Vicky mengatakan pihaknya tetap menghormati proses hukum. "Ya dia anggota DPRD. Tapi kan itu ada aturan mainnya. Kita serahkan ke mekanisme yang berlaku," ucapnya.

Meski begitu, ditempat terpisah, mengetahui belum ada hasil resmi dari BNNP Sulut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Manado, Rifaldi Rahalus mengatakan, ini merupakan contoh yang tidak baik sebagai wakil rakyat.

"Jika terbukti, ini adalah contoh yang tidak baik yang diberikan oleh oknum wakil rakyat. Untuk itu, saya berharap baik Polda Sulut maupun BNN, mengusut tuntas kasus yang memalukan lembaga legislatif Kota Manado ini," kata Aldi sapaan akrabnya, Sabtu (02/04) tadi.

Rifaldi juga mengatakan, Kasus ini juga harus diseriusi. Karena, bukan hal yang mustahil jika oknum yang sudah ditahan di Polda, dapat membongkar sindikat Narkoba di daerah ini.

"Mengenai dugaan kasus penggunaan obat terlarang oleh oknum anggota legislati Manado, harus ditangani serius oleh pihak kepolisian. Saya mengimbau tidak ada negosiasi dalam perkara ini. Polda harus sikapi persoalan ini sesuai hukum yang berlaku," jelas Aldi yang sedang menimba ilmu di Universitas Samratulangi (Unsrat) Fakultas Fispol ini.

Dirinya juga menambahkan, jika Rifaldi heran dengan insiden ini. Pasalnya, belum lama ini BNN telah menggelar kampanye basmi narkoba dengan menggandeng Forum Wartawan DPRD (Forward) Provinsi Sulut. 

"Namun, ternyata ada oknum wakil rakyat yang tidak mengindahkan aksi tersebut, dan malah mempraktekkan hal yang tidak bijaksana itu meski belum terbukti, ini sangat disayangkan," pungkasnya. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: