Sering Absen, Kelakuan Aleg Sulut Buat Andrei Pusing Ketua DPRD Sulut, Saat Di Wawancarai Awak Media, Rabu Sore (30/03). /Arm
Ketua DPRD Sulut, Saat Di Wawancarai Awak Media, Rabu Sore (30/03). /Arm 

FajarTotabuan.com - Sebanyak 45 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), sepertinya membuat Ketua Dewan, Andrei Angouw jadi sakit sakit kepala.

Setelah melihat ketidak disiplinan, para Anggota Legislatif (Aleg) soal kehadiran dalam sejumlah rapat. Terlebih, DPRD Sulut saat ini, harus mengejar 16 Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) yang ditargetkan harus terselesaikan tahun ini.

Disisi lain, setiap Ranperda harus dilengkapi dengan naskah Akademik sebagai salah satu persyaratan. Namun, dengan banyaknya wakil rakyat yang sering absen (tidak hadir-red) Andrei tetap yakin hal itu dapat di selesaikan.

"Setiap Ranperda harus disertai dengan Naskah Akademik, torang akan berusaha secepatnya untuk naskah akademik," kata Andrei kepada awak media, rabu (31/03) kemarin, setelah menjalani rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Andrei juga mengatakan, solusi dari usaha para Aleg sulut dalam rangka melengkapi naskah Akademik. "Nantikan ada staff ahli mendapingi setiap pembahasan," tutur Andrei.

Awak media pun, melontarkan pertanyaan ketidak disiplinan sejumlah penghuni gedung cengkeh (Aleg-red). Dengan terget DPRD begitu besar dalam memenuhi aspirasi warga Sulut.

"So musti lebe di disiplin, ngoni no yang mengingatkan," mintanya, kepada awak media untuk mengingatkan kesiplinan kepada Aleg Sulut lainnya.

Permintaan Ketua DPRD ini, pun di sambut tawa oleh rekan-rekan wartawan, serta Andrei sendiri. Meski, diketahui bersama. Aleg hadir dalam rangka menyuarakan hak-hak dari rakyat. "Ngoni mengingatkan jaga hadir kalau jaga rapat, kehadiran itu penting," katanya.

Andrei juga mengatakan, memang seorang Aleg tidak memiliki jam kerja layaknya seorang karyawan yang harus masuk pada pagi hari dan pulang sore hari. "Tapi kalau ada rapat harus hadir," ingatkan Andrei sembari mengakui ketidak displinan di dalam anggota DPRD memang terlihat.

Andrei juga menjelaskan, dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Kehormatan (BK), untuk memperkuat kedisiplinan para Aleg Sulut ini. "Di perkuat di BK, BK harus melihat yang nda jaga hadir-hadir ini mungkin dari BK yang akan perkuat, untuk mendisiplinkan mereka," ucapnya.

Andrei mengakui kehadiran merupakan hal yang penting untuk memenuhi target DPRD sulut. "Karena kalau tidak hadir dan tidak qourum maka tidak bisa jalan lagi (target DPRD-Red)," ucapnya.


Sore itu, ada yang unik dalam Rapat Banmus. Pasalnya, dari pantauan awak media sore kemarin, kehadiran pada rapat Banmus sebanyak 11 anggota. Pantauan itu, nyatanya tak sesuai dengan absen yang beberkan ketua DPRD Sulut !. "Absen tadi 21 Banmus, dengan Pak Yus 22," pungkasnya. (Arm) 












Post A Comment:

0 comments: