Pembacaan Teks Deklarasi oleh Beberapa Perwakilan Organisasi dan Tokoh Agama Di Sulut.
FAJARTOTABUAN.COM - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah, K.H. Abdul Manan Ghani Apresiasikan pembentukan Lembaga Pemberdayaan Keumatan (LPK) Khairah Ummah, dengan langkah awal menggelar deklarasi penandatanganan kebhinekaan guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Sulut.
Menurut Ghani, pembentukan ini baik dilakukan, karena memang sudah anjuran pemerintah untuk membuat wadah-wadah yang bersifat positif.
"Ya, yang pentingkan disahkan oleh hukum lembaga baru baik untuk negeri ini," kata Ghani, setelah menghadiri acara pembuka seminar LPK Khairah Ummah di Hotel Aston, Sabtu (13/02).
Dirinya juga mengatakan, lembaga ini tidak dibawah naungan dari Pengurus Besar (PB) nahdatul ulama (NU), meski pendiri-pendirinya berasal dari kalangan pemuda NU.
"Lembaga tersendiri yang didirkan oleh teman-teman NU untuk melaksanakan kegiatan kegiatan yang positif tidak boleh ada persaingan antar NU dan LPK tidak boleh ego sektoral," kata Ghani mengingatkan.
Sambungnya, Ego sektoral yang dimaksud adalah membuat batasan dan membawa ego bendera didalam berdakwah.
"Kita dapat malah melengkapi dan membantu yang pekerjaan pekerjaan yang sudah ada, yang penting tidak ada ego sektoral," ingatkannya, kembali.
Perwakilan dari PB NU itu, yang bertemu dengan awak dan didampingi oleh Ketua Umum (Ketum) LPK Khairah Ummah, Sahrir Albar Bafagih mengatakan, meski Lembaga ini berdiri sendiri namun tidak bisa keluar dari koridor NU.
"Anak-anak mudakan harus tunduk pada bapaknya NU, yang penting masih Ahlul Sunah Wal Jamaah, punya sofat toleransi dan persaudaraan," katanya.(Arman Soleman)


Post A Comment:
0 comments: