Ilustrasi.
FajarTotabuan.com - Akhir-akhir ini, lesbian, gay, transgender dan interseksual (LGBTI) semakin ramai dibicarakan. Baik di media cetak, elektronik, bahkan media-media sosial seperti, facebook, twitter, BBM, dan lain sebagainya.
Pro dan kontra semakin menjadi-jadi, dan datang dari berbagai arah. Apalagi, setelah UNDP (United Nations Development Program) menggelontorkan dana sebesar US$ 8 juta, atau sekitar Rp 108 miliar, untuk mendukung LGBTI di Indonesia, China, Filipina dan Thailand; pro dan kontra semakin melambung.
Orang-orang yang pro terhadap LGBTI, karena mengacu pada Hak Asasi Manusia (HAM), sedangkan yang kontra, sudah tentu karena sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan agama, dalam hal ini Islam.
Melihat kondisi ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado yang dinahkodai, Masril Karim, angkat bicara terkait LGBTI masuk ke Indonesia. Hal ini sesuai dengan apa yang dia tulis di obrolan BBM, ketika dikonfirmasi pada Sabtu (13/02) sore tadi.
"Yang pasti, LGBTI itu kalau di Amerika sudah dilegalkan. Nah, kalau di Indonesia, tidak bisa diterapkan, karena secara agama ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, semisal Islam," tulis Il sapaan akrab Ketum HMI Cabang Manado.
Tidak sampai di situ, Masril juga menyatakan sikap menolak LGBT masuk Indonesia, dan berharap pemerintah juga seperti itu.
"Saya tidak sepakat dengan LGBTI. Oleh karena itu, pemerintah juga harus membuat regulasi untuk mendukung hal itu (Tolak LGBTI-red," pungkas Ketum. (Zack)


Post A Comment:
0 comments: