penyakit Osteoporosis, kesehatan, Silent epidemic disease, bahaya Osteporosis, usia dini
  Fajartotabuan.com - Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.
- See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.
- See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.
- See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.

Berdasarkan hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 menyatakan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.

Berdasarkan hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 menyatakan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus, sampai penderita mengalami patah tulang. Namun demikian pada dasarnya osteoporosis dapat dikendalikan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen.

Berdasarkan hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 menyatakan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/404/berdiri-tegak-bicara-lantang-kalahkan-osteoporosis.html#sthash.K3IJldP7.dpuf
Tahukah anda Berdasarkan hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 menyatakan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis. masih banyak yang belum mengetahuinya. Hal itu baru akan bisa diketahui jika diperiksakan di lab, dan kebanyakan orang tua tidak melakukannya karena sudah menganggap sakit pada tulang sudah hal biasa.


Dan tahukah anda ternyata osteoporosis ini bisa dicegah sejak dini sehingga resiko terjadinya osteoporosis ketua sudah tua akan berkurang dan bahkan tidak terjadi. Untuk itu kami akan memberikan penjelasan tentang pengertian dan pecegahan osteoporosis itu agar menjadi lebih jelas. Silahkan disimak beberapa penjelasannya dibawah ini :

      Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Semakin bertambahnya umur manusia, maka semakin besar pula resikonya untuk terserang osteoporosis. Sehingga disarankan kepada anda untuk memahami dengan benar pengertian dan pencegahan osteoporosis yang akan dibahas dalam artikel ini. Yang pertama akan kita bahas adalah mengenai pengertian penyakit osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu penyakit tulang yang sistemik yang gejalanya adalah penurunan kualitas dan penurunan kualitas massa tulang. Gejala tersebut tentu mengakibatkan tulang anda menjadi rapuh dan rentan terjadinya patah tulang.

Pencegahan osteoporosis

    Sebelum hal tersebut terjadi kepada anda sebaiknya anda melakukan tindakan pencegahan Osteoporosis supaya anda dapat mengatasi penyakit tersebut sejak dini. Karena jika anda merawat tulang anda sejak dini maka resiko terjadinya osteoporosis akan bisa ditanggulangi dan bahkan anda akan terhindar dari penyakit tulang tersebut.
Kalsium Pada Anak Anak dan Remaja
Dalam artikel pengertian dan pencegahan osteoporosis ini yang kedua yang akan kita bahas adalah cara mencegah osteoporosis. Dan cara mencegah datangnya penyakit osteoporosis ini ada beberapa cara, yaitu:
  1. Perbanyak konsumsi bahan makanan yang banyak mengandung kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh anda, seperti misalnya susu, brokoli, bayam, jenis-jenis makanan laut dan berbagai makanan lainnya yang mengandung kalisum tinggi.
  2. Karena obesitas juga sangat berperan dalam menimbulkan osteoporosis maka sebaiknya anda selalu melakukan cek berat badan anda supaya berat badan anda selalu terkontrol sehingga terhindar dari obesitas yang bisa menyebabkan osteoporosis.
  3. Jangan sepelekan nyeri tulang. Jika anda sering mengalami nyeri tulang tanpa sebab maka anda perlu sedikit lebih waspada. Saat mengalami nyeri tulang anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 
  4. Walaupun obesitas memang menyebabkan osteoporosis namun bukan berarti anda harus melakukan diet yang berlebihan. Dengan melakukan diet secara ekstrim anda justru akan kehilangan beberapa nutrisi penting dalam tubuh, termasuk kalsium.
  5. Dalam pengertian dan pencegahan osteoporosis diatas menerangkan bahwa Osteoporosis lebih sering menjangkiti wanita yang telah menopause, sehingga bagi wanita yang telah menopause sebaiknya memperbanyak konsumsi suplemen kalsium untuk menambah nutrisi kalsium pada tubuh. 
         Pengertian dan pencegahan osteoporosis yang sudah seharusnya anda ketahui, terlebih bagi anda yang sudah sering mengalami nyeri sendi dan bagi anda yang sudah menopause. Kelima cara mencegah penyakit osteoporosis tersebut harus anda pahami dengan seksama supaya anda bisa menerapkannya dengan baik pada kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari maka anda akan terhindar dari penyakit tulang osteoporosis.


      Setelah anda membaca tentang pengertian dan pencegahan osteoporosis di atas anda tentunya jadi memahami mengenai penyebab dan cara-cara mencegah penyakit tulang yang satu ini sehingga jika anda memiliki resiko terserang penyakit osteoporosis anda sebaiknya menerapkan cara-cara pencegahan diatas sesegera mungkin supaya osteoporosis juga dapat dicegah sedini mungkin. Karena jika sampai terlambat melakukan pencegahan akan lebih sulit cara penanggulangannya, dan penyakitpun lebih susah untuk disembuhkan.

     Dalam pengertian dan pencegahan osteoporosis tadi bisa diambil kesimpulan bahwa yang terpenting yang harus anda lakukan adalah anda harus menerapkan gaya hidup yang sehat jika anda ingin selalu terhindar dari resiko penyakit osteoporosis. Selain itu anda juga harus rajin-rajin berolah raga. Dengan memperbanyak olahraga, gerakan-gerakan olahraga yang anda lakukan akan membuat tubuh anda selalu terlatih dan membuat setiap persendian dalam tubuh anda menjadi semakin sehat. Dengan berolah raga dan menjaga gaya hidup yang sehat akan sangat mambantu anda dalam mencegah osteoporosis. (**) 


Sumber : DEPKES, Duniainformasikesehatan, kumpulaninfo

Post A Comment:

0 comments: