FajarTotabuan.com – Pelaksanaan kampanye dialogis dari pasangan calon (paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati Nomor Urut 2, Hi Salihi B Mokodongan dan Jefri Tumelap ST MT (SBM-JiTu) di Passi Timur, berawal dari Desa Sinsingon, Insil, Pangian Barat dan Popo yang dihadiri ratusan warga untuk mendengarkan visi dan misi kandidat figur mereka berlangsung meriah dan penuh haru hingga dirumorkan bahwa Kecamatan Passi Timur mulai menguning untuk memantapkan kemenangan SBM-JiTu.
Hal ini membuat Hi Jemmy Tjia selaku Tim Pemenangan Paslon SBM-JiTu dalam setiap pelaksanaan kampanye dialogis selalu mengimbau kepada masyarakat agar berfikir cerdas dalam menentukan kelanjutan pembangunan Bolaang Mongondow (Bolmong) lewat hak pilihnya. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mempercayai issu yang diedarkan kepada Hi Salihi B Mokodongan terkait kepincangan pembangunan Bolmong.
“Mari memilih sesuai hati nurani, kalau ada yang datang memberikan uang dan sembako, ambil uangnya dan coblos nomor 2. Kemudian, jika ada issu yang mengatakan pak SBM tidak membangun selama kepemimpinannya 5 tahun, maka jangan mudah percaya, karena mereka tidak punya bahan lagi untuk menjatuhkan pasangan calon nomor urut 2,” tegas Mantan Ketua DPC PDIP Bolmong itu saat memberikan sambutan pada kampanye dialogis di Desa Pangian Barat, Sabtu (26/11).
Sementara itu, Hi Salihi B Mokodongan yang akrab disapa Papa Da’a pun saat menyampaikan orasi politiknya mengimbau agar masyarakat harus menjaga keamanan dan ketentraman daerah dengan tidak digunakannya hujatan dalam berkomunikasi politik. Ia juga menepis akan adanya issu yang mengatakan bahwa dirinya tak pernah bekerja selama menjabat Bupati Bolmong periode 2011-2016.
“Jangan saling menghujat karena hanya akan menimbulkan perpecahan, masih dua bulan lagi untuk melakukan pencoblosan di TPS yakni 15 Februari 2017, fokuslah dulu kepada pekerjaan masing-masing dan jangan terperdaya dengan adanya janji-janji manis hingga melalaikan pekerjaannya. Dan jika ada yang berkata bahwa saya tidak bekerja selama 5 tahun lalu, maka itu tidak benar karena itulah bahasa politik. Dan perlu diingat !!! Dalam politik yang ada menjadi tiada dan yang tiada menjadi ada,” kata SBM saat berorasi politik di Desa Popo bersatu.
Pantauan FajarTotabuan.com, sebelum berakhirnya kampanye dialogis di Desa Popo sore tadi, masyarakat dikagetkan dengan kedatangan Figur abadi Bunda Pembaharu Dra Hj Marlina Moha Siahaan. Kedatangan Bunda tersebut dikabarkan untuk mengunjungi Desa tersebut serangkaian dengan digelarnya kampanye dialogis paslon SBM - JiTu. (Syamril VG)


Post A Comment:
0 comments: