FajarTotabuan.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Komisi III pertanyakan sejumlah anggaran belanja di Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sulut, pada pembahasan APBD 2017, rabu (16/11). 

Kegiatan yang menjadi sorotan dalam RKA berupa pembelian genset sebesar 1,5M untuk pulau Siladen, bantuan listrik 6,5 M untuk 51 desa dan perjalanan Dinas yang berbandrol hingga 2,5 M.

"Bisa di jelaskan Angaran sebesas 6,5 M ini ?," tanya Anggota Komisi III, Meiva Salindeho.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Stefanus Vreeke Runtu (SVR) mempertanyakan pembelian genset dengan kekuatan 2x200 KVH untuk warga di Pulau Siladen. "Genset satu stengah miliard sebentar sapa yang akan menanggung operasionalnya," tanya SVR.

Selain itu Juddie Moniaga mempertanyakan Anggaran Perjalanan Dinas yang capai 3,7 M yang ada di dalam darft APBD 2017."Ini 3,7 perjalanan dinas kemana saja?," ungkap Moniaga.

Menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, Kepala Dinas ESDM SUlut, Marly Gumalag mengatakan 6,5 M untuk bantuan Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar akan dibagian pada 51 Desa secara bertahap setiap tahunnya.

"Sehingga tak akan sampai pada 5 tahun kepemimpinan gubernur seluruh desa sudah mendapatkan listrik," ujar Gumalag.

Dirinya juga mengatakan genset 1,5 M dipulau Siladen nantinya akan dikelolah pihak PLN. "Dana perjalanan Dinas hanya 2,5 M, bisa sebesar itu karena ada pelimpahan tugas dari kabu/kota sekarang ditangani provinsi dan kita perlu meninventaris asset pemprov lagi," pungkasnya. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: