Nusantara Bersatu
Forkompinda Yang Hadir Pada Apel Nusantara Bersatu, di Lapangan KONI rabu (30/11). ist

FajarTotabuan.com
- Ada yang kurang saat kegiatan apel Nusantara Bersatu di Sulawesi Utara (Sulut) yang bertempat di Lapangan Koni Kota Manado pada rabu pagi (30/11), dari beberapa forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda).

Hal itu karena, tidak hadirnya salah satu legislator Sulut mewakili Forkompinda dari pihak Parlemen di tingkat Sulut. Kejadian ini pun ditanggapi beragama oleh beberapa pihak. Pengamat Politik Taufik Tumbelaka mengatakan sejumlah kemungkinan yang menjadi alasan sampai wakil rakyat tak bisa hadir pada apel yang dilakukan serentak di seluruh daerah dalam negeri ini.

“Sosialisasi kemungkinan kurang, undangan tidak ada, terjadi miss communication atau memang wakil rakyat kurang peka terhadap kondisi Negara. Jika faktor terakhir yang terjadi, tentu hal ini patut dikecam. Karena sejogyana wakil rakyat dekat dengan rakyatnya,” kata Tumbelaka.

Keperihatinan ini terlebih Tumbelaka sematkan ada kader-kader partai moncong putih yang duduk di gedung cengkeh Sario. “Sikap ini jelas sangat memiriskan, khususnya kader-kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPRD Sulut. Karena, yang memimpin apel akbar adalah Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw notabene kader dari PDIP,” sambung Tumbelaka.

Disisi yang berbeda, Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ferry Liando beranggapan fenomena ini tidak perlu digubris. “Kan fungsi DPRD bukan pressure group. DPRD berfungsi membuat kebijakan, mengatur anggaran dan mengawasi kerja pemerintah. Kalaupun mereka hadir, manfaatnya tidak ada. Karena dalam menjalankan tugasnya DPRD punya mekanisme tersendiri,”  kata Liando. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: