Saat Sesi Foto Bersama./Arm

FajarTotabuan.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Karel Bangko bersama Komisi III Bolmut sambangi DPRD Sulawesi Utara (Sulut) demi menyampaikan aspirasi masyarakat yang berbatasan langsung dengan provinsi Gorontalo.

Dalam pengaduannya didepan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw serta Komisi III DPRD Sulut mengatakan jika di daerahnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hanya dijadikan simbol semata. 

"Sehingga tidak bisa diketahui mana program yang menjadi prioritas dan bukan prioritas," kata Karel, jumat (14/10). 

Karel juga mengatakan seharusnya pembangunan mengikuti Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun. "Sudah begitu, juga ada pembangunan Provinsi Sulut yang tak sesuai dengan permintaan masyarakat," tungkasnya.

Karel juga membeberkan pembangunan yang tak sesuai dengan permintaan adalah Waduk di Desa Sangkub. "Waduk itu dibangun oleh provinsi dan kami tidak mau karena harus membangi aliran air fifty-fifty dengan investor sedangkan air untuk pertanian warga saja kurang," tungkasnya, di ruang VIP DPRD Sulut. 

Disisi lain, Anggota Komisi III DPRD Bolmut, Rebah Pontoh mengatakan pihaknya sering melakukan hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Provinsi Sulut. "Ada beberapa yang kami sampaikan kepada SKPD tapi kenyataannya realisasi dilapangan masih sangat kecil," bebernya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi III Bolmut, Saiful Ambarak mengeluhkan sejumlah pembangunan irigasi di Bolmut yang tidak tahu di kelolah oleh siapa."Irigasi yang dibangun pada tahun 81 ada juga yang sampaikan sekarang belum ada peraawatannya," ujar Ambarak. (Arm)

Post A Comment:

0 comments: