Suasana Rapat antara Pansus LKPJ dan SKPD.

FajarTotabuan.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), terus genjot pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran (T.A) 2015.

Pembahasan LKPJ kini, sampai pada pembahasan bersama Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), dan setiap intansi Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus mendapatkan evaluasi kinerja ataun Job Evaluasi

Seperti yang terjadi diruang paripurna Sekertariat DPRD Sulut, bersama perangkat daerah, Panitia Khusus (Pansus) dipimpin ketua Komisi I, Ferdinand Novi Mewengkang dan anggota Pansus James Karinda dalam kesempatan tersebut, mengajak para pimpinan SKPD untuk melihat kembali cara dan perjuangan mantan Gubernur Sulut Sinyo Hary Sarundajan (SHS), yang menurut Karinda, SHS sangat gencar menarik perhatian para investor untuk masuk ke Sulut.

"Kita bisa melihat kembali gencarnya Pak SHS menarik perhatian investor dengan berbagai cara. Hal tersebut merupakan langkah positif yang patut dicontohi," kata Ketua Komisi IV.

Dilihat dari tugas pokoknya, Karinda mengakui, bahwa menyangkut kesejahteraan masyarakat Sulut, maka tidak ada salah jika pandangannya disampaikan dalam pertemuan tersebut. 

"Karena Sulut tercatat masih sangat banyak angka pengangguran, jadi semua yang menyangkut dengan kesejahteran dan meminimalis angka pengangguran, maka strategi menarik investor untuk masuk ke Sulut merupakan hal positif," tambahnya.

Meski demikian, dirinya juga menyesalkan jika proses masuknya investor sampai pada tahap penanaman modal, sering kali melanggar aturan. Misalnya mendirikan bangunan tanpa ada IMB (Izin Mendirikan Bangun). Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan mendasar yang sering terjadi di Sulut.

"Banyaknya investor, ternyata masih banyak persoalan lingkungan yang belum terselesaikan, terutama masalah perijinan dan ini sangat membahayakan daerah," pungkasnya.  (Arm)

Post A Comment:

0 comments: