Bupati Boltim Sehan Salim Landjar bersama Istri Nursiwin Dunggio.
Bupati Boltim Sehan Salim Landjar bersama Istri Nursiwin Dunggio.

FajarTotabuan.comSiapa mungkin belum mendengar Keteneran serta kesuksesan dari Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kita pasti pernah mendengar bahwa dibalik kesuksesan seorang suami pasti selalu ada peran istri yang hebat.

Jika kita mengenal Sehan Landjar, pasti nama Nursiwin Dunggio tidak akan asing lagi di telinga kita. Sosok wanita inilah yang sangat berpengaruh pada kehidupan Sehan Landjar, setelah mediang Ibu tercintanya berpulang ke Rahmatullah.

Hal ini, seperti mengutip dari apa yang dikatakan oleh Bapak BJ Habibie yang fenomenal cerita hidupnya bersama istri, sehingga menjadi inpirator bagi kebanyakan pasangan suami istri khususnya di Indonesia.

“Dibalik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu Ibu dan Istri. Doa seorang ibu sangatlah mujarab dalam do'a nya, Hal itulah kenapa Sehan selalu menegaskan dimana-mana saat pertemuanya dengan masyarakat, untuk tidak pernah membuat hati seorang Ibu kecewa, sebisa mungkin bahagiakanlah ibu kita selagi kita bisa,"ungkap Bupati Boltim Sehan Landjar SH, Ketika menyampaikan pidatonya di setiap pertemuan dengan masyarakat.

Sementara itu, menurutnya Sehan Sebagai manusia biasa pastinya kita selalu memiliki jalan hidup masing-masing tapi peran anak terhadap ibu harus lebih di utamakan.

“kita manusia punya seribu alasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi tak ada satu alasan pun bagi seorang anak untuk melukai hati ibunya sendir,” kata Sehan.

Yang perlu diketahui sepeninggal mendiang ibu Sehan, istrilah yang menjadi sosok wanita dalam hidupnya. Yang dapat memberinya pangkuan untuk melepas segala lelah, dan memberi senyuman saat Sehan berangkat kerja, atau menemui rakyatnya. Nursiwin adalah sosok sang istri yang selalu mendampingi Sehan baik dalam keadaan senang maupun susah. Itulah kesetiaan yang diberikan Nursiwin kepada suaminya tercinta.

Dari cerita ini, kita semua boleh mengambil pelajaran yang bermakna dalam hidup. Bahwa begitu pentingnya sosok Ibu dan Istri, dan sangat membantu seseorang dalam menggapai sukses. Sebagaimana di balik kehidupan Rasulullah Muhammad saw, ada istri yang luar biasa seperti figur Khadijah. Pada saat Nabi gelisah, ketakutan dan khawatir saat pertama kali menerima wahyu, kata-kata yang lembut dan dekapan Khadijah seolah menjadi energi sendiri bagi Rasulullah. “Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku” kata rasulullah kala itu.

Begitu pun Ainun bagi Habibie, yang begitu kompak dan mampu memisahkan antara urusan institusi dan urusan pribadi keluarga, hingga dalam bukunya Habibie menuliskan “Terimakasih Allah, Engkau telah memberikan Ainun an saya menunggal jiwa, roh, batin dan hati nurani kami melekat pada diri kami sepanjng masa dimana kami pun berada,” sepenggal kalimat dalam buku Habibie Ainun.

Juga seorang Mufidah bagi Jusuf Kalla, wanita yang merasa bangga dengan setiap beban berat suaminya, baik itu urusan bisnis dan politik, orang rumah tak perlu kena getahnya. Memberi Jusuf Kalla kedamaian dengan sikap hidup yang sederhana, bersahaja, selalu tenang, dan bersuara lembut. Begitupun Iriana bagi Joko Widodo. Perempuan dengan pembawaanya yang sangat kalem adalah ciri khusus Ibu Iriana. Di setiap permasalahan Jokowi, Iriana menjadi tempat segalah keluhnya, selalu mengerti kondisi suaminya saat suka maupun duka.

Kembali ke Ibu Nursiwin Dunggio, saat ditanya tentang sosok Sehan bagi dirinya, dengan senyum ramahnya singkat menjawab; “Sehan itu adalah imam yang sangat baik bagi kami sekeluarga. Dia mengajarkan kesederhanaan dan belas kasih pada anak-anaknya, juga pada saya. Dan yang membuat Eyang spesial bagi saya, dia orang yang romantis dan penuh kasih sayang,” singkat Nursiwin Ketika ditanya sosok Bupati Boltim Sehan Landjar belum lama ini. (Fery)

Post A Comment:

0 comments: