Kadistanak Boltim, Ramlah Mokodompis

FajarTotabuan.com - Dalam menindak lanjuti dugaan penyimpangan yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) seperti halnya dana bencana alam di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim pada waktu lalu, namun juga oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu juga terinformasi sempat mendatangi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Boltim terkait kegiatan Gerakkan Pengembangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT).

Kepala Distanak Boltim, Ramlah Mokodompis menuturkan bahwa kedatangan pihak kejaksaan ke kantornya belum lama ini hanya untuk meminta dokumen terkait pengelolaan dana GP PTT.

"Kita ada kerjasama dengan mereka (Kejaksaan,red) untuk meminimalisir kesalahan. Jadi hanya monev (Monitoring dan evaluasi). Sehingga mereka minta dokumen dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan tahun 2015 lalu dan mempersiapkannya lagi untuk tahun 2016 ini termasuk realisasi keuangan proses pendampingan dan data kelompok tani dan bukti transfer,"terangnya.

Diakuinya jugaa dalam pengelolaan kegiatan juga tidak ada yang namanya kesempurnaan, karena terdapat beberapa kelompok tani mengalami kesalahan rekening. Sehingga dananya harus dikembalikan ke kas negara.

"Ini dikarenakan masih harus ke KPKN Manado yang harus melayani pelayanan se provinsi Sulut. Sehingga dokumen tertumpuk, tapi itu bisa tertangani,"kata dia.
Dikatakannya semua kelompok penerima bantuan telah diklarifikasi menerima penuh bantuan. Seperti halnya kasus irigasi di Desa Togid menuruutnya sudah selesai. Untuk bendungan kecil di Desa Motongkad masih dalam pemeliharaan sehingga masih akan diperbaiki. "Kami hanya penanggungjawab program, dananya disalurkan oleh KPKN Manado,"ungkapnya.

Melalui Kasie Intel Kejari Kotamobagu, Evans Sinungga mengatakan bahwa pihaknya hanya mendatangi kantor tersebut (Distanak Boltim,red) untuk pengumpulan dokumen saja. "Hanya Pulbaket, tapi masih tertutup,"singkat Evans.

Diketahui Distanak Boltim mendapatkan dana sebesar Rp 3,6 miliar GP-PTT padi hibrida untuk 43 kelompok dan GP-PTT kedelai seluas 250 hektar dengan anggaran Rp 450 juta kepada 23 kelompok tani. Selain itu Boltim mendapat program optimasi lahan seluasa 226 hektar dengan anggaran Rp 271,2 miliar untuk 12 kelompok tani, pengembangan jaringan irigasi seluas 1.536 hektar denilai Rp 1,6 miliar untuk 34 kelompok serta bantuan pupuk, beni jagung, alsintan dan perluasan areal persawahan. (miss)

  
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Post A Comment:

0 comments: