Banjir yang terjadi di Desa Mopuya Selatan, Kecamatan Dumoga Utara pada siang tadi (13/06). (Dok: BPBD Bolmong)


FajarTotabuan - Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari ini membuat beberapa daerah di wilayah Bolaang Mongondow terendam banjir seperti terjadi wilayah Kecamatan Dumoga Utara. 

Banjir yang tepatnya terjadi di Desa Mopuya Selatan pada siang tadi (13/06), membuat Camat Dumoga Utara I Ketut Kolak angkat bicara. Menurutnya, ini adalah ulah manusia karena ketidaksadaran manusia terhadap alam membuat musibah terjadi di wilayahnya.

"Kejadian tersebut akibat kiriman dari Hulu dan Faktor kelalaian manusia karena diwilayah pegunungan Dumoga Utara banyak penebangan pohon dan ada areal penambangan liar masyarakat," ungkap Camat Dumoga Utara, Selasa (13/06).

Dirinya menegaskan bahwa untuk menjaga stabilitas alam, masyarakat tidak harus menebang sembarangan dan meresahkan Pemerintah karena hal tersebut berdampak bagi nasyarakat yang lain.

"Kondisi tersebut dikhawatirkan akan terus berlanjut jika kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam," tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Tim TRC BPBD Bolmong bahwa banjir tersebut disertai lumpur kiriman dari areal tambang liar masyarakat sehingga kondisi sungai terjadi pendangkalan / sedimentasi dan mengakibatkan luapan hingga ke pemukiman warga.

"Personil TRC-PB yang bertugas di wilayah Dumoga sampai saat ini terus melakukan pemantauan wilayah tersebut dan terus menginformasikan perkembangan terkini sehingga jika terjadi hal-hal dalam kondisi Darurat, BPBD akan menurunkan Full Tim ke lokasi," tutup salah satu Personil TRC BPBD Bolmong.


SVG

Post A Comment:

0 comments: