Foto : Google
FajarTotabuan.com - Pemilihan presiden dan wakil presiden Amerika Serikat (AS) akan berlangsung Selasa, 8 November 2016 waktu setempat alias 9 November waktu Indonesia.
Pilpres ke-58 di AS ini diisi dua calon yang bersaing, Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Dalam beberapa hari terakhir, dua nama ini kerap saling salip poling dan data.
Apalagi setelah FBI menyelidiki email yang berhubungan dengan server pribadi Hillary Clinton. Dimana hal ini menjadi peluang besar Trump menggeser rivalnya ke Gedung Putih.
Lantas bagaimana peluang keduanya? Dari data RealClearPolitics, keduanya membutuhkan sekitar 270 dari 538 suara elektoral untuk memenangkan pemilihan.
Suara electoral adalah badan yang memilih presiden dan wakil presiden Amerika Serikat setiap empat tahun. Warga Amerika Serikat tidak langsung memilih presiden atau wakil presiden; sebaliknya mereka menunjuk "pemilih" (electors), yang biasanya akan memilih kandidat tertentu.
Sekitar 218.959.000 warga AS yang berhak memilih di tahun ini. Namun hanya sekitar 66,82 persen di antaranya yang akan menggunakan hak pilihnya, atau lebih besar dari pemilihan presiden di tahun 2012 yang berkisar 57,61 persen.
Dikutip dari The Thelegraph, dari semua negara bagian di AS, Ohio menjadi negara kunci sejak pemilihan tahun 1964; Siapapun yang menang di Ohio, besar kemungkinan memenangkan pemilihan.
Poling terkini, elektabilitas Clinton sudah mencapai 46,40 persen, meski dihantam sejumlah isu.
-John F kennedy (1960)
-Lyndon B Johnson (1964)
-Jimmy Carter (1976)
-Bill Clinton (1992, 1996)
-Barrack Obama (2008, 2012)
Sementara Partai Republik sudah 9 kali menang periode serupa:
-Dwigh D Eisenhower (1952, 1956)
-Richard Nixon (1968, 1972)
-Ronal Reagan (1980, 1984)
-George H W Bush (1988)
-George W Bush (2000, 2004)
(Rakyatku.com)


Post A Comment:
0 comments: