FajarTotabuan.com - Peristiwa langka diperkirakan akan terjadi di indonesia pada 9 Maret 2016. Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT)‎ yang diperkirakan melintasi Indonesia.

"Gerhana matahari total itu akan terjadi 9 Maret 2016. Ini kesempatan bagus sekali bagi masyarakat untuk melihat fenomena itu di tempat yang jarang sekali," Jelas Andi Eka Sakya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di kantornya beberapa waktu lalu, jakarta.

Fenomena Alam  ini sangat jarang terjadi, diperlukan 33 tahun untuk bisa menyaksikan peristiwa ini. "Karena kebetulan langka sekali tempatnya hanya di Indonesia, bisa sekali seumur hidup," sambung Andi.

Lanjutnya, GMT ini merupakan fenomena alam di mana Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi satu garis lurus. Dampaknya, sebagian permukaan Bumi akan terkena bayangan gelap Bulan."Akibatnya, wilayah-wilayah yang terkena bayangan gelap bulan‎," ucapnya.

Andi menjelaskan, GMT ini akan dimulai saat Bulan perlahan menutupi piringan Matahari. Semakin lama area piringan Matahari yang ditutupi Bulan semakin besar. Fase total terjadi jika permukaan Matahari akan tertutupi oleh Bulan."Kita dapat melihat bagian korona Matahari menjulur dari bagian tepi piringan Matahari," jelasnya.

‎pada 9 Maret nanti, Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Gerhana selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, diperkirakan melintasi 11 provinsi di Indonesia. Yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Sementara  diperkirakan kota-kota besar yang akan dilintasi fenomena alam GMT, yakni Muko-Muko, Palembang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, dan Ternate. (*/By)

Sumber : Liputan6

Post A Comment:

0 comments: